• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mengenal Parechovirus, Virus Penyebab Kerusakan Otak Bayi

19/05/2021
in Berita
Agar Bidadari Cemburu Padamu

Foto: Pexels

86
SHARES
665
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim.com-Virus Parechovirus ini menyerang Australia sejak 2013 dan lebih dari 100 bayi dilarikan ke rumah sakit karena virus yang diduga dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi ini.

Temuan ini akan dipresentasikan dalam Australasian Society for Infectious Diseases (ASID) Annual Scientific Meeting. Pertemuan digelar di Launceston pada akhir pekan ini.

Presiden ASID, Profesor Cheryl Jones, menuturkan Australia mengalami outbreak atau peningkatan kasus kejadian parechovirus pada akhir 2013 dan awal 2014. Kasus terutama ditemukan di Sydney. Kasus kemudian muncul lagi tahun lalu di New South Wales dan Queensland.

Dituturkan Prof Jones, pada 2013 lebih dari 100 bayi yang dibawa ke rumah sakit akibat parechovirus. Bayi-bayi tersebut mengalami kasus yang parah. Sementara untuk infeksi parechovirus yang ringan, Prof Jones tidak mengantongi datanya.

“Bayi yang terkena akan mengalami demam tinggi, muncul ruam, dan sering kali rewel sehingga dibawa ke rumah sakit. Anak-anak yang kita teliti, mereka yang memiliki infeksi di otak juga memiliki virus di cairan tulang belakangnya,” terang Prof Jones dikutip dari news.com.au, Sabtu (23/4/2016).

Virus tersebut menyebar melalui kontak langsung cairan napas, air liur atau tinja dari orang yang terinfeksi. Untuk virus ini, sejauh ini tidak ada vaksin.

“Kita perlu melakukan studi pada besar anak-anak ini begitu mereka berusia 3-5 tahun, untuk benar-benar memahami konsekuensi jangka panjangnya. Juga perlu penelitian di masa depan terkait cara-cara untuk mencegah infeksi,” sambung Prof Jones.

Virus ini pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat pada tahun 90-an. Disebut-sebut, virus ini bisa memengaruhi kemampuan gerak dan pemecahan masalah pada anak.

Departemen Kesehatan New South Wales menggarisbawahi higienitas yang baik merupakan cara terbaik untuk melawan virus ini. Karena itu disarankan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun pada saat: selesai dari toilet, sebelum makan, setelah mengelap hidung, juga setelah mengganti popok dan pakaian anak.

“Pastikan mulut dan hidung tertutup saat batuk dan bersin. Usap hidung dan mulut dengan tisu, buang tisu bekasnya dan kemudian cuci tangan Anda,” begitulah pesan kesehatan disampaikan.

Sementara itu, diimbau bagi orang yang sedang tidak sehat, misalnya sedang pilek, flu, atau ada masalah pencernaan agar menjauh dari bayi. Namun, jika Anda sedang tidak sehat dan harus mengasuh bayi, pastikan selalu mencuci tangan atau menggunakan antiseptik berbasis alkohol sebelum menyentuh bayi ataupun sebelum menyusuinya.

Kasus bayi yang terkena parechovirus antara lain adalah Phineas. Kasusnya memang sudah cukup lama, pada Mei 2010, bayi yang saat itu berusia 3 minggu tiba-tiba lesu dan demam. Saat dibawa ke rumah sakit, si bayi bertambah lesu dan kurang responsif sehingga perawat pun memanggil konsultan.

Saat itu, dokter tidak tahu apa yang menyebabkan gejala tersebut. Phineas pun mulai kekurangan oksigen. Kadar gula darahnya sangat rendah sehingga dikhawatirkan merusak otak dan berakibat fatal. Aneka pompa dan alat medis pun menempel di tubuh bayi mungil itu demi memantau suhu tubuh, detak jantung dan kadar oksigen.

Phineas pun harus menjalani rontgen dada, pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahu tanda-tanda peradangan otak, tes darah dan tes urine. Namun, saat itu para dokter belum mengetahui penyebab pastinya. Hingga akhirnya kondisi Phineas stabil. Setelah diteliti, dokter memastikan penyebab kondisi yang dialami Phineas adalah parechovirus.

Parechovirus adalah virus yang umum dan sering tidak menyebabkan masalah selain demam serta tidak enak badan. Tapi karena Phineas saat itu masih sangat muda jadi sistem kekebalan tubuhnya belum matang dan kewalahan menghadapi serangan virus.
(ind/dethealth)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Salah Kaprah tentang Pahlawan Wanita

Next Post

PBB Pertanyakan Penerapan Syariat Islam Arab Saudi

Next Post

PBB Pertanyakan Penerapan Syariat Islam Arab Saudi

Bisakah Belajar Dengan Ini ?

Jangan Mencuci Muka dengan Air Hangat, Ini Alasannya

Grand Final Baca Kitab Kuning, Jazuli: Aqidah PKS Ahlu Sunnah Wal Jama’ah

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    484 shares
    Share 194 Tweet 121
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4097 shares
    Share 1639 Tweet 1024
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Banjir Rob hingga 3 Februari 2026

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3434 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7901 shares
    Share 3160 Tweet 1975
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Menyoal Kesahihan Hadits Makan Garam

    214 shares
    Share 86 Tweet 54
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2871 shares
    Share 1148 Tweet 718
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga