• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Rahmawati Husein Tekankan Masyarakat Dalami Edukasi Kesiapsiagaan Bencana

24/08/2019
in Berita
72
SHARES
552
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Masyarakat wajib mendalami edukasi dan harus terus diedukasi perihal kesiapsiagaan bencana agar timbul kesadaran atas potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Center (MDMC) Rahmawati Husein,dalam diskusi bencana Bertajuk “Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita?”, Jumat, (23/8/2019) di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

Rahmawati mengungkapkan pengetahuan masyarakat soal kebencanaan masih minim. Maka dari itu, diskusi ini perlu dilakukan sebagai salah satu langkah mitigasi dan edukasi agar masyarakat dapat bertindak secara proporsional dan efisien.

“Karenanya, perlu edukasi diri sendiri bahwa tidak semua gempa harus berlindung di bawah meja. Itulah pentingnya mengenal‎ jenis-jenis gempa, skala, dampak, dan cara menghadapinya. Jujur pengetahuan kita masih sangat minim,‎” kritik Rahmawati terhadap masyarakat Indonesia yang pasif terhadap edukasi kesiapsiagaan bencana.

Lebih lanjut, Rahmawati menilai bahwa masyarakat itu kebanyakan tahu gempa hanya sekadar namanya saja, terkait apa itu gempa tidak ada yang bisa jawab, karena memang hanya baca gempa saat sudah kejadian.

Dia juga menyadari, mengedukasi masyarakat itu tidak bisa hanya sekali tetapi terus-menerus. Dari edukasi itu muncul pengetahuan kemudian tumbuh kesadaran untuk melakukan sesuatu. 

“Pengetahuan kenapa gempa bisa terjadi dan apa dampaknya buat mereka, mereka (masyarakat) hampir tidak tahu, apalagi apa yang disampaikan oleh yang kalangan advanced seperti soal gempa megathrust,” ujar wanita berkamacata tersebut.

Pengetahuan yang perlu dimiliki masyarakat soal kebencanaan, lanjut Rahmawati, setidaknya terkait risiko bencana di daerahnya sendiri. Dengan begitu masyarakat bisa meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

“Kalau masyarakat tidak paham, maka dia kan tidak ada upaya mengurangi risiko, ini jadi sangat penting, pengetahuan yang terus-menerus,” tandasnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu mengetahui standar bangunan berkonsep tahan gempa. Hal ini agar rumah-rumah yang dibangun lebih aman dan lebih kecil risikonya.

Aspek lainnya yang harus diperhatikan untuk menularkan kultur sadar bencana yakni terkait lingkungan. Lingkungan masyarakat harus diupayakan secara berkelanjutan untuk memiliki kesadaran kebencanaan dan kesetiakawanan sosial. 

“Bencana terjadi karena ada manusia. Kalau enggak ada manusia, ya enggak akan terjadi bencana. Misalnya di tengah Pasifik sering terjadi gempa tetapi tidak menimbulkan bencana. Karena itu, manusia menjadi penting, manusia perlu diedukasi, jika sudah ada edukasi timbul kesadaran, kalau ada kesadaran, timbul tindakan,” kata Rahmawati, saat ditemui ChanelMuslim.com setelah diskusi.[ind/Syifa]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peneliti Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN): Megathrust Selat Sunda Tidak Berdampak untuk Jakarta

Next Post

Kampus Umar Usman Lahirkan Pebisnis Millenial Lewat Business Pitching

Next Post

Kampus Umar Usman Lahirkan Pebisnis Millenial Lewat Business Pitching

OVO dan BAZNAS Kembangkan Kampung Tanggap Bencana di Banten

Ibu Ibukota Awards 2019 Gelar Bincang bertajuk Ibu, Citra Kreatif Keluarga

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8373 shares
    Share 3349 Tweet 2093
  • Pengurus Salimah Kalimantan Selatan Ikuti Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4293 shares
    Share 1717 Tweet 1073
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3777 shares
    Share 1511 Tweet 944
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2118 shares
    Share 847 Tweet 530
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1245 shares
    Share 498 Tweet 311
  • Salimah Kudus Tingkatkan Soliditas Pengurus Cabang hingga Ranting

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga