• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 2 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Surat Terbuka untuk Mas Menteri Nadiem Makarim

16/05/2020
in Berita
74
SHARES
571
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Widianingsih, M.Ag

ChanelMuslim.com – Mas Menteri yang terhormat, perkenalkan saya Widianingsih seorang ibu 3 anak serta pemilik PAUD Inklusi Bukit Pelangi dan SD Inklusi Azaddy Al-Ghozali di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, juga mengelola Sekolah Inklusi Salsabila di Purwakarta Jawa Barat.

Mas Menteri yang baik hati…
Kekhawatiran saya hari ini bukan lagi soal makanan sederhana seadanya yang setiap hari kami makan, juga bukan perkara kami para guru sepertinya tak akan bisa membeli baju lebaran.

Mas Menteri, kekhawatiran kami juga kegalauan kami adalah jika wabah covid 19 ini tak kunjung berlalu, sekolah di rumah diperpanjang sampai batas waktu yang tak tentu. Maka bagaimana nasib murid kami, orangtuanya serta kami para gurunya yang harus melakukan pembelajaran daring.

Mas Menteri, mungkin bagi siswa SMP, SMA atau Mahasiswa pembelajaran daring tak terlalu membuat gundah, namun bagi murid kami yang masih usia dini tentu ini sangat menyayat hati.

Mas Menteri, tak jarang guru yang kebingungan karena target kurikulum dan penilaian harus dilakukan seperti biasa padahal keadaan ini sungguh tak biasa. Akhirnya karena anak usia dini tak mungkin mengaktifkan berbagai aplikasi daring sendiri tentu orang tua yang direpotkan oleh kebijakan ini.

Belum lagi tugas segambreng dari para guru yang harus dituntaskan pada saat itu, karena guru pun harus laporan kepada Kepala Sekolah juga Dinas Pendidikan bahwa program pembelajaran daring terus berjalan. Tak jarang, RPPH dari guru dibagikan kepada para orangtua yang bertugas menuntaskan itu semua di rumah.

Tak terbayang tugas-tugas yang banyak dari guru lain untuk kakak-kakaknya yang sama-sama belajar daring di jam dan hari yang berbarengan.

Mas Menteri, guru-guru sekolah swasta kini galau sekali, tak tega menagih uang SPP kepada orangtua karena mereka sendiri yang mengajari anandanya di rumah. Namun, jika tidak, guru pun perlu honor itu untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Mas Menteri, guru sudah merasa malu menyuruh orangtua melakukan ini itu, memindahkan jadwal sekolah ke rumah dengan berbagai tutorial dan penjelasan via grup WA, meminta laporan berupa foto juga video bahwa muridnya melaksanakan semua tugas itu di rumah demi penilaian di dalam buku laporan perkembangan. Namun apalah daya, tuntutan dari atasan, guru harus melakukan pelaporan.

Mas Menteri, bukankah di tengah wabah, target kurikulum tak harus dituntaskan seperti biasanya, agar guru tak melulu menuntut orangtua dan muridnya di rumah sekadar menggugurkan kewajiban dengan mengirim berbagai laporan?

Mas Menteri, bukankah belajar banyak cara dan pendekatannya? Banyak media dan sistem penilaiannya? Bagaimana dengan orangtua yang tidak mampu? Jangankan untuk membeli kuota internet, untuk makan saja mereka mesti mengencangkan ikat pinggang apalagi saat ini bahan kebutuhan pangan tak semurah biasanya. Bagaimana dengan orangtua yang harus menjadi garda terdepan mengatasi wabah ini? Mereka bahkan rela meninggalkan keluarga demi mengabdi kepada Bangsa dan Negara? Sedangkan jika tak tuntas melaporkan tugas yang dikirim guru untuk anaknya mereka akan mendapat label “tak mendokumentasikan kegiatan”, “kegiatan tak sesuai RPPH”.

Mas Menteri yang baik hati, saya sebagai praktisi pendidikan anak memohon kebijakan dan kemurahan hati Mas Menteri agar proses kegiatan belajar di rumah dikembalikan pada kurikulum setiap keluarga, bukan kurikulum nasional. Sehingga guru bisa melakukan penelitian serta akan banyak berdiskusi dengan para orangtua bagaimana proses belajar di setiap rumah menjadi modal kuat bagi masing-masing keluarga untuk semakin saling mencintai dan menyayangi, bersama-sama saling menguatkan melalui ujian wabah covid 19 ini.

Mas Menteri, dengan begitu orangtua dan guru adalah tim yang saling bahu membahu membantu anak cinta belajar, senang belajar, belajar sepanjang hayat, belajar dari buaian hingga liang lahat, membangun anak-anak yang mencintai ilmu agar bermanfaat di dunia dan di akhirat.

Salam hormat
Tanjungsari, 14 Mei 2020.
[ind]

Sumber:
https://www.facebook.com/100000390191829/posts/3047757685247208/

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Israel Bubarkan Aksi Protes Hari Nakba, 5 Warga Palestina Terluka

Next Post

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Next Post
Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Pesona Dunia yang Hanya Sementara

Akhir Ramadan

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    277 shares
    Share 111 Tweet 69
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8556 shares
    Share 3422 Tweet 2139
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11393 shares
    Share 4557 Tweet 2848
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Rakerwil Salimah Jakarta Konkretkan Kesolidan untuk Program Berdampak

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4382 shares
    Share 1753 Tweet 1096
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3849 shares
    Share 1540 Tweet 962
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga