• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

GP Ansor Apresiasi Presiden Tetapkan Hari Santri Nasional

15/10/2015
in Berita
71
SHARES
546
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

pesantren-2

ChanelMuslim.com – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Meski bukan tanggal 1 Muharram dan awalnya pro kontra, GP Ansor tetap menyambut positif keputusan Presiden Jokowi tersebut.

“Ini bukti keberpihakan Presiden Jokowi terhadap masayarakat santri. Dengan ditetapkannya hari santri, berarti eksistensi santri diakui di Indonesia,” kata Nusron, di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2015.

Meski demikian, Nusron berpendapat bahwa setelah ditetapkannya hari santri perjuangan belum selesai. Menurut Nusron, hak-hak pendidikan santri harus dipenuhi, seperti BOS untuk pesantren salafiyah dan Kartu Indonesia Pintar untuk para santri.

“Dan yang lebih penting lagi pengakuaan persamaan (muadalah) pondok pesantren salafiyyah dan sistem pendidikan nasional,” ujar Nusron yang selama pilpres gencar mengkampanyekan tentang Hari Santri.

Nusron menjelaskan, sampai sekarang ijazah pesantren salafiyah dengan kurikulum kitab kuning dan klasik yang derajat keilmuwannya sangat tinggi tidak diakui. Tetapi malah kurikulum madrasah modern dan IAIN yang sangat dangkal dan parsial diakui dalam sistem pendidikan nasional.

“Mereka ijazahnya diakui dan dapat BOS dan KIP. Sementara santri salafiyyah tidak. Ini tidak adil. Padahal kurikulum madrasah formal dan IAIN itu hanya mengambil ikhtisar dan kulit dari kitab kuning klasik. Makanya dangkal. Lulusan madrasah juga tanggung kedalaman ilmu agamanya,” ungkapnya.

“Kalau pesantren salafiyah yang mengambil sumber referensi utamanya malah tidak diakui. Bahkan kalau mau ambil ijazah disuruh ikut ujian lagi. Ini aneh sistem kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nusron menuturkan, dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri juga lebih dramatis dan heroik. Sebab, tangga tersebut merupakan hari Resolusi Jihad yakni keluarnya fatwa Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari, Roisul Akbar NU pada saat itu yang juga kakek Gus Dur.

“Saat itu, tanggal 22 Oktober 1945 Mbah Hasyim dan ulama NU fatwa bahwa santri dan umat Islam wajib hukumnya untuk mengusir penjajah dari bumi nusantara,” tukasnya.

Dalam konteks sekarang, menurut Nusron, makna dari Hari Santri adalah meneruskan jihad melawan kemiskinan dan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

“Sekarang kyai wajib fatwa mengusir kemiskinan, krisis ekonomi, dan korupsi dari bumi nusantara,” pungkasnya. (nf)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aksi Pawai di Winnipeg Dukung Muslim Bagian dari Kanada

Next Post

Rumah Zakat Dan Telkomsel Gelar Periksa Kesehatan Gratis di Muaro Bungo JambiJambi.

Next Post

Rumah Zakat Dan Telkomsel Gelar Periksa Kesehatan Gratis di Muaro Bungo JambiJambi.

Peraturan Tentang Jinayat Terbit Minggu Depan, Hukum Cambuk Bagi Pezina Aceh Segera Dilaksanakan

UIN Malang Resmikan Gedung Pascasarjana Dengan Nama SBY

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9706 shares
    Share 3882 Tweet 2427
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1485 shares
    Share 594 Tweet 371
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2624 shares
    Share 1050 Tweet 656
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2542 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11898 shares
    Share 4759 Tweet 2975
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4391 shares
    Share 1756 Tweet 1098
  • Wisata Satwa: Hiburan Manusia atau Bentuk Eksploitasi Hewan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hobi Berbagi Gunting Kuku dengan Keluarga? Dokter Kulit Ungkap Risiko di Baliknya!

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Produk Skincare Kedaluwarsa Sebelum Habis, Apakah Masih Aman Digunakan?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain? Berikut 5 Cara Berdamai dengan Rasa Kecewa

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga