• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 23 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Dewan Da’wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

22/10/2020
in Berita
73
SHARES
559
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini, mengatakan pondok pesantren memiliki peran strategis menuju masa depan kejayaan pendidikan Indonesia. Untuk itu, konsep pesantren perlu dijadikan sistem pendidikan nasional.

“Masa depan kejayaan pendidikan kita ya pesantren. Maka tolong ubah pendidikan kita jadi konsep pesantren,” seru Adian pada pidato perdana menyambut Hari Santri bertema “Menyongsong Kejayaan Pendidikan Kita” yang disiarkan secara langsung melalui kanal-kanal ofisial Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Rabu (21/10/2020) malam.

Siaran pidato Ketum Dewan Da'wah ini diikuti ribuan orang di Indonesia dan luar negeri. Mereka menyimak dari kanal medsos Dewan Da'wah, AdianhusainiTV, KalamTV, UmmatTV, Radio Dakta 107 FM, voa-Islam TV, dan lain-lain.

Sebagian audiens itu mengikuti secara berjamaah. Misalnya dosen dan mahasiswa Akademi Da'wah Indonesia Bukittinggi Sumatera Barat, Kupang, dan mahasiswa AtTaqwa College Depok.

Menurut Adian, jauh sebelum masa kemerdekaan, tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara pernah menyinggung soal konsep pondok atau asrama yang merupakan ruh sistem pendidikan nasional. Pada Majalah Wasita edisi November 1928, Ki Hajar Dewantara menulis, “Sistem Pondok dan Asrama Itulah Sistem Nasional”.  Ki Hajar mengatakan hakikat pesantren adalah terjadinya proses interaksi intensif antara kyai dan santri, sehingga terjadi proses pengajaran dan pendidikan.

“Mulai jaman dahulu hingga sekarang rakyat kita mempunyai rumah pengajaran yang juga menjadi rumah pendidikan, yaitu kalau sekarang disebut 'pondok pesantren'. Kalau jaman dulu dinamakan 'pawiyatan' atau asrama. Sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu rumah kyai guru (Ki Hajar), yang dipakai buat pondokan santri-santri (cantrik-cantrik) dan buat rumah pengajaran juga. Di situ karena guru dan murid tiap hari, siang malam berkumpul jadi satu, maka pengajaran dengan sendiri selalu berhubungan dengan pendidikan,” demikian kata Ketum Dewan Da'wah mengutip penjelasan Ki Hajar.

“Jadi, Ki Hajar Dewantara sudah tahu bahwa sistem pondok dan asrama itulah sistem pendidikan nasional,” tegas Adian.

Pada 1922, lanjut Adian, Ki Hajar Dewantara juga pernah menyampaikan kritik konsep pendidikan kolonial. Kata Ki Hajar, konsep pendidikan Belanda hanya menghasilkan lulusannya bermental buruh.

“Anehnya, banyak priyayi atau bangsawan yang senang serta menerima model pendidikan ini. Dan mengirimkan anak-anaknya ke sekolah yang hanya mengembangkan intelektual dan fisik, dan semata-mata memberikan ijazah yang hanya memungkinkan mereka sekadar menjadi buruh,” ungkap Adian menyitir pernyataan Ki Hajar Dewantara.

Kemudian, Adian menunjukkan bahwa konsep pendidikan pesantren sesuai dengan konstitusi negara yakni pasal 31 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi: "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang."

“Jangan diremehkan itu iman dan takwa dan akhlak mulia. Konstitusi sudah menggariskan. Untuk itu, amanah konstitusi ini harus dijalankan pemerintah. Sistem ideal itu pesantren yang menanamkan adab dan akhlakul karimah,” tegas Adian.

Dikatakannya, peran pesantren sudah terbukti dalam sejarah Indonesia. Pesantren memiliki kekhasan dan keunggulan dalam pendidikan Indonesia.

“Pesantren melahirkan generasi 45. Pada masa penjajah pesantren banyak melahirkan pejuang dan ulama yang merebut kemerdekaan,” ujar Adian.

Sistem pesantren tak akan tergerus oleh zaman bahkan menjadi instrumen penting menuju masa depan kejayaan pendidikan Indonesia. Mengapa demikian? 

Karena, menurut Adian, pesantren memiliki enam ciri khusus yang tidak dimiliki sistem pendidikan lainnya. Enam ciri utama pendidikan pesantren yakni : (1) keteladanan kyai dan guru (2) pendalaman ulumuddin (tafaqquh fid-din) dan cinta tanah air, (3) penanaman adab dan akhlak mulia (4) penanaman dan pelatihan kemandirian (5) penanaman jiwa dakwah  (6) pemahaman pemikiran kontemporer. [ah/rilis]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sarapan Pagi Sehat dengan Salad Sayuran

Next Post

Punya Hobi Baru, Ini Cerita Ummi Pipik dengan Ratusan Tanamannya

Next Post

Punya Hobi Baru, Ini Cerita Ummi Pipik dengan Ratusan Tanamannya

Sejarah Baru Komunitas Muslim di Parlemen Selandia Baru

Sikap Qonaah Menjadikan Keluarga Berlimpah Berkah

Sikap Qonaah Menjadikan Keluarga Berlimpah Berkah

  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8708 shares
    Share 3483 Tweet 2177
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11489 shares
    Share 4596 Tweet 2872
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    250 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2329 shares
    Share 932 Tweet 582
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4451 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga