• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 14 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Tiga Hal Buruk dari Perdukunan

22/09/2022
in Fokus
Tiga Hal Buruk dari Perdukunan

Ilustrasi, foto: ucareindonesia.org

148
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERDUKUNAN bukan sekadar praktek menyimpang pengobatan. Tapi, sudah merusak berbagai hal. Mulai dari merusak agama, penipuan, dan memunculkan permusuhan.

Setidaknya ada tiga hal buruk yang menjadi dampak dari buruknya praktek perdukunan. Yaitu:

Satu, Merusak Agama Seseorang.

Islam melarang keras praktek perdukunan. Hal ini karena perdukunan menyimpang dari ajaran Islam. Mulai dari akidah, syariah, dan akhlak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Siapa yang mendatangi tukang ramal kemudian ia menanyakan tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.” (HR. Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan ia membenarkan ucapannya (dukun dan peramal itu), makai a telah kufur dengan Al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad)

Dua, Praktek Penipuan.

Dasar dari praktek perdukunan adalah merujuk pada hal gaib, khususnya jin atau setan. Sesuatu yang biasa disebut supranatural atau di luar hal yang biasa.

Karena hal ini tidak bisa disentuh, dirasa, apalagi dilihat; maka kecenderungan penipuannya jauh lebih besar dari benarnya.

Ada pun apa yang seolah-olah ajaib tak lebih dari sekadar praktek sulap dengan alat-alat khusus. Seperti asap buatan, darah buatan, boneka yang disebut jenglot atau tuyul, dan lainnya.

Yang disasar dari penipuan perdukunan adalah nilai uang yang fantastis. Seolah-olah bahwa keajaiban dari perdukunan bernilai mahal. Padahal, hanya menggunakan alat-alat sulap biasa.

Contoh, dukun yang mengaku bisa menggandakan uang. Yang disetor dari korban adalah uang asli, dan yang digandakan dukun adalah uang palsu.

Tidak jarang juga, selain penipuan uang, dukun juga melakukan penipuan lain. Yaitu, penipuan yang dengan modus pelecehan seksual.

Korban yang biasa wanita muda, tidak menyadari atau merasa takut untuk menyadari, bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual.

Tiga, Memunculkan Rasa Permusuhan.

Dukun sebenarnya tidak tahu apa yang menjadi sebab penyakit atau masalah korban. Ia kemudian menggunakan bahasa-bahasa umum yang seolah menjawab masalah atau penyakit korban.

Contoh, dukun mengatakan bahwa penyakit pasien sangat gawat tanpa menjelaskan keadaan organ tubuh yang disebut gawat. Kemudian, dukun juga menyebut orang-orang tertentu yang tidak suka dengan korban. Dan orang-orang inilah yang telah ‘mengirimkan’ penyakit itu.

Ketika korban menanyakan lagi tentang siapa pelakunya. Dukun lagi-lagi menggunakan bahasa umum, misalnya, “Orang dekat. Bisa dari kiri atau dari kanan.”

Dan jawaban inilah yang tanpa disadari oleh korban akan memunculkan prasangka buruk terhadap orang-orang dekatnya. Terlebih lagi, korban sudah memiliki prasangka sebelumnya. [Mh]

 

Tags: Mistik dan Perdukunan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengapa Mayoritas Penghuni Neraka adalah Wanita?

Next Post

Generasi Terburuk dari Umat Manusia akan Mendapati Hari Kiamat

Next Post
Hindari bertamu pada malam hari

Generasi Terburuk dari Umat Manusia akan Mendapati Hari Kiamat

Langkah mengatasi waswas setan

Hadits tentang Kegemaran Setan Mengganggu Kedamaian Rumah Tangga

Rasulullah Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Tips Membuat Daftar Kerja untuk Menyelesaikan Pekerjaan Rumah

  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9321 shares
    Share 3728 Tweet 2330
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Beberapa Tips Memilih Tas yang bisa Dipakai di Berbagai Aktivitas

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

    514 shares
    Share 206 Tweet 129
  • Doa Nabi Musa AS untuk Jodoh dan Pekerjaan yang Mengajarkan Keteguhan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga