• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 21 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Ketika Berita Bisa Dipilih

28/12/2021
in Editorial
Ketika Berita Bisa Dipilih

Foto: Pixabay

73
SHARES
565
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ketika Berita Bisa Dipilih

Enaknya hidup di zaman sekarang. Bukan sekadar teknologi yang melayani serba cepat. Melainkan juga soal memperoleh berita.

Sebelum tahun 2010-an, semua berita terpusat di media utama. Mulai dari televisi, radio, dan media cetak. Apa yang disajikan media utama itu, itulah berita yang bisa diperoleh. Rakyat tak punya pilihan lain.

Umumnya, media utama melakukan simbiosis mutualisme dengan sumber berita: pejabat, artis, dan tokoh. Masing-masing pihak saling membutuhkan. Hasilnya, sebuah berita yang nyaris seragam. Dan keseragaman itulah yang dikonsumsi publik.

Baca Juga: Abu Dzar: Beritakanlah Kepada Para Penumpuk Harta!

Ketika Berita Bisa Dipilih

Kini, berita serba seragam itu sudah nyaris berakhir. Orang tidak lagi perlu mengais berita dari televisi, dari radio, koran, dan majalah. Tinggal klik tombol di ponsel, berita bisa tersaji dengan cepat. Dan kita pun bisa memilih: dalam bentuk tulisan, suara, atau video sekali pun.

Orang menyebutnya dengan post truth atau zaman setelah kebenaran. Zaman di mana berita tidak lagi dilihat dari fakta. Tapi dari sentimen dan kepercayaan. Walaupun, istilah post truth itu tidak tepat-tepat amat. Mungkin lebih tepatnya pos jurnalisme.

Di zaman pos jurnalisme, orang bisa memilih berita sesuai sentimen dan kepercayaan. Soal fakta nggak perlu akurat-akurat amat, yang penting cocok dengan selera pembaca.

Berita-berita ini bahkan bukan sekadar bisa dicari dan dipilih. Tapi, datang sendiri melalui media sosial yang kita miliki. Ada dari rekan kerja, keluarga, teman perkumpulan, dan lainnya yang mengirimi berita. Dan biasanya, yang susah ditolak adalah dalam bentuk video.

Problemnya, dalam era pos jurnalisme ini, akurasi berita menjadi tidak bisa dipastikan. Meski begitu, pemilih berita tidak lagi perlu dengan akurasi, yang penting cocok dengan kepercayaan dan sentimen.

“Nah, ini berita yang kucari!” begitu respon pembaca.

Siklus berita pun tidak berhenti di kita. Karena menarik dan cocok dengan sentimen dan kepercayaan, kita pun ikut menyebarkan. Terus dan terus tersebar. Hanya dalam hitungan menit, berita bisa merambah ke seluruh pelosok pembaca. Bahkan, cakupan dunia.

Merespon perubahan baru ini, pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi, propaganda, kampanye, dan sejenisnya; seperti menemukan cara baru yang ampuh dan murah. Yang disiapkan hanya produsen informasi. Tentunya, informasi yang didesain untuk kepentingan pihak tertentu.

Dalam perkembangannya, produsen informasi bukan sekadar membuat berita dengan kemasan menarik, tapi juga menguasai teknik penyebaran yang massif. Istilah yang ngetrend tentang ini adalah buzzer atau penggaung.

Buezzer dengan kepiawaiannya dalam soal kemasan konten dan teknik penyebaran menjadi pihak yang begitu berpengaruh terhadap issu di masyarakat. Perkembangan berikutnya, buzzer bahkan menjadi penangkal atau pasukan yang memerangi issu yang kontra dengan produknya.

Ada yang menarik dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Politisi muda ini sama sekali tidak menggunakan media utama dalam mensukseskan kebijakannya. Seratus persen, ia gunakan media sosial. Hasilnya, pertarungan politiknya hampir selalu sukses di pentas rakyat.

Di Indonesia, buzzer dalam area politik ini pertama kali popular di masa Pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Saat itu, sosok yang begitu kuat didukung buzzer adalah Jokowi yang akhirnya sukses dua kali dalam waktu yang begitu cepat. Yaitu, sukses mengalahkan gubernur sebelumnya yang didukung hampir semua parpol di DKI. Dan, sukses terpilih menjadi Presiden, padahal baru saja ia terpilih menjadi gubernur.

Walaupun tetap saja, seiring dengan tumbuhnya kecerdasan rakyat dalam bermedia sosial, buzzer akhirnya akan mengalami masa-masa suram.

Pada saat itulah, rakyat bukan hanya bisa memilih berita mana yang cocok untuk dibaca. Mereka pun ikut serta membuat berita sendiri yang sesuai dengan ideologi dan garis perjuangan politiknya. (Mh)

 

 

 

Tags: Ketika Berita Bisa Dipilih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

274 Wartawan Dipenjara Sepanjang 2020 di Seluruh Dunia

Next Post

Awali Sabtu Pagi dengan Sandwich Telur ala Jepang

Next Post

Awali Sabtu Pagi dengan Sandwich Telur ala Jepang

Ini Rekomendasi Olahraga Sambil Bawa Anak ala Herfiza istri Ricky Harun

Agar Bernilai Pahala, Ini Adab-Adab Bercanda Suami Istri

7 Rahasia agar Pasutri Semakin Tua Semakin Sayang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9367 shares
    Share 3747 Tweet 2342
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11777 shares
    Share 4711 Tweet 2944
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kreasi Talas Lezat untuk Menu Rumahan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    223 shares
    Share 89 Tweet 56
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2373 shares
    Share 949 Tweet 593
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4816 shares
    Share 1926 Tweet 1204
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4240 shares
    Share 1696 Tweet 1060
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga