• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 27 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Persoalan Dana Alokasi Khusus Tak Kunjung Selesai

20/03/2022
in Berita
Persoalan Dana Alokasi Khusus Tak Kunjung Selesai

Persoalan Dana Alokasi Khusus Tak Kunjung Selesai

74
SHARES
568
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Persoalan Dana Alokasi Khusus (DAK) tak kunjung selesai dan terus berulang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Anis Byarwati, Rabu (16/3/2022).

Beberapa pandangan yang disampaikan Anis antara lain sebagai berikut.

Pertama, Anis mengingatkan bahwa sejak digulirkannya Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) termasuk DAK yaitu tahun 2001 hingga 2022 saat ini, permasalahan yang menyebabkan terhambatnya pelaksanaan TKDD masih sama.

Permasalahan yang terjadi pada tahun 2021 seperti keterlambatan juknis, ternyata masih sama dengan puluhan tahun lalu.

“Jika kita perhatikan berbagai penelitian atau berbagai informasi yang didapatkan dari kunjungan-kunjungan kerja BAKN, kita menemukan permasalahan yang sama. Tidak bergerak,” kata Anis.

Ia mengungkapkan penelitian yang dilakukan oleh BAPPENAS pada tahun 2011 yang sudah secara khusus menelaah tentang DAK.

Penelitian tersebut mengungkap kelemahan DAK termasuk apa saja poin-poin yang menjadikan DAK tidak efektif serta rekomendasinya.

Temuan BAKN pada hari ini, ternyata sudah ditemukan oleh penelitian BAPPENAS pada tahun 2011.

Salah satunya tentang definisi DAK yang sebetulnya ditujukan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional, namun dalam pelaksanaannya bergeser.

Baca Juga: Anis Byarwati: Dekat ke Allah agar Masyarakat Dekat

Persoalan Dana Alokasi Khusus Tak Kunjung Selesai

“Definisi yang ambigu ini, ternyata sudah ditemukan dalam penelitian BAPPENAS tahun 2011. Dan sekarang, permasalahan yang ditemukan juga masih sama,” tutur Anis.

Ia pun menyesalkan persoalan sama yang telah terjadi berpuluh tahun, hingga saat ini belum mengarah kepada solusinya.

“Kami berharap dengan BAKN menelaah secara khusus, DAK ini bisa diperbaiki,” ucapnya.

Terkait dengan komposisi TKDD, DAK dengan alokasi anggaran 7% terhitung paling kecil dibandingkan dengan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang alokasi anggarannya di atas 10%.

Namun, anggota Komisi XI DPR RI ini melihat permasalahan sebenarnya bukan tentang besar atau kecilnya nilai anggaran akan tetapi  bagaimana tata kelolanya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan DAK yang benar-benar sesuai dengan tujuan peruntukannya serta tata kelolanya, menjadi masalah di daerah.

“Walaupun jumlahnya kecil, bukan berarti DAK tidak punya implikasi. DAK jelas memiliki implikasi terhadap kepentingan nasional karena ia merupakan dana yang dialokasikan untuk prioritas nasional di daerah. Jadi nasional akan terganggu ketika DAK tidak diimplikasikan dengan baik,” tegasnya.

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga menyampaikan tentang tingginya ekspektasi daerah untuk mendapatkan TKDD yang sudah terjadi sejak lama.

Hal ini disebabkan karena ketergantungan daerah kepada pusat untuk membangun daerahnya.

Hampir seluruh daerah hanya memiliki porsi PAD tidak lebih dari 20% untuk pembangunan daerahnya, sementara 80% anggaran daerah menggantungkan diri kepada TKDD termasuk di dalamnya DAK.

“Komposisi ini menggambarkan kemandirian fiskal di Indonesia sangat memprihatinkan. Bertahun-tahun kita sudah memberikan transfer dari pusat, tapi hingga saat ini setelah 20 tahun berlalu, daerah belum bisa membangun kemandirian fiskalnya.

“Jika pusat telat mengirimkan transfer ke daerah, maka pembangunan di daerah otomatis terhambat. Dan situasi ini sangat memprihatinkan,” tegas Anis.

Oleh karena itu, politisi senior PKS ini menyarankan agar pemerintah memberikan masukan-masukan yang lebih tajam kepada BAKN dan tidak hanya bersifat normatif.

Hal ini dibutuhkan karena BAKN akan melaporkan hasil kajian-kajian dan penelaahan yang telah disusunnya kepada pimpinan DPR RI.

Salah satu masukan yang perlu dipertajam menurut Anis yaitu mengenai tata kelola DAK ke depan agar lebih baik dan tidak terjadi lagi hal-hal yang sekarang ini masih menjadi permasalahan.

“Walaupun sudah ada UU HKPD yang telah disahkan DPR, namun masih  banyak daerah yang mengeluhkan implementasinya terutama untuk pasal-pasal yang masih memberatkan bagi daerah. Sehingga UU ini belum menjawab permasalahan yang ada,” pungkasnya.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI melakukan rapat dengan Dirjen Anggaran & Dirjen Keuangan Kementerian Keuangan, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas dan Dirjen Bina Keuangan Daerah & Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri untuk membahas penelaahan BAKN terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI terkait tindak lanjut dan solusi permasalahan Dana Alokasi Khusus (DAK).[ind]

 

Tags: anis byarwatiPersoalan Dana Alokasi Khusus Tak Kunjung Selesai
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Club King’s Archery School Ajak Anak Asah Mental Melalui Panahan

Next Post

Indonesia Modest Fashion Day, Event Modest Fashion Pertama di Dubai Expo 2020

Next Post
Indonesia Modest Fashion Day, Event Modest Fashion Pertama di Dubai Expo 2020

Indonesia Modest Fashion Day, Event Modest Fashion Pertama di Dubai Expo 2020

Melatih Diri Dekat dengan Al-Qur'an

Kiat Melatih Diri Dekat dengan Al-Qur'an

Resep Mie Kuah Ayam Labu Siam untuk Temani Makan Siangmu

Resep Mie Kuah Ayam Labu Siam untuk Temani Makan Siangmu

  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    442 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2172 shares
    Share 869 Tweet 543
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    524 shares
    Share 210 Tweet 131
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8509 shares
    Share 3404 Tweet 2127
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4354 shares
    Share 1742 Tweet 1089
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3834 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • Resep Pesor Khas Betawi Pengganti Ketupat Lebaran

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Menghina Allah dalam Hati

    519 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Tips Membedakan Kerupuk Kulit Babi dan Kulit Sapi

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga