• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 15 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Sahabat Guru Indonesia Jadi Program ACT untuk Guru Prasejahtera

26/11/2019
in Berita
76
SHARES
583
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Mengabdi menjadi guru terkadang bukanlah sebuah jalan mudah, terutama untuk para guru yang kondisi ekonominya terbatas. Misalnya, guru honorer dan guru tahfiz yang berpenghasilan di bawah UMR. Menurut Data Pokok Pendidikan Nasional (Dapodik) Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, ada 1.070.662 guru yang masih berstatus honorer dengan pendapatan di bawah UMR (rata-rata Rp300.000 sampai dengan Rp500.000 per bulan).

Fakta tersebut mendorong Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, yakni program bantuan beaguru untuk guru prasejahtera, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Senin (25/11). Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan tujuan utama program Sahabat Guru Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi perbaikan pada permasalahan pendidikan di Indonesia. Salah satunya pada kesejahteraan ekonomi para guru.

[gambar1] Kesaksian para guru dalam menceritakan pengalamannya sebagai guru di daerah masing-masing

"Program ini sebagai medium untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi. Guru merupakan elemen penting dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun karakter anak bangsa. Kami ingin terus menebar manfaat dan menjadi jembatan dari jiwa-jiwa dermawan baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami percaya barang siapa yang memberikan kemudahan (membantu) saudara yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat,” ungkapnya.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan menambahkan fakta bahwa guru di berbagai pelosok negeri banyak yang berpendapatan sangat kecil.

“Masih tingginya jumlah guru berpenghasilan rendah seakan menjadi pekerjaan rumah bersama. Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan negeri butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji Rp500.000 per bulan. Itu pun tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya,” ungkap Wahyu.

Melalui program Sahabat Guru Indonesia, para guru prasejahtera di Indonesia akan menerima beaguru untuk menunjang ekonomi mereka. Adapun kriteria guru yang menerima manfaat dari program ini adalah mereka yang berpenghasilan di bawah Rp1juta (termasuk guru honorer dan guru tahfiz), berasal dari wilayah prasejahtera dan memiliki dedikasi mengajar yang tinggi untuk siswa-siswanya.
[gambar2] Ketua Dewan Pembina, Ahyudin sedang memberikan inspiration speech kepada para peserta acara program Sahabat Guru Indonesia
Sementara itu, tantangan untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa pun terus muncul. Misalnya, sulitnya akses menuju sekolah, fasilitas sekolah yang belum memadai, hingga minimnya pendapatan para guru. Salah satu cerita pengalaman menjadi guru honorer selama 10 tahun di MI Al Huda Rancapinang, hadir dari seorang guru bernama M. Ramsudin Fajri.

“Pada tahun 2009 saya mengajar dengan sukarela tanpa ada yang bayar satu rupiah pun. Tapi semua itu terus saya jalani tanpa terhenti ditengah jalan karena pada waktu itu sekolah kami belum mendapatkan izin operasional dari Departemen Agama Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 2010 sekolah kami baru mendapatkan izin operasional dari instansi terkait dengan jumlah murid sebanyak 21 orang dengan kondisi bangunan sekolah masih gubuk yang memiliki 2 ruang belajar dengan ukuran ruangan panjang 3×3 m2,” ungkap Fajri.

Semua operasional yang ada pun merupakan hasil jerih payah swadaya masyarakat. Pada tahun yang sama, para guru di sana baru mendapat gaji per bulan Rp100.000 dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Sedangkan pada tahun 2013 sampai dengan saat ini, mereka mendapatkan gaji per bulan Rp300.000 dan dibayarkan setiap 3 bulan sekali.

“Proses belajar mengajar terus berlangsung walaupun kami harus bergantian dengan guru lainnya demi bisa mencari nafkah buat istri dan anak-anak kami. Semua itu tetap tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap mengajar di sekolah karena saya yakin suatu saat Allah akan memberi kemudahan,” tambah Fajri.

Gaji yang sangat kecil ini sangat tak berbanding dengan kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh keluarga guru. Oleh sebab itu, tak sedikit dari mereka yang harus bekerja lagi sepulang mengajar. Lukman misalnya, guru honorer di SMP Terbuka 17 Bekasi sepulang mengajar akan melanjutkan pekerjaan sebagai pengemas produk madu. Usaha ini ia lakukan demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
[gambar3] (dari kiri ke kanan) Direktur ACT- Nurman Priatna, Presiden ACT-Ibnu Khajar, Ketua Dewan Pembina-Ahyudin, dan Direktur Program ACT Wahyu Novyan berdiskusi terkait kondisi pendidikan Indonesia saat ini dan memberikan speech terkait program Sahabat Guru Indonesia
“Kalau menggantungkan pemasukan dari mengajar saja tak cukup ya, tapi tak masalah. Saya mengabdikan diri sebagai guru, mengajarkan anak-anak yang sebagian besar datang dari keluarga perekonomian prasejahtera,” tutur Lukman.

Dalam memperingati Hari Guru Nasional, masih banyaknya jumlah guru honorer prasejahtera menjadi refleksi bersama untuk pendidikan Indonesia.

“Program ini akan memberikan tunjangan kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih berpenghasilan tak menentu dan rendah. Semoga program ini dapat menyemangati para guru dan pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik,” tutup Wahyu Novyan. [Wnd/rls]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Yuk, Memilih Liburan Sekolah Terbaikmu!

Next Post

ACT Layani Ratusan Korban Konflik Gaza di Indonesia Medical Clinic

Next Post

ACT Layani Ratusan Korban Konflik Gaza di Indonesia Medical Clinic

JIGSc Borong Piala

Dear JIGSc, JISc dan JIBBS Teachers

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9109 shares
    Share 3644 Tweet 2277
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4123 shares
    Share 1649 Tweet 1031
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4399 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • Garuda Indonesia Tawarkan Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisatawan Asing

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2421 shares
    Share 968 Tweet 605
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga