• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

DSN-MUI dan Asosiasi Dorong Revisi POJK Perkuat Regulasi Fintek Syariah

05/08/2020
in Berita
70
SHARES
537
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema “Prospek dan Tantangan Fintek Syariah di Indonesia” pada Selasa, 28 Juli 2020.

Dalam FGD ini yang diselenggarakan secara daring ini, dihadiri Jajaran pimpinan Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN-MUI, Dr KH Hasanudin Mag, Prof Dr H Fathurrahman Djamil MA, Prof Dr H Jaih Mubarok SE MH MAg, dan Drs Asep Supyadillah MAg.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan FinTech Otoritas Jasa Keuangan, Munawar Kasan beserta jajarannya, Ketua Umum Asosiasi Fintek Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wibawa beserta jajarannya, dan Kepala Eksekutif Fintech Pendanaan Syariah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Lutfi Adhiansyah beserta jajarannya.

Drs Aminudin Yakub MA, anggota BPH Bidang IKNB yang ditugaskan sebagai pelaksana FGD, mengatakan tujuan dilaksanakan FGD ini untuk mengetahui perkembangan fintek syariah peer-to-peer (P2P).

FGD ini akan mendalami regulasi terbaru terkait dengan Fintek P2P, khususnya terkait kebijakan moratorium dari OJK serta proses pendafataran dan perizinan dari OJK.

Selain itu, lanjut Amin, dengan FGD ini silaturahim dengan Asosiasi Fintek, AFSI dan AFPI. “Dengan silaturahim ini, kami dapat mengetahui mengetahui proses keanggotaan AFPI dan AFSI,” ujar Aminudin.

Dalam kesempatan yang sama, Munawar Kasan mengatakan bahwa Indonesia dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia masih berada pada peringkat ke-11 dan IFDI, tertinggal jauh dari Malaysia.

Lebih lanjut Munawar menjelaskan, saat ini OJK dalam tahap penyusunan revisi POJK 77/2016 untuk memperkuat regulasi mengenai P2P Syariah, dimana DSN-MUI telah menerbitkan Fatwa DSN-MUI No 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Syariah.

Sementara itu, Lutfi Adhiansyah menyampaikan saat ini AFPI telah memiliki 158 anggota yang bergerak di bidang produktif, multiguna-konsumtif dan syariah. Selain itu, AFPI telah membuat kerangka kerja framework perlindungan konsumen yang terdiri, code of conduct, komite etika dan saluran pengaduan konsumen (Jendela).

Ketiganya merupakan perangkat AFPI dalam menjalankan peran sebagai Self Regulating Organization. Dibentuk 5 Oktober 2018, AFPI merupakan asosiasi yang fokus peer-to-peer lending. AFPI ditunjuk resmi sebagai asosiasi penyelenggara P2P Lending oleh OJK – D5/IKNB/2019, pada tanggal 17 Januari 2019.

Lutfi juga menyampaikan terekait Industri TekFin di Indonesia. Menurutnya industri tekfin di Indonesia sangat berbeda dikarenakan level UMKM dan individual yang berbeda. Meskipun serupa dengan RRT, namun evolusi TekFin di Indonesia tidak bisa dengan mudah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dikarenakan UMKM dan individu di Indonesia masih banyak yang belum terlayani, menghadapi keterbatasan secara fisik serta akses data yang didukung dengan pendekatan basis prinsip peraturan.

Namun demikian di balik persoalan tekfin di Indonesia, Lutfi memaparkan juga tiga peluang tekfin di Indonesia. Pertama, dibutuhkan pendekatan yang sesuai untuk memperluas cakupan “subyek yang belum memiliki histori pembiayaan” di Indonesia. Dari pengguna pada 2018, setidaknya 70 persen UMKM dan Individu yang belum memiliki histori pembiayaan.

Kedua, setelah adanya pandemi, akselerasi peningkatan akses penyaluran pembiayaan dan memperbesar pasar dapat menjadi prioritas bersama. Industri yang terekspos dan berpotensi untuk menyerap pembiayaan produktif antara lain pertanian, perburuan dan kehutanan; industri pengolahan, perikanan, dan jasa kesehatan serta kegiatan sosial.

Ketiga, terdapat juga potensi besar yang belum dimanfaatkan terutama di luar pulau Jawa dan di beberapa sektor spesifik lainya. Hal ini disebabkan tantangan fisik yang di luar jangkauan dan ketersediaan data sehingga dibutuhkan inovasi.

Dalam acara FGD ini, Ronald Yusuf Wibawa menyampaikan saran dan rekomendasi agar semua fintek yang berbasis syariah wajib mendaftarkan perusahaannya di AFSI agar dapat dilakukan assessment, verification dan pemantauan yang juga dapat membantu tugas OJK dan DSN-MUI dalam melakukan pre-screening penyelenggara (fintek).

Ronald juga mengajak kerjasama DSN-MUI dan AFSI untuk kegiatan pelatihan Fiqh Muamalah dan sertifikasi DPS Fintech, termasuk kerjasama DSN-MUI dan AFSI untuk penyediaan DPS bagi fintek syariah di Indonesia.

Selain itu, ia mengajak peserta FGD untuk bersama-sama melaksanakan pengawasan proaktif terhadap pemberitaan dan tindakan public yang terkait dengan fintech Syariah. Ia juga berharap, adanya dukungan dari pemerintah untuk penguatan sektor fintech syariah dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia baik terkait permodalan, perizinan, dan perluasan pasar.

AFSI berdiri sejak Februari 2018. Merupakan wadah bagi para fintech syariah di Indonesia yang bergerak dalam bidang Teknologi Digital Keuangan Syariah. AFSI mulai berkembang dengan maraknya anggota AFSI yang masuk dalam cluster P2P Syariah dan GIKD.

Menurut Ronald, saat ini tercatat lebih dari 60 institusi yang menjadi anggota ASFI yang tergabung dalam empat klaster fintek syariah dan mitra asosiasi, dan saat ini dalam proses untuk menjadi SRO di GIKD OJK.

Jenis Anggota AFSI meliputi: payment yaitu fintech yang diatur dalam PBI nomor: 19/12/PBI/2017. P2P Syariah yaitu fintech yang diatur dalam POJK 77/POJK.01/2016. Inovasi Keuangan Digital yaitu fintech yang diatur dalam POJK 13/POJK.02/2018. Equity Crowdfunding Syariah, yaitu fintek yang diatur dalam POJK 37/POJK.04/2018.

Usai FGD Fintek Syariah, Aminudin menyampaikan hasil-hasil dari FGD tersebut. Menurutnya, FGD ini menyepakati perlu adanya sinkronisasi proses pendaftaran dan perizinan di OJK dengan proses rekomendasi DSN-MUI dan Proses Pendafataran Keanggotaan di AFPI dan AFSI.

FGD ini bersepakat untuk mendukung rencana OJK membuat POJK baru pengganti POJK No. 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, dengan memasukkan Ketentuan terkait Fintek Syariah dalam POJK baru.

“Dalam proses penyusunan RPOJK, OJK akan meminta masukkan dari Asosiasi dan DSN-MUI,” jelas Amin seraya menjelaskan pentingnya keberadaan AFPI dan AFSI untuk duduk bersama dalam pengengembangan fintek syariah yang sehat dan maju di Indonesia.[ah/mui]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anis Byarwati Tepati Janji Perjuangkan Hak Nasabah AJB Bumiputera

Next Post

Kreasi Nasi Goreng Nanas ala Iin Dapur, Lezat dan Menyegarkan

Next Post

Kreasi Nasi Goreng Nanas ala Iin Dapur, Lezat dan Menyegarkan

DMI Dorong Masjid Jadi 'Play Station' Anak

Ledakan Hebat Guncang Beirut, Puluhan Orang Meninggal Dunia

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    347 shares
    Share 139 Tweet 87
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8927 shares
    Share 3571 Tweet 2232
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3490 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5437 shares
    Share 2175 Tweet 1359
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4026 shares
    Share 1610 Tweet 1007
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11609 shares
    Share 4644 Tweet 2902
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1111 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4696 shares
    Share 1878 Tweet 1174
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2371 shares
    Share 948 Tweet 593
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga