• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 17 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Perjalanan Organisasi LGBT di Indonesia

12/11/2015
in Berita
124
SHARES
951
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
foto: bbc.com
foto: bbc.com

Chanelmuslim.com – Pada awal tahun 1960, organisasi LGBT Indonesia mulai muncul. Yaitu berdirinya Himpunan Wadam Djakara (Hiwad) yang difasilitasi Gubernur DKI Jakarta, Jenderal  Ali Sadikin.

Istilah wadam atau wanita adam diperkenalkan sebagai ganti dari kata banci atau bencong. Istilah wadam ini pun akhirnya diganti lagi pada tahun 1978 dengan waria (wanita pria). Penggantian ini karena adanya kritik dari Majelis Ulama Indonesia yang mengecam penggunaan nama nabi (Adam) untuk istilah wadam.

Pada tahun 1982, kalangan pria homoseksual merintis organisasi Lambda Indonesia. Istilah kunci yang digunakan dalam dokumen pendirian adalah emansipasi. Artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Lambda Indonesia yaitu G: gaya hidup ceria (1982-1986). Dari sini, mulailah para gay dan lesbian menunjukkan identitasnya. Secara hukum, homoseksual bukan kejahatan menurut KUHP.

Organisasi mulai melakukan kajian-kajian baru tentang penafsiran ajaran dasar tentang LGBT baik di agama Islam maupun Kristen.

Pada 1986, lesbian Jakarta mendirikan Persatuan Lesbian Indonesia (Perlesin). Hal ini muncul adanya kasus perkawinan dua wanita pada tahun 1981 yang mendapat liputan media massa. Organisasi ini hanya berjalan selama kurang dari setahun.

Pada 1985, cabang Lambda Yogjakarta mendirikan Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY). Organisasi ini mendirikan majalah Jaka. Dan Lambda Surabaya pun mendirikan Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara atau Gaya Nusantara. Mereka mendirikan majalah dengan nama yang sama.

Pada tahun 1988, PGY mengganti nama menjadi Gay Society. Mereka mengadakan pertemuan dan diskusi secara berkala di Yogyakarta dan akhirnya meluaskan keanggotaan sampai ke Jawa Tengah.

Pada tahun 1990, berdiri beberapa organisasi sejenis di Bandung, Jakarta, Pekanbaru, Denpasar, Malang, dan Makasar. Para Lesbian dan gay juga berusaha mengorganisir diri lagi di Jakarta, Makasar, dan Singaraja. Terbentuklah Chandra Kirana yang merupakan kumpulan lesbian di Jakarta.

Pada tahun 1993, sudah terdapat banyak organisasi dan aktivis sehingga mampu menyelenggarakan Kongres Lesbian dan Gay Indonesia pertama (KLGI I) di Kaliurang Yogyakarta. Pendirian organisasi cabang pun kian merebak ke berbagai daerah: Medan, Batam, Ambon dan lainnya.

Kongres berikutnya pun digelar lagi: KLGI II di Lembang tahun 1995, KLGI III di Denpasar tahun 1997. Peserta bukan hanya individu, tapi perwakilan aktivis  organisasi, di antaranya kesehatan. Kongres yang terakhir yang pertama kali mendapat liputan koran daerah.

Bentuk pertemuan bervariasi cara, antara lain pesta kecil dan pesta besar yang dilakukan di cafe atau vila di tempat wisata. Pesta paling terkenal di tahun 1990 adalah September Ceria yang diselenggarakan pada setiap malam minggu pertama setiap bulan September di kota wisata Tawangmangu di dekat Solo.

Selama tahun 1990-an, komunitas lesbian mengadakan pertemuan dan acara-acara di berbagai kota di Indonesia. Di akhir tahun 90-an didirikan organisasi Swara Srikandi di Jakarta. Kaum lesbian baik secara terbuka maupun terselubung berperan aktif dalam gerakan feminisme yang kian berkembang.

Pasca reformasi 1998, gerakan ini kian berkembang pesat dengan cakupan yang luas. Pada Desember 1998, Kongres Perempuan Indonesia secara resmi mengikutsertakan perwakilan dari lesbian, dan gay atau LBT.

Pada tahun 2007 berdiri jaringan gay, waria dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki lain yang disingkat GWL-INA dan mendapat dukungan secara nasional, maupun internasional.

Pada tahun 2008, setelah konferensi internasional lesbian, gay, bisexual, trans and intersex association (ILGA) tingkat Asia yang ketiga di Chiang Mai, Thailand, enam organisasi LGBT yang berkantor pusat di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta bergabung memperkuat gerakan mereka. Langkah ini menjadi awal forum LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex, and Queer) di Indonesia.

Forum ini pada tahun 2012, sudah masuk dalam laporan masyarakat madani yang dikoordinir oleh Human Rights Working Group (HRWG) sebagai laporan berkala Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Pada tanggal 13-14 Juni 2013, diselenggarakan dialog komunitas LGBT Nasional yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali. Acara ini dihadiri 71 peserta dari 49 lembaga yang mewakili keragaman organisasi LGBT di Indonesia. Hadir juga wakil-wakil dari pemerintah pusat, lembaga HAM, lembaga donor, perguruan tinggi, dan lain-lain. Dialog diselenggarakan oleh UNDP bersama USAID sebagai mitra. (mh)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jumlah LGBT di Indonesia 3% dari Jumlah Penduduk Indonesia

Next Post

16 Jamaah Haji Masih Berada di Arab Saudi

Next Post

16 Jamaah Haji Masih Berada di Arab Saudi

Komitmen Layani Umat : MUI Lakukan Kerjasama Dengan Indosat

Inilah Kisah Sodomi Pertama di Muka Bumi (1)

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Lantik Pengurus Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting se Kabupaten Kudus, Salimah Bekali Tips Produktif Selama Ramadan

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2923 shares
    Share 1169 Tweet 731
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1720 shares
    Share 688 Tweet 430
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3502 shares
    Share 1401 Tweet 876
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11160 shares
    Share 4464 Tweet 2790
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4458 shares
    Share 1783 Tweet 1115
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7975 shares
    Share 3190 Tweet 1994
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    4990 shares
    Share 1996 Tweet 1248
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga