• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 7 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Surat Terbuka untuk Mas Menteri Nadiem Makarim

16/05/2020
in Berita
73
SHARES
563
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Widianingsih, M.Ag

ChanelMuslim.com – Mas Menteri yang terhormat, perkenalkan saya Widianingsih seorang ibu 3 anak serta pemilik PAUD Inklusi Bukit Pelangi dan SD Inklusi Azaddy Al-Ghozali di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, juga mengelola Sekolah Inklusi Salsabila di Purwakarta Jawa Barat.

Mas Menteri yang baik hati…
Kekhawatiran saya hari ini bukan lagi soal makanan sederhana seadanya yang setiap hari kami makan, juga bukan perkara kami para guru sepertinya tak akan bisa membeli baju lebaran.

Mas Menteri, kekhawatiran kami juga kegalauan kami adalah jika wabah covid 19 ini tak kunjung berlalu, sekolah di rumah diperpanjang sampai batas waktu yang tak tentu. Maka bagaimana nasib murid kami, orangtuanya serta kami para gurunya yang harus melakukan pembelajaran daring.

Mas Menteri, mungkin bagi siswa SMP, SMA atau Mahasiswa pembelajaran daring tak terlalu membuat gundah, namun bagi murid kami yang masih usia dini tentu ini sangat menyayat hati.

Mas Menteri, tak jarang guru yang kebingungan karena target kurikulum dan penilaian harus dilakukan seperti biasa padahal keadaan ini sungguh tak biasa. Akhirnya karena anak usia dini tak mungkin mengaktifkan berbagai aplikasi daring sendiri tentu orang tua yang direpotkan oleh kebijakan ini.

Belum lagi tugas segambreng dari para guru yang harus dituntaskan pada saat itu, karena guru pun harus laporan kepada Kepala Sekolah juga Dinas Pendidikan bahwa program pembelajaran daring terus berjalan. Tak jarang, RPPH dari guru dibagikan kepada para orangtua yang bertugas menuntaskan itu semua di rumah.

Tak terbayang tugas-tugas yang banyak dari guru lain untuk kakak-kakaknya yang sama-sama belajar daring di jam dan hari yang berbarengan.

Mas Menteri, guru-guru sekolah swasta kini galau sekali, tak tega menagih uang SPP kepada orangtua karena mereka sendiri yang mengajari anandanya di rumah. Namun, jika tidak, guru pun perlu honor itu untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Mas Menteri, guru sudah merasa malu menyuruh orangtua melakukan ini itu, memindahkan jadwal sekolah ke rumah dengan berbagai tutorial dan penjelasan via grup WA, meminta laporan berupa foto juga video bahwa muridnya melaksanakan semua tugas itu di rumah demi penilaian di dalam buku laporan perkembangan. Namun apalah daya, tuntutan dari atasan, guru harus melakukan pelaporan.

Mas Menteri, bukankah di tengah wabah, target kurikulum tak harus dituntaskan seperti biasanya, agar guru tak melulu menuntut orangtua dan muridnya di rumah sekadar menggugurkan kewajiban dengan mengirim berbagai laporan?

Mas Menteri, bukankah belajar banyak cara dan pendekatannya? Banyak media dan sistem penilaiannya? Bagaimana dengan orangtua yang tidak mampu? Jangankan untuk membeli kuota internet, untuk makan saja mereka mesti mengencangkan ikat pinggang apalagi saat ini bahan kebutuhan pangan tak semurah biasanya. Bagaimana dengan orangtua yang harus menjadi garda terdepan mengatasi wabah ini? Mereka bahkan rela meninggalkan keluarga demi mengabdi kepada Bangsa dan Negara? Sedangkan jika tak tuntas melaporkan tugas yang dikirim guru untuk anaknya mereka akan mendapat label “tak mendokumentasikan kegiatan”, “kegiatan tak sesuai RPPH”.

Mas Menteri yang baik hati, saya sebagai praktisi pendidikan anak memohon kebijakan dan kemurahan hati Mas Menteri agar proses kegiatan belajar di rumah dikembalikan pada kurikulum setiap keluarga, bukan kurikulum nasional. Sehingga guru bisa melakukan penelitian serta akan banyak berdiskusi dengan para orangtua bagaimana proses belajar di setiap rumah menjadi modal kuat bagi masing-masing keluarga untuk semakin saling mencintai dan menyayangi, bersama-sama saling menguatkan melalui ujian wabah covid 19 ini.

Mas Menteri, dengan begitu orangtua dan guru adalah tim yang saling bahu membahu membantu anak cinta belajar, senang belajar, belajar sepanjang hayat, belajar dari buaian hingga liang lahat, membangun anak-anak yang mencintai ilmu agar bermanfaat di dunia dan di akhirat.

Salam hormat
Tanjungsari, 14 Mei 2020.
[ind]

Sumber:
https://www.facebook.com/100000390191829/posts/3047757685247208/

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Israel Bubarkan Aksi Protes Hari Nakba, 5 Warga Palestina Terluka

Next Post

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Next Post
Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Pesona Dunia yang Hanya Sementara

Akhir Ramadan

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Waspada terhadap Bahaya Syaitan, Dapat Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7801 shares
    Share 3120 Tweet 1950
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    525 shares
    Share 210 Tweet 131
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3345 shares
    Share 1338 Tweet 836
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga