ISRAEL punya agenda tersendiri di balik perang besar. Yaitu, terjadinya kekacauan dunia. Dengan begitu, mereka tetap bisa mengendalikan dunia dalam kekacauan.
Kalau diperhatikan secara seksama, maka akan selalu ditemukan jejak Yahudi atau Israel di balik perang dunia: pertama dan kedua, mungkin juga yang ketiga.
Kekacauan itu memang disengaja dan diupayakan terjadi. Caranya mereka mendompleng kekuatan negara besar. Antara lain, Inggris, AS, dan lainnya.
Agenda Pertama: Menciptakan Rasa Takut dan Panik
Israel dan Yahudi ingin selalu menciptakan rasa takut dan panik umat manusia. Dan cara efektif memunculkan itu adalah dengan melakukan perang besar atau perang dunia.
Tujuannya, agar mereka bisa selalu mengendalikan umat manusia. Orang yang dalam keadaan takut dan panik, cara berpikirnya menjadi tidak rasional. Nah, di situlah propaganda mereka susupkan dan sebarkan demi kepentingan mereka.
Perhatikan di perang dunia pertama dan kedua, selalu Israel atau Yahudi yang mendapatkan keuntungan besar. Puncaknya, dideklarasikan negara Israel pasca usainya perang dunia kedua.
Dalam perang dunia ketiga, Israel atau Yahudi ingin menjadikan negaranya sebagai adidaya. Meski harus menenggelamkan AS dan negara-negara yang selevel dengan AS.
Kalau negara-negara besar saat ini hancur, maka mereka sudah menyiapkan agenda susulan untuk menjadikan Israel sebagai satu-satunya negara yang menguasai dunia.
Agenda Kedua: Menyambut Kedatangan Dajjal
Dajjal merupakan al-masih atau yang dinanti-nanti kaum Yahudi. Dajjal akan bangkit di saat dunia dalam kekacauan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan bahwa Dajjal akan bangkit di tengah umat manusia yang dalam kelaparan, peperangan, dan kekacauan.
Selama tiga tahun tidak turun hujan. Hal inilah yang menjadikan bumi tidak mampu menumbuhkan hasil pangan.
Kalau ditanya lagi kenapa tidak turun hujan selama tiga tahun, selain karena kehendak Allah, para ahli juga memprediksi terjadinya polusi besar dari perang nuklir: matahari tertutup awan gelap dan tanah mengalami keracunan bahan radioaktif.
Kemudian, Nabi juga menjelaskan bahwa Dajjal akan bangkit di timur, yaitu di tanah Khurasan. Itulah mungkin kenapa Israel begitu ambisius untuk menghancurkan negara Iran di mana tempat wilayah Khurasan berada.
Ageda Ketiga: Menguasai Dunia di Bawah Kekuasaan Dajjal
Yahudi akan menyambut kedatangan Dajjal dari tanah Khurasan. Sebanyak 70 ribu pasukan Yahudi akan mengiringi kebangkitan Dajjal untuk berkuasa di tanah Yerusalem.
Dajjal akan memiliki istana di Yerusalem. Dari situlah, ia bersama Yahudi akan menguasai umat manusia di seluruh dunia. Tanpa ada kekuatan tandingan. Hingga, Allah menurunkan Nabi Isa alaihissalam di Damaskus, Suriah saat ini.
Inilah momen yang selalu diajarkan Nabi dalam doa agar kita semua terhindar dari fitnah Dajjal. Bukan hanya Nabi akhir zaman, Nabi-nabi sebelumnya juga mengajarkan doa yang sama, yaitu terhindar dari fitnah Dajjal. Inilah fitnah terbesar yang akan dialami umat manusia. [Mh]




