• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Kurban dan Ujian Niat Kita

31/07/2020
in Editorial
76
SHARES
583
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Niat merupakan dasar dari amal ibadah. Jika niatnya lurus, karena Allah saja, maka amalnya akan bermutu. Tapi, jika niatnya karena yang lain, amalnya akan rusak. Di momen Idul Adha ini, niat seperti apa yang sudah kita pasang untuk menunaikan ibadah kurban.

Dalam hadis mutawatir yang disampaikan melalui Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasululllah shallallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan: “Amal itu tergantung niatnya. Dan, seseorang mendapatkan (balasan) sesuai niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertanyaannya, kenapa bicara tentang ibadah kurban diawali dengan pembicaraan soal niat? Tidakkah sebaiknya pembicaraan lebih ke arah mengajak yang belum berkurban untuk semangat berkurban, daripada mengotak-atik mereka yang sudah mau berkurban.

Jawabannya sederhana. Dalam Islam, pembicaraan tentang ibadah yang berkaitan dengan keluarnya uang banyak, umumnya diawali dengan pelurusan niat.

Ketika Allah subhanahu wata’ala mewajibkan bagi yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji, sebelum masuk perintah, ayatnya diawali dengan pelurusan niat: karena Allah saja.

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Ibadah haji yang menyedot biaya besar sangat berpotensi menyelewengkan pelaksananya mengalami pergeseran niat. Inilah saya yang mampu menunaikan ibadah haji. Uang saya banyak. Tapi, uang banyak itu tetap saya salurkan untuk ibadah. Karena itu, perhatikanlah saya. Angkatlah status saya sebagai Pak atau Bu haji.

Begitu pun tentang ibadah kurban. Tentang perintah ibadah ini, Allah mengawali dengan penegasan bahwa takwalah yang Allah nilai, bukan soal hebatnya fisik hewan kurban. Dan takwa merupakan keadaan seseorang manakala niatnya begitu lurus hanya karena Allah.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Indonesia merupakan negeri kaya budaya. Begitu banyak kreasi indah yang menyajikan sesuatu tidak sekadar isinya. Kemasan-demi kemasan kerap mengiringi sebuah amal besar seperti haji, kurban, pernikahan, dan lainnya.

Suatu hal yang mungkin tidak terjadi di negeri lain. Ketika seseorang ingin berangkat haji, akan ada seremonial tertentu yang mengiringinya. Dan, seremonial yang merupakan kreasi budaya itu selalu melibatkan orang banyak. Di situlah, godaan pergeseran niat mulai terjadi. Sehingga, menjadi wajar ketika mereka yang setelah pulang ibadah haji, akan mendapatkan “gelar” sebagai pak atau bu haji.

Padahal, belum pernah kita dengar ada yang menyebut Abu Bakar Ashshiddiq sebagai haji Abu Bakar. Atau, haji Umar bin Khaththab, dan seterusnya. Padahal, mereka juga melaksanakan ibadah haji.

Budaya ini mungkin tidak salah. Tapi, setidaknya, akan menjadi ujian tersendiri untuk pelaksananya agar meluruskan niat bahwa bukan “gelar” ini yang mereka tuju. Hal ini agar suatu saat ketika seseorang tidak menyebut pak atau bu haji dalam menyebut namanya, ia tidak menjadi tersinggung.

Begitu pun dalam hal kurban. Dalam skala kampung, setidaknya Pak RT akan tahu bahwa si fulan melaksanakan ibadah kurban. Tidak ada yang salah tentang ini. Tapi, ketika ada kepuasan saat banyak orang menyebut dan memuji bahwa ia menunaikan ibadah kurban, itulah persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

Karena, di saat itulah ada potensi pergeseran niat. Bukan lagi karena Allah, melainkan karena menjaga status sosial, karena rutinitas tahunan, karena ingin dianggap peduli dengan keadaan sosial, dan seterusnya.

Sekali lagi, bukan berat daging hewannya yang sampai kepada Allah. Melainkan, karena keadaan takwa yang tidak terlihat itulah yang akan membuahkan ridha Allah. (Mh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Muhasabah Diri di Hari Raya Idul Adha

Next Post

Suasana Sholat Idul Adha di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Next Post
Suasana Sholat Idul Adha di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Suasana Sholat Idul Adha di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

KJRI Jeddah Umumkan Total Jamaah Haji 2020 Seribu Orang, 5 Orang dari Indonesia

Qatar Charity Indonesia Distribusikan 2.160 Paket Daging Kurban untuk Warga Terdampak Covis-19

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9513 shares
    Share 3805 Tweet 2378
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11835 shares
    Share 4734 Tweet 2959
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4298 shares
    Share 1719 Tweet 1075
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2461 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Menghina Allah dalam Hati

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Hukum Mengumumkan Kematian di Masjid

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4856 shares
    Share 1942 Tweet 1214
  • Cara AS ‘Jinakkan’ Rusia dan Cina

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 7 Warna Hijab yang Bikin Tunik Putih Terlihat Lebih Anggun dan Stylish

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga