SHALAT merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan lima kali sehari pada waktu-waktu tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (4:103).
Selain dimaknai sebagai bentuk ibadah dan pengingat spiritual, sejumlah kajian juga menyoroti potensi dampaknya terhadap kesehatan fisik dan psikologis.
Secara psikologis, pelaksanaan shalat dinilai dapat memberikan jeda dari aktivitas harian serta membantu individu mengurangi ketegangan mental.
Dari sisi spiritual, ibadah ini menjadi sarana refleksi dan penguatan hubungan dengan Tuhan, yang dalam Al-Qur’an (13:28) dikaitkan dengan ketenangan hati.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Binghamton, Amerika Serikat, mengkaji aspek biomekanik gerakan shalat dan hubungannya dengan nyeri punggung bawah.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa rangkaian gerakan dalam shalat, apabila dilakukan secara teratur dan dengan posisi yang benar, berpotensi memberikan efek yang serupa dengan beberapa bentuk terapi fisik untuk nyeri punggung bawah.
Peneliti mencatat bahwa tekanan terbesar pada area punggung bawah terjadi saat posisi membungkuk (ruku).
Namun, dengan penyesuaian posisi lutut dan punggung yang tepat, gerakan tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan dan nyeri.
Penelitian Menyoroti Potensi Manfaat Gerakan Shalat bagi Nyeri Punggung
Baca juga: Hukum Shalat Tarawih bagi Muslimah
Studi tersebut juga menguraikan potensi manfaat fisik dari setiap posisi dalam shalat:
- Berdiri: Berat badan terdistribusi secara merata pada kedua kaki.
- Ruku: Meregangkan otot punggung bawah, paha, betis, dan leher.
- Bangkit dari ruku: Membantu pelepasan ketegangan otot.
- Sujud: Meningkatkan fleksibilitas sendi serta memengaruhi aliran darah ke bagian atas tubuh.
- Sujud berulang: Dihubungkan dengan peningkatan sirkulasi darah dan oksigenasi tubuh.
Selain aspek gerakan fisik, kondisi relaksasi yang menyertai ibadah juga disebut berpotensi memengaruhi tekanan darah dan detak jantung, yang pada gilirannya dapat membantu relaksasi otot.
Dengan banyaknya manfaat fisik dari setiap posisi, tidak mengherankan jika mereka yang rutin melaksanakan shalat cenderung lebih jarang mengalami masalah kesehatan, khususnya masalah tulang belakang dan persendian.[Sdz]





