ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Senin, 01 Juni 2020 | 10 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
EDITORIAL

Selamat Jalan, Guru Bangsa, KH Sholahuddin Wahid

03 February 2020 10:40:09
Kh Sholahuddin Wahid, NU, reformasi
KH Sholahuddin Wahid bersama istri, foto: tebuireng.online

ChanelMuslim.com- Inna Lillahi wainna ilaihi rojiun. Lagi, umat Islam Indonesia kehilangan sosok panutan. Cucu pendiri Nahdhatul Ulama ini telah menoreh jejak cemerlangnya dalam pergerakan Islam di Indonesia. Aktivis Islam pun kini kehilangan tokoh yang begitu sabar selalu berada di baris terdepan dalam agenda perubahan.

Dengan nama kecilnya Sholahuddin Al-Ayyubi ini, putera ketiga dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Shalehah ini lahir pada 11 September 1942. Sejak remaja, Gus Sholah memang selalu berada dalam dunia aktivis pergerakan.

Ketika sekolah di SMAN 1 Jakarta, ayah tiga anak ini aktif di OSIS, selain juga aktif di Ormas Kepemudaan Anshor. Begitu pun ketika kuliah di Institut Teknologi Bandung, Gus Solah juga aktif di lembaga kemahasiswaan PMII.

Meskipun bergelut di bidang teknik arsitektur yang sarat dengan unsur seni, naluri pergerakannya terus menggebu. Gus Sholah menjadi sosok aktivis Islam yang serba bisa. Beliau aktif dalam dunia pergerakan, sebagai profesioal di bidang teknik, aktif sebagai jurnalis di beberapa media massa, sebagai ulama dari sebuah ponpes besar seperti Tebuireng di Jombang Jawa Timur, dan juga sebagai politisi kawakan.

Pada masa proses kelahiran reformasi, Gus Sholah menjadi seperti pemersatu semua tokoh ormas Islam, antara NU dan Muhammadiyah, antara NU dengan politisi, antara NU dengan aktivis mahasiswa, dan seterusnya.

Selain sebagai tokoh yang selalu kritis terhadap ketidakberesan di pemerintahan, Gus Sholah juga selalu siap pasang badan terhadap berbagai tuduhan miring yang dialamatkan kepada aktivis Islam. Termasuk tuduhan sembrono yang dialamatkan sejumlah aktivis Islam sebagai Islam radikal.

Memang ada sedikit perbedaan pemikiran antara dia dengan kakaknya, KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur. Di mana Gusdur berada di Partai Kebangkitan Bangsa dan Gus Sholah di Partai Kebangkitan Umat. Namun, keduanya tidak sampai membelah NU menjadi faksi-faksi yang bermusuhan.

Gus Sholah seperti memperlihatkan kepada publik bahwa NU sebagai ormas Islam yang sangat toleran dengan perbedaan. Silakan para tokoh berbeda dalam pemikiran dan gerakan, tapi tetap berada dalam satu tujuan, yaitu kemaslahatan keumatan Indonesia.

Di usianya yang ke-77, KH Sholahudin Wahid merupakan tokoh yang sangat pantas untuk memimpin NU pada Muktamar akhir Februari ini. Sebelum wafatnya, Gus Sholah rahimahullah, sempat menyampaikan pesannya agar NU benar-benar kembali ke Khiththahnya dalam jalan dakwah dan keumatan. Bersih dari intrik-intrik politik, money politik, dan hal-hal lain.

Selamat jalan, Guru Bangsa. Semoga Allah swt. mengabulkan doa orang-orang yang mencintaimu, dan mengabulkan segala cita-citamu untuk bangsa dan negara ini. (Mh)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
kh sholahuddin wahid
nu
reformasi
 
BERITA LAINNYA
 
 
EDITORIAL
24 April 2020 11:37:17

Heboh Mudik dan Pulang Kampung

 
EDITORIAL
03 April 2020 09:16:32

Jakarta, Oh Jakarta!

 
EDITORIAL
10 May 2020 13:12:50

PSBB: Pembatasan Sosial Bikin Bingung?

 
EDITORIAL
02 January 2020 18:39:22

Ketika Banjir Memaksa Kita Datang ke Masjid

 
EDITORIAL
21 April 2017 06:45:42

"Alhamdulillah, Kite Menang, Mak!"

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284