• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 15 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kebijakan Baru Perpajakan Belum Berpihak pada Kondisi Ekonomi Masyarakat Menengah Bawah

05/01/2023
in Berita
DPR Soroti Evaluasi Implementasi Coretax dan Strategi Penguatan Penerimaan Negara

(foto: Pixabay)

76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEBIJAKAN baru perpajakan belum berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat menengah bawah. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati saat menyoroti PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.

Menurutnya, Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp54 juta setahun atau Rp4,5 juta per bulan tidak signifikan dalam melindungi masyarakat berpenghasilan menengah bawah.

“Tetapi justru sebaliknya, pada PP ini, range masyarakat berpenghasilan di atas Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan dikenakan pajak sebesar 15%, menjadi kurang adil, masih banyak kalangan pekerja dan millennial yang fresh graduate yang berpenghasilan sedikit di atas Rp 5 juta, dikenakan tarif pajak cukup besar 15%,” katanya di Jakarta (4/1/2023).

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, kebijakan perpajakan ini kurang tepat diberlakukan sekarang, daya beli masyarakat masih rendah dan belum pulih.

Tingkat inflasi meningkat tajam, harga kebutuhan pokok yang terus naik dan tidak stabil. Saat ini, uang gaji sebagian pekerja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Anis menyebut pada Janji kampanye PKS di 2019, mengusulkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp8 juta per bulan atau kumulatif Rp96 juta per tahun.

Artinya, karyawan yang menerima penghasilan atau gaji Rp8 juta ke bawah terbebas dari PPh.

Baca Juga: Kata Kunci Reformasi Perpajakan adalah Harus Menjunjung Prinsip Keadilan

Kebijakan Baru Perpajakan Belum Berpihak pada Kondisi Ekonomi Masyarakat Menengah Bawah

Menurutnya, usulan ini memberikan ruang perlindungan yang luas kepada masyarakat berpenghasilan menengah-bawah yang masih berada pada kondisi pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

“Untuk merangsang perekonomian ke arah yang lebih baik, seharusnya Pemerintah menggunakan instrumen fiskal secara selektif di antaranya pemotongan pajak, untuk golongan pekerja berpendapatan tertentu. Bukan malah sebaliknya, dengan menerapkan pajak yang tinggi bagi golongan menengah-bawah,” ujarnya.

Menurut Anis, ada beberapa catatan terkait kebijakan penyesuaian pajak pengahasilan tersebut, perekonomian Indonesia stagnan dalam kurun lima tahun terakhir, Indonesia pernah memasuki fase resesi ekonomi selama empat triwulan atau satu tahun.

“Perekonomian nasional masih menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi global saat ini, terlihat dari banyaknya PHK dan penutupan usaha, juga imbas kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun 2022, masih sangat memengaruhi tingginya harga berbagai kebutuhan pokok yang kian memberatkan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, menurut aleg PKS asal Jakarta ini kenaikan PTKP belum cukup kuat mendongkrak daya beli masyarakat.

“Pada tahun 2015 dan 2016, pemerintah merespon perlambatan ekonomi saat itu dengan menaikkan PTKP masing-masing 48% dan 50%. Namun, efektivitasnya dalam mendorong perekonomian melalui konsumsi rumah tangga belum signifikan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang stagnan hanya di kisaran 5%,” paparnya.

Wakil Ketua BAKN DPR RI ini juga menyebut masalah kepatuhan pajak sehingga rasio pajak Indonesia rendah hanya 9,11 persen PDB.

“Berdasarkan data para karyawan inilah, kepatuhan pajaknya tinggi sebesar 98,73% sementara kepatuhan Korporasi hanya 61%, demikan juga WP kaya hanya 45,53%,” ujat Anis.

Menurutnya, Pemerintah seharusnya bisa fokus dengan PPN ketimbang meningkatkan tarif PPh.

“Ruang peningkatan PPN masih terbuka lebar, selain tentunya penegakkan hukum bagi para pengemplang pajak yang tidak patuh,” paparnya.

Menurut anggota Fraksi PKS ini, fraksinya sudah seringkali menyuarakan agar batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp8 juta per bulan, artinya karyawan yang menerima penghasilan atau gaji di bawah Rp8 juta terbebas dari PPh.

“Termasuk pada UU Harmoninasi Peraturan Perpajakan (HPP) usulan ini disampaikan, tetapi pemerintah menolak dan beralasan belum tepat masanya,” tutupnya.[ind]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LAZ Al Azhar Berkolaborasi dengan Kitabisa.com dan Telkomsel Kirimkan Santunan Apresiasi untuk Veteran

Next Post

Es Laicy Tea Spesial untuk Anak JIBBS

Next Post
Sekolah Kami Mendidik Para Pemimpin

Es Laicy Tea Spesial untuk Anak JIBBS

Liburan telah Tiba

Perempuan Malaysia Tuh Hebat

Khutbah Jumat tentang menajamkan pribadi Muslim

Khutbah Jumat tentang Menajamkan Pribadi Muslim

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4421 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8653 shares
    Share 3461 Tweet 2163
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11452 shares
    Share 4581 Tweet 2863
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1399 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2218 shares
    Share 887 Tweet 555
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    253 shares
    Share 101 Tweet 63
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga