• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 19 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Terkait Kriminalisasi Ulama, AM Fatwa: Kita Harus Belajar dari Sejarah Era Orde Baru

26/06/2017
in Berita
72
SHARES
553
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Di era demokrasi ini terjadi banyak penangkapan ulama. Istilah sekarang kriminalisasi ulama. Sebetulnya pada era demokrasi kasus penangkapan ulama tidak jauh berbeda dengan era sebelumnya yaitu era otoriter.

Di temui di AQL Center (24/6), AM Fatwa sempat berbicara mengenai apa yang terjadi di zamannya. Ia mengungkapkan di zamannya lebih parah. Saat khatib di mimbar langsung diseret dan dimasukkan ke penjara.

“Dulu pas khatib di mimbar, jika mengkritik pemerintah, khatib tersebut langsung ditangkap saat itu juga,” tuturnya.

Menurutnya, di zaman itu penangkapan banyak terjadi, karena zaman ototiter. Berbeda dengan sekarang yang menggunakan rekayasa hukum.

“Kalau dulu itu bukan zaman demokrasi. Jadi itu zaman otoriter, itu boleh dikatakan penangkapan membabi buta. Kalau sekarang ini istilahnya kriminalisasi. Jadi banyak menggunakan rekayasa hukum, menggunakan hukum di mana hukum itu selalu tunduk pada politik kekuasaaan,” tutur pria yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI 2004-2009.

Ia berkesimpulan ada upaya menjadikan seseorang atau orang-orang tertentu jadi sasaran tembak. Menurutnya jika di zamannya itu wajar.

“Kalau dulu di zaman Orba, itu memang ada terjadi demikian. Itu kan wajar, tapi sekarang zaman demokrasi, banyak berselimutkan hukum untuk menjalankan sasaran tembaknya itu. Begitu terjadi banyak sekarang,” Ungkap pria berkacamata ini

Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2015 banyak ulama dan ustad ditangkap dengan tanpa alasan dengan tuduhan teroris, lalu disiksa.

“Jadi kalau menurut yang dilaporkan pada saya, misalnya dari Poso, sejak tahun 2015 banyak ulama ustad ditangkap dengan tuduhan teroris, padahal tidak beralasan. Dengan tuduhan teroris mereka disiksa. Para ustad itu tidak berani melapor hanya memberitahu kepada saya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya ulama dan ustad untuk belajar dari sejarah perselisihan ulama dan umara (pemerintah). Menurutnya sejak dinasti Islam dulu sudah terjadi.

“Meski penguasa dikelilingi ulama, atau sekarang ulama istana atau ulama keraton. Zaman dulu waktu zaman Amangkurat I, ulama-ulama itu dibantai. Sekarang ini zaman demokrasi, secara terang-terangan atau terselubung terjadi konflik salah paham ulama,” ungkap pria kelahiran Bone ini.

Ia menasehati pada pemerintah, jika berkonflik dengan ulama pasti rugi, karena pemerintah hanya mengatur dalam waktu terbatas sedangkan ulama tidak terbatas.

“Dia bertahta dalam kuasa yang semu, sedangkan ulama senantiasa bercahaya. Kalau toh diperingatkan nanti akan naik lagi. Kalau toh akan wafat, namanya akan senantiasa harum,” tutupnya. (Mh/ilham/foto: hidayatullah.com)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jelang Kepulangan Habib Rizieq, GNPF: Kami akan Bangun Harmonisasi Dulu

Next Post

Penjelasan Istana tentang Pertemuan Presiden Jokowi dengan GNPF MUI

Next Post

Penjelasan Istana tentang Pertemuan Presiden Jokowi dengan GNPF MUI

Liburan di Bali? Ini 10 Destinasi Kuliner Halal Terpopuler 

Ayam Saos Lemon, Resep Segar Untuk Santap Siang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8441 shares
    Share 3376 Tweet 2110
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3806 shares
    Share 1522 Tweet 952
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4318 shares
    Share 1727 Tweet 1080
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11345 shares
    Share 4538 Tweet 2836
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3364 shares
    Share 1346 Tweet 841
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    220 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Rumah Zakat Dorong Warga Jakarta Kelola Sampah Rumah Tangga Lewat Workshop Ecoenzym

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2259 shares
    Share 904 Tweet 565
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga