• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 18 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Aktivis JAS Ditangkap Aparat Saat Latihan ‘Militer’

21/02/2016
in Berita
72
SHARES
552
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

images
Chanelmuslim—Sebanyak 50 orang anggota Jamaah Ansorus Syariah (JAS) tak menduga jika latihan ala militer mereka di lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (19/2/2016) dipantau aparat.

Gabungan aparat dari Kodim 0706 dan Polres Temanggung pun bergerak ke puncak, tempat latihan, dan meminta mereka menyetop latihan. Mereka digiring ke Mapolres untuk penyelidikan.

Mereka, menurut versi aparat gabungan TNI dan polisi, kedapatan membawa 5 pucuk senapan angin, 3 buah sangkur, 1 tas yg berisi buku dan bendera lambang gerakan Islam tertentu.

Dari jumlah peserta latihan, 30 orang berasal dari Solo dan 20 orang lainnya berasal dari warga Temanggung. Rencananya mereka berada di lereng Gunung Sumbing tersebut hingga hari Ahad ini. Mereka tiba di Dusun Jambon Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, pada Jumat tengah malam, dengan menggunakan sebuah mobil ambulance dan minibus.

Mobil ambulance tersebut dititipkan di rumah seorang warga lokal, sebelum melakukan pendakian ke atas lereng gunung menggunakan minibus. Para peserta mengenakan sepatu dan celana lapangan (PDL), kaos berlogo JAS, rangsel punggung, serta alas tidur. Lahan Perhutani Sikendil Wonotirto, di kawasan itu menjadi pusat latihan yang dituju.

Aparat gabungan yang sudah memantau pergerakan mereka merangsek ke rumah warga yang dititipi mobil ambulance, Suparlan. Dalam penggerebekan itulah aparat kabarnya menemukan senjata rakitan, buku-buku dan bendera. Seorang remaja, Mif (15) yang diminta menjaga mobil diamankan petugas.

Setelah mendapatkan barang bukti dan saksi, aparat gabungan bergerak menuju lokasi latihan yang saat itu tampak berkabut dan cukup gelap. Di lokasi latihan itulah semua peserta diminta berhenti latihan dan diamankan.

Tudingan melakukan latihan militer tersebut dibantah pengurus JAS Jawa Tengah. Humas JAS Jateng, Endro Sudarsono, menyatakan, kegiatan yang dilakukan oleh sekitar 50 orang anggota JAS itu merupakan kegiatan diklat Tanggap Bencana. Kegiatan itu dilakukan selama tiga hari sejak Jumat-Ahad. Diklat ini, katanya, diikuti oleh peserta asal Solo, Semarang, Sukoharjo, Kendal, Karanganyar dan Klaten.

“Diklat ini tujuannya untuk membekali anggota JAS untuk mengantisipasi berbagai bencana alam di Jateng. Melalui berbagai ketrampilan seperti P3K, survival, dan baris berbaris (PBB). Jadi tidak ada pelatihan militer, ” kata Endro, seperti dikutip Vivanews (20/2/2016).

Selain menyayangkan informasi yang miring itu, pihaknya juga menyayangkan upaya pembubaran dan penangkapan anggotanya oleh aparat. Menurut Endro, kegiatan diklat terpaksa dibatalkan karena Polres Temanggung menyita beberapa senapan angin dan beberapa jenis pisau dari warga di kaki Gunung Sumbing. “Panitia akhirnya berinisiatif menarik peserta diklat dari kawasan puncak Gunung Sumbing, lalu memberi klarifikasi kepada Polres Temanggung, ” ujarnya.

Kasus ini hingga berita ini diturunkan masih dalam penyelidikan kepolisian Temanggung. (mr/foto:jurnalislam)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Warga Jabodetabek, Mulai Ahad Ini Kantong Plastik Tak Gratis Lagi

Next Post

Mencari Celah di Industri Fesyen Muslim

Next Post

Mencari Celah di Industri Fesyen Muslim

Ayam Popcorn Kriuk

Ayam Popcorn Kriuk

Penyebab Kuteks Tidak Boleh Digunakan

Ini Nutrisi Lidah Sapi yang Belum Anda Ketahui

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    4925 shares
    Share 1970 Tweet 1231
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    539 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1731 shares
    Share 692 Tweet 433
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3390 shares
    Share 1356 Tweet 848
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7853 shares
    Share 3141 Tweet 1963
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2850 shares
    Share 1140 Tweet 713
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5240 shares
    Share 2096 Tweet 1310
  • Dari Dokumentasi ke Cerita: Salimah Kota Bekasi Bekali Humas Skill Fotografi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga