• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 16 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Beda Generasi, Beda Obsesi

07/08/2023
in Fokus
Nalar dan Pancingan

Ilustrasi, foto: castawaysontheriver.com

82
SHARES
631
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

OBSESI adalah ide atau perasaan yang merasuki pkiran. Dan beda generasi, beda pula obsesinya.

Sebuah generasi sangat dipengaruhi lingkungan zamannya. Meskii di usia yang sama, tingkat kedewasaan seseorang menjadi tidak sama.

Pertanyaannya, kenapa terjadi semacam inflasi usia di sebuah generaai? Perkiraan berikut ini setidaknya bisa menjawab itu.

Satu, Standar Tinggi tentang Kesejahteraan.

Pola pikir dan konsumsi sangat mempengaruhi standar kesejahteraan. Semakin banyak variabel yang harus dipenuhi, semakin tinggi apa yang disebut sejahtera.

Contoh, punya rumah saja belum cukup. Karena rumah harus ada keamanan, kebersihan, dan juga kenyamanan dan keindahan.

Jadi meskipun sudah punya rumah, seseorang belum bisa disebut sejahtera.

Begitu pun tentang pernikahan. Akad nikah dan resepsi saja belum cukup. Tapi juga memasukkan dekorasi, make up, gedung acara, katering, bahkan hiburan.

Maka, jadilah pernikahan tidak sekadar akad dan sosialisasi, tapi menjadi ajang eksis diri dan status sosial.

Dua, Dikepung Permainan.

Perkembangan kedewasaan juga dipengaruhi kebiasaan berpikir dan bersikap serius.

Karena itulah anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga sederhana umumnya jauh lebih cepat dewasa.

Hal ini karena mereka dipaksa untuk berinteraksi dengan hal yang serius, seperti kebutuhan makan dan hal pokok lain.

Berbeda dengan mereka yang sudah tersedia segalanya. Umumnya mereka lebih santai memaknai hidup.

Sebegitu santainya, mereka merasa kerasan dengan dunia permainan, meskipun usia mereka sudah tidak anak-anak lagi.

Dengan kata lain, terjadi kesenjangan antara perkembangan fisik dengan perkembangan jiwa.

Tiga, Jebakan Dunia Maya.

Dunia maya menawarkan segalaya. Banyak hal yang harusnya tertutup rapat bisa terbuka begitu lebar.

Termasuk juga tentang hijab antara pria dan wanita.

Semestinya apa yang selalu tertutup selama ini menjadi misteri yang memunculkan seribu satu rasa ingin tahu.

Dan menikah sejatinya menjadi media untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut secara sah dan berkah.

Tapi, apa yang masih tertutupi tentang pria dan wanita dalam dunia maya. Semuanya nyaris terbuka.

Hubungan intim pria dan wanita misalnya menjadi hal biasa terpampang dalam dunia maya.

Inilah zaman yang sama sekali tak terbayangkan oleh generasi sebelumnya.

Jadi, bersyukurlah jika kita bisa tetap normal hidup di zaman ini. Bisa tetap  menikah dan berkeluarga meskipun dikelilingi lingkungan yang memliki obsesi serba instan. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Fobia Nikah Kalangan Muda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Semakin Banyak Masjid yang Mengadakan Program Sedekah Sampah, Ayo Less Waste Bekerjasama dengan Masjid Jami Bintaro Jaya dan YOUMAN

Next Post

Mantan Kuli Bangunan Kini Jadi Direktur Stasiun Televisi

Next Post
Mantan Kuli Bangunan Kini Jadi Direktur Stasiun Televisi

Mantan Kuli Bangunan Kini Jadi Direktur Stasiun Televisi

Ajakan untuk Selalu Beramal

Ajakan untuk Selalu Beramal

Laksanakan Program Unggulan, Salimah Kalsel Datangi Salimah Tabalong dan Balangan

Laksanakan Program Unggulan, Salimah Kalsel Datangi Salimah Tabalong dan Balangan

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    3038 shares
    Share 1215 Tweet 760
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    213 shares
    Share 85 Tweet 53
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1698 shares
    Share 679 Tweet 425
  • Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3377 shares
    Share 1351 Tweet 844
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7842 shares
    Share 3137 Tweet 1961
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    270 shares
    Share 108 Tweet 68
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4063 shares
    Share 1625 Tweet 1016
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga