• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 16 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kecintaan KH. Hasyim Asy’ari dan NU terhadap Bangsa Palestina

18/08/2016
in Berita
93
SHARES
719
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

kh-hasyim-asyari-kh-hasyim-ashari

Berbicara kemerdekaan RI, maka kita tidak lepas dari peran besar Nahdlatul Ulama sebagai organisasi muslim terbesar di Indonesia. Kipra lembaga yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari ini begitu besar. Bahkan gaungnya terasa hingga Palestina.

Sejarah mencatat, NU adalah lembaga terdepan dalam menggalang kemerdekaan Palestina. Pada tahun 1938, NU mengedarkan seruan kepada berbagai ormas dan Partai Islam seperti Muhammadiyah, Al Irsyad, PSII dan lainnya.

PBNU kala itu menyerukan kepada ormas dan partai Islam untuk bersikap tegas atas apa yang dilakukan bangsa Yahudi. NU juga mendesak masyarakat muslim untuk bahu membahu membantu rakyat Palestina dalam memperjuangkan agama dan kemerdekaan mereka dari kaum Zionis penjajah.

Dukungan NU tidak sekedar kata-kata. Jauh sebelum ramainya bantuan dana untuk Palestina saat ini, NU saat itu turut melakukan aksi penggalangan dana melalui Palestine Fonds (Dana Palestina).

Bahkan cabang-cabang NU di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk menjadikan tanggal 27 Rajab sebagai ‘Pekan Rajabiyah.’ Sebuah pekan yang menggabungkan perayaan Isra Miraj dengan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina merdeka. PBNU pun menyerukan kepada seluruh anggota NU dan umat Islam untuk melakukan Qunut Nazilah pada setiap salat fardhu.

Atas seruan ini, pemerintah kolonial bereaksi keras. Hoofd Parket (Kejaksaan Agung) memanggil  KH Mahfudz Shiddiq, selaku ketua PBNU. Hoofd Parket melarang Qunut Nazilah dan ‘Pekan Rajabiyah.’

Tak gentar dengan gertakan Belanda, ulama besar KH Hasyim Asy’ari, kemudian merespon reaksi pemerintah kolonial. Pada Mukatamar ke -14 Nadhlatul Ulama di tahun 1939, saat memberikan khotbah iftitah (pidato pembukaan).

Dalam buku KH Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren, Hadrotusy Syaikh, mengungkapkan, doa tersebut bukan untuk menghina golongan lain, seperti yang dituduhkan. Namun, semata-mata sebuah kewajiban solidaritas sesama umat Islam dan perintah Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaiahi Wassallam, kepada umatnya setiap menghadapi bencana. Hadratus Syaikh ketika itu dalam bahasa Arab mengemukakan,

“Tetapi para pembesar pemerintah meilhatnya tidak seperti yang dilihat Nadhlatul Ulama, sebab itu, melarang kita mengerjakan hal-hal yang telah lalu, yang telah kita lewati selama ini.”

Maka tidak heran dukungan NU kepada bangsa Palestina, membuat bangsa Arab begitu bangga. Indonesia, yang kala itu juga sedang terjajah, tidak pernah melupakan nasib saudaranya di Palestina. Itupun yang menggerakkan kecintaan rakyat Palestina kepada bangsa Indonesia.

Kini, satu-satunya negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang belum merdeka adalah Palestina. Maka sudah seyogyanya, kemerdekaan RI ke 71 ini, dapat kita hayati untuk berjuang bagi kemerdekaan Palestina. Sebagaimana telah dirintis oleh para ulama Indonesia terdahulu. [Pz]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pejabat India Usulkan Laki-laki Tidak Boleh Menatap Perempuan Lebih dari 14 Detik

Next Post

HUT RI ke-71, IMS Layani Dusun Mualaf Mentawai

Next Post

HUT RI ke-71, IMS Layani Dusun Mualaf Mentawai

Proklamator RI dan Uang $ 18.000 untuk Al Quds

Larangan Burkini Semakin Meluas di Prancis

  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8888 shares
    Share 3555 Tweet 2222
  • Rumah Zakat Latih 42 Relawan melalui Volunteer Basic Training 2026 di Bogor

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4004 shares
    Share 1602 Tweet 1001
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Empat Cara Memasak Brokoli agar Kandungan Gizi Terjaga

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11584 shares
    Share 4634 Tweet 2896
  • Makna dan Macam-macam Aurat dalam Islam

    221 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3472 shares
    Share 1389 Tweet 868
  • Kembali ke Zakopane Setelah 16 Tahun: Ketika Alam, Budaya, dan Teknologi Menjaga Pesona Sebuah Kota

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga