• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

BRIN Perkenalkan Artificial Intelligence untuk Mendeteksi Penyakit Malaria

26/04/2023
in Healthy, Unggulan
BRIN Perkenalkan Artificial Intelligence untuk Mendeteksi Penyakit Malaria

foto: pixabay

80
SHARES
617
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT, ternyata Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit malaria. Wah, menarik ya? Bagaimana cara kerjanya? Yuk, kita simak.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi penyakit malaria bertepatan dengan Hari Malaria Dunia.

Dikutip dari akun @brin_talentarisetinovasi, (25/04/2023), malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles terinfeksi.

Terdapat beberapa gejala malaria seperti demam, mual, muntah, sakit kepala, dan kelelahan.

Gejala yang terlalu umum, membuat kita harus melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui secara pasti apakah memang terinfeksi Plasmodium atau tidak karena jika telat saja, terdapat kemungkinan komplikasi serius dan bahkan kematian.

Di Hari Malaria Dunia ini, BRIN berbagi informasi terkait terobosan baru dalam mendeteksi malaria.

Bukan secara manifestasi klinis atau mikroskopik, melainkan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama Computer Aided Diagnostic System.

Computer Aided Diagnostic System pada riset ini digadang-gadang memiliki kecepatan deteksi yang tinggi dengan akurasi yang baik.

Mau tahu lebih lanjut tentang pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendeteksi penyakit malaria?

BRIN Perkenalkan Artificial Intelligence untuk Mendeteksi Penyakit Malaria

Yuk simak bersama pada #researchpedia edisi “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendeteksi Penyakit Malaria”.

Baca juga: 4 Provinsi Indonesia Bebas Malaria

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Talenta Riset Inovasi BRIN (@brin_talentarisetinovasi)

Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendeteksi penyakit malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyerang sel darah merah dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Dalam waktu 10-15 hari setelah infeksi awal oleh gigitan nyamuk, gejala sakit kepala, demam, dan menggigil akan muncul.

Ini merupakan gejala umum yang sulit untuk diidentifikasi sebagai malaria, oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa jenis pemeriksaan dan diagnosa malaria, antara lain melalui manifestasi klinis, mikroskopis, rapid diagnostic test, polymerase chain reaction, computer aided diagnostic system.

Pemanfaatan Ai pada deteksi malaria

Computer-aided diagnosis (CADx) adalah sistem berbentuk Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk menginterpretasikan gambar medis

dan menganalisis kemungkinan terjadinya penyakit atau jenis kelainan apa pun. Analisa yang dihasilkan dari teknologi AI ini digunakan sebagai alat bantu untuk membuat diagnosis.

CADx System untuk deteksi malaria

CADx dalam mendeteksi penyakit malaria dikembangkan untuk mempercepat dan menjaga akurasi diagnosis.

Metode ini lebih efektif dibandingkan metode mikroskopis yang membutuhkan interaksi manusia terlatih, waktu yang lebih lama, serta kerentanan terhadap kesalahan.

Cara kerja Artificial Intelligence pada sistem CADx adalah dengan menganalisa blood smears microphotograph secara otomatis memanfaatkan fitur ekstraksi Morpho-geometrical sebagai diagnosis malaria.

Kok bisa otomatis, bagaimana caranya?

Periset BRIN, Anto Satriyo Nugroho berkolaborasi dengan beberapa periset BRIN lainnya dari PR Biologi Molekuler Eijkman, serta periset dari Swiss German University,

melakukan penerjemahan dalam bahasa algoritma pada pengetahuan mikroskopis terhadap identifikasi spesies dan tahapan diferensiasi kehidupan plasmodium untuk identifikasi malaria dengan bantuan geometri komputasi.

Riset ini menjadi gebrakan baru yang dapat memudahkan para petugas medis dalam mendiagnosa apusan darah untuk deteksi malaria serta mengklasifikasi jenis Plasmodium dan tahapan diferensiasi kehidupannya secara otomatis.

Bagaimana hasilnya? Riset ini juga menjadi sebuah metode baru dalam pemeriksaan dan diagnosa pada penyakit malaria.

Didesain serta dialgoritmakan berdasarkan pengetahuan mikroskopis pada analisa blood smears, sistem CADx ini mampu mendeteksi jenis dan tahapan hidup Plasmodium 23 kali lebih cepat (41,45 detik).

Skor pada Positive Predictive Value adalah 77,14% , sensitivity score sebesar 84,37% dan skor pada models’ accuracy (F1) sebesar 80,60%.

Keren ya jika teknologi memudahkan manusia dalam mendeteksi penyakit malaria ini. Semoga terus dapat dikembangkan.[ind]

Tags: BRIN Perkenalkan Artificial Intelligence untuk Mendeteksi Penyakit Malaria
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Qur`an Kemenag Tambahkan Fitur Bahasa Isyarat dan Daerah

Next Post

Pelantun Nasyid Texas, Sidi Mu’adh al-Nass, Meninggal Dunia

Next Post
Pelantun Nasyid Texas, Sidi Mu'adh al-Nass, Meninggal Dunia

Pelantun Nasyid Texas, Sidi Mu'adh al-Nass, Meninggal Dunia

Islam Tidak Identik dengan Arab

Harta Itu kadang Mengeraskan Hati

Jangan Doa Minta Anak Sholeh

Terima Kasih Ya Allah atas Semua Rasa yang Kau Berikan

  • Sikapi Karhutla, Salimah Desak Pemerintah Bertindak Cepat Selamatkan Masyarakat dan Ekosistem

    Sikapi Karhutla, Salimah Desak Pemerintah Bertindak Cepat Selamatkan Masyarakat dan Ekosistem

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9629 shares
    Share 3852 Tweet 2407
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1416 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4341 shares
    Share 1736 Tweet 1085
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2430 shares
    Share 972 Tweet 608
  • Resep Minuman Elektrolit Alami yang Sehat, Segar, dan Mudah Dibuat di Rumah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Simak Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit yang Jarang Diketahui

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Tips Efektif Mengajarkan Doa-Doa Harian pada Balita Sejak Dini

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga