• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 5 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kisah Pilu Sepatu Sempit Anak SMK di Samarinda

07/05/2026
in Berita
Kisah Pilu Sepatu Sempit Anak SMK di Samarinda

Ilustrasi, foto: annibuku.com

73
SHARES
564
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEORANG siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya meninggal dunia, Jumat (24/4) dinihari. Anak yatim ini wafat diduga karena terus mengenakan sepatu sempit yang mengakibatkan kedua kakinya bengkak dan infeksi.

Namanya Mandala Rizky Syah Putra, 16 tahun, warga Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Siswa kelas 11 SMKN 4 Samarinda ini dikenal baik oleh teman-teman dan gurunya. Anaknya memang pendiam, tapi aktif di kegiatan sekolah.

Rahasia Kemiskinan yang Tersimpan

Di balik kebaikan sosoknya, ternyata Mandala menyimpan kesusahan yang mendalam. Ia harus tampak tegar di hadapan ibunya, Ratna Sari (40 tahun), yang menanggung empat anak yang masih kecil setelah suaminya meninggal dunia.

Sehari-hari, ibunya itu mencari nafkah dengan berjualan risoles, berkeliling kampung. Selain kebutuhan sehari-hari, Ratna Sari juga harus membayar kontrakan sederhananya.

Keadaan inilah yang menjadikan Mandala menyepelekan ukuran sepatunya yang sudah sangat sempit. Ukuran kakinya sudah 43, tapi sepatu yang sudah lama ia pakai masih ukuran 40. Di bagian bawah sepatu warna hitam itu pun sudah ada bagian yang jebol.

Program Magang di Retail Besar

Derita sepatu sempit Mandala kian ia rasakan berat setelah mengikuti program magang di sebuah retail besar di Kota. Ia tak lagi duduk di bangku sekolah mengikuti pelajaran seperti biasanya. Tapi, harus berdiri selama 8 jam sehari sebagai tenaga magang.

Sebenarnya, pihak retail besar itu sudah sangat baik. Mandala mendapatkan ‘uang saku’ sebesar 840 ribu rupiah. Meskipun hal itu harus ditebus Mandala dengan berdiri sejak pukul 2 siang hingga sekitar jam 10 malam.

Ibunya pernah menanyakan perihal sepatu sempit itu ke Mandala: apa kamu mau beli sepatu dulu, Nak? Begitu kira-kira yang ditanyakan Ratna Sari ke putranya.

Tapi, jawaban Mandala begitu tegar: buat kebutuhan kontrakan dulu, Bu. Itulah yang kira-kira disampaikan Mandala kepada ibunya. Tak sepeser pun uang saku itu ia ambil. Semua ia serahkan ke ibunya.

Sakit di Kaki yang Kian Parah

Sebenarnya, dua hari setelah mengikuti program magang, Mandala merasakan kakinya lebih sakit dari biasanya. Mungkin karena harus lama berdiri.

Tapi, hal itu ia abaikan. Untuk mengurangi rasa sakit dari sepatu yang kekecilan itu, Mandala memberikan bantalan di bagian dalam sepatu dengan busa bekas pembungkus buah apel.

Dari awalnya jari-jari kaki yang lecet dan infeksi, rasa sakit di kaki Mandala pun menjalar ke bagian pinggang dan punggungnya.

Kali ini rasa sakit itu tak lagi bisa ia lawan. Kedua kakinya bengkak. Dan, ia tak lagi bisa berangkat kerja magang.

Teman-teman dan pihak sekolah sempat datang menjenguk Mandala. Syukurnya, dikabarkan kalau Mandala sudah disuntik di sebuah klinik dekat rumahnya.

“Sebenarnya Mandala ingin dibelikan sepatu, Bu!” ucapnya suatu kali ke ibunya. “Tapi, Mandala lupa kalau sudah anak yatim,” tambahnya yang membuat wania yang sehari-hari bercadar ini sedih.

Di lain kesempatan, Mandala juga bilang ke ibunya, “Mandala ini anak laki. Tapi, mental Mandala tidak seperti anak laki. Mandala lemah, Bu!”

Tak sedikit pun terbetik di pikiran Ratna Sari kalau ucapan Mandala itu adalah yang terakhir ia ucapkan.

Pada Jumat jam 1 pagi (24/4), Ratna Sari mendapati putranya itu sudah terbujur kaku. Setelah mendapat bantuan dari tetangga dan pihak sekolah, Mandala dibawa ke rumah sakit dan dipastikan sudah meninggal dunia.

Derita sepatu sempit Mandala semoga tidak terjadi di siswa-siswi lain di negeri yang kaya ini. [Mh]

Sumber: Tribunnews.com

 

 

 

 

 

 

Tags: Kisah Pilu Sepatu Sempit Anak SMK di Samarinda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Panggilan Kesayangan Kepada Pasangan

Next Post

Ketahui Luka Masa Kecil yang Diam-Diam Terbawa Hingga Dewasa

Next Post
Ketahui Luka Masa Kecil yang Diam-Diam Terbawa Hingga Dewasa

Ketahui Luka Masa Kecil yang Diam-Diam Terbawa Hingga Dewasa

Lima Rekomendasi Jaket dan Sweater yang Cocok saat Musim Hujan

Lima Rekomendasi Jaket dan Sweater yang Cocok saat Musim Hujan

Tazkiyah, Poros Keseimbangan Aktivis Dakwah

Makna Kalimat Allah ada di Langit (Bagian 2)

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    1984 shares
    Share 794 Tweet 496
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9036 shares
    Share 3614 Tweet 2259
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4084 shares
    Share 1634 Tweet 1021
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4727 shares
    Share 1891 Tweet 1182
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Bahasa Gaul di Era Digital: Kreativitas Anak Muda atau Ancaman bagi Bahasa Indonesia?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Saudi Edu Expo 2026 Usai, Antusias Pengunjung Melonjak Lebih Tiga Kali Lipat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Buka Pendaftaran UKPPPG hingga 15 Agustus 2026

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga