• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 10 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Penuhi Pangan, Santri di Pesantren Ash Shalahuddin Berjualan Kerupuk Lele

07/11/2019
in Berita
73
SHARES
564
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Menempuh jarak hampir 45 kilometer dari kota Bandung dengan waktu tempuh sekitar 120 menit, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Barat berkunjung ke Pesantren Ash Shalahuddin. Pesantren ini bertempat di Desa Sindang Kerta, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Tepat saat memasuki area pesantren, terlihat gapura dengan tulisan pesantren enterpreuner.
Pesantren yang berdiri sejak 1956 tersebut mengusung pendidikan agama Islam serta kewirausahaan bagi para santri dan santriwatinya. Pimpinan pesantren Ustaz Asep menuturkan, para santri diajarkan memegang prinsip Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa kemiskinan dapat mendekatkan dengan kekufuran. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kemiskinan ialah dengan berniaga.

“Santri di sini diajarkan untuk berjualan. Salah satu produknya ialah makanan dari olahan ikan lele, mulai dari kerupuk, abon, hingga stik lele dengan harga 2-20 ribu rupiah,” ungkap Ustaz Asep.
Adi Saputra merupakan salah satu santri yang juga ikut belajar kewirausahaan dengan menjajakan produk olahan pesantren ke warga sekitar. Adi biasa menjajakan kerupuk lele dengan harga Rp2.000 per kemasan. Pendapatannya pun bisa mencapai Rp80.000 – Rp120.000 dalam sekali keliling.
Namun, tak jarang ia juga tidak mendapatkan pembeli sama sekali. “Kalau nggak laku ya sedih, tapi nggak apa-apa juga kan sambil belajar,” tutur Adi yang merupakan santri yatim di Pesantren Ash Shalahuddin.
Pesantren Ash Shalahuddin dihuni oleh santri dari kalangan keluarga perekonomian pra sejahtera dan yatim. Mereka belajar di pesantren secara gratis. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,  termasuk pangan. Para santri bisa berjualan produk olahan lele. Cara ini juga menjadi salah satu materi belajar, apalagi pesantren melabeli diri sebagai pesantren enterpreuner.
“Tiap Senin sampai Jumat ada jadwal berjualan dari jam 2 siang sampai jam 5 sore, santri menjajakan olahan dari lele dengan cara berkeliling permukiman sekitar pesantren,” ungkap Asep.
Di dalam kompleks pesantren terdapat kolam-kolam tempat lele hidup. Bersama sekitar 57 santri dan 9 tenaga pengajar, mereka terlibat dalam produksi olahan lele bahkan sejak pemeliharaan di kolam. Nantinya semua pendapatan dari usaha lele ini digunakan untuk keperluan pesantren dan para santrinya.
Di hari Kamis itu juga (31/10), ACT memberikan satu ton beras untuk Pesantren Ash Shalahuddin. Beras ini merupakan kelanjutan dari program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) yang ACT luncurkan pada 22 Oktober 2019, lalu. Peluncuran BERISI bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Harapannya dengan adanya beras ini dapat membantu kebutuhan pangan santri.

“Semangat belajar para santri ini perlu dijaga, salah satu cara yang ACT lakukan dengan program BERISI,” ungkap Kepala Cabang ACT Jabar Renno Mahmoeddin.

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tingkatkan Kualitas Guru, YPPU Nurul Izzah Gelar Pelatihan Menjadi Guru Hebat

Next Post

Bukan Layangan Putus

Next Post

Bukan Layangan Putus

Global Wakaf dan PMI Dea Malela Bangun Ekonomi Umat Lewat Ritel Wakaf

Rumah Zakat Rekomendasikan Inovasi Digital di World Zakat Forum 2019

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    216 shares
    Share 86 Tweet 54
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9284 shares
    Share 3714 Tweet 2321
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4206 shares
    Share 1682 Tweet 1052
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4787 shares
    Share 1915 Tweet 1197
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11746 shares
    Share 4698 Tweet 2937
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2468 shares
    Share 987 Tweet 617
  • Kemendiktisaintek Gandeng BAZNAS Perluas Akses Beasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga