• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Catatan AILA terhadap RUU TPKS

10/12/2021
in Berita
Hukum Anak Angkat dan Hak Warisnya

Hukum Anak Angkat dan Hak Warisnya (foto: unsplash)

109
SHARES
841
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Catatan AILA (Aliansi Cinta Keluarga Indonesia) terhadap disetujuinya draft Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual oleh Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Rabu (8/12) lalu yaitu sebagai berikut.

Ketua Umum AILA Indonesia Rita Hendrawaty S. S.Pt., M.Si. mengatakan bahwa RUU TPKS dinilai tidak komprehensif karena hanya mengatur kekerasan seksual, tapi tidak melindungi masyarakat dari kebebasan seksual dan penyimpangan seksual (LGBT) berbasis consent yang mengancam ketahanan keluarga Indonesia.

“AILA Indonesia menolak perspektif feminisme yang digunakan dalam Naskah Akademik (NA) RUU TPKS yang tidak sesuai dengan Pancasila dan mengabaikan akar masalah penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual,” kata Rita dalam rilis yang diterima ChanelMuslim.com, Jumat (10/12).

Lebih lanjut, menurut AILA, RUU TPKS masih menyiratkan Paradigma Sexual Concent, padahal Sexual Concent tanpa dibatasi oleh norma hukum yang melarang seks bebas dan penyimpangan seksual justru akan menyuburkan kekerasan pada anak-anak, remaja, dan kelompok rentan lainnya.

“Meski RUU TPKS menjadikan asas iman dan taqwa sebagai salah satu asas, tetapi asas tersebut seolah hanya menjadi aksesoris atau pelengkap semata,” tambah Rita.

Pasalnya, RUU TPKS justru mengabaikan tindakan yang terkategorikan sebagai kejahatan seksual seperti seks bebas dan perilaku seks menyimpang lainnya yang tertolak oleh semua agama.

“Perilaku tersebut mempunyai daya rusak yang tidak hanya merugikan masyarakat secara umum, tetapi juga korban secara khusus, dan bahkan individu pelaku kejahatan seksual itu sendiri,” jelas Rita.

AILA Indonesia sangat menyayangkan adanya resistensi di DPR RI terhadap upaya perlindungan masyarakat Indonesia dari perilaku seks bebas dan LGBT sebagaimana yang diusulkan oleh beberapa Anggota Legislatif untuk dimasukkan dalam draft RUU TPKS.

“RUU TPKS berpotensi mengadopsi kurikulum Comprehensive Sexuality Education (CSE) yang mengajarkan pendidikan seksual berbasis kebebasan dan penerimaan terhadap normalisasi LGBT, dengan dalih pencegahan kekerasan seksual,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembelaan terhadap Korban Perkosaan Bukan Celah untuk Kebebasan Seksual

Catatan AILA terhadap RUU TPKS

Selain itu, RUU TPKS seolah-olah hanya membatasi pada perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) saja, padahal tidak semua perspektif HAM sejalan dengan Pancasila, terutama pada isu seksualitas kebebasan seksualitas.

“Oleh karena itu, perspektif HAM harus disandingkan dengan perspektif moral dan agama agar menyiratkan nuansa HAM partikular,” tambahnya.

Kekosongan hukum atas tindak pidana kejahatan seksual atau kejahatan kesusilaan harus segera diisi, dan idealnya hal itu perlu diakomodasi dalam RUU TPKS, tak terkecuali dalam RUU KUHP.

“Hal ini agar terjadi sinkronisasi dan harmonisasi antara undang-undang. Terlebih Mahkamah Konstitusi telah mengamanatkan perbaikan pengaturan ikhwal kejahatan seksual dan/atau kesusilaan kepada pembentuk undang-undang, baik Pemerintah dan DPR sebagaimana yang tertuang dalam Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016, mengenai Pengujian Pasal 284, 285 dan 292 KUHP,” tandasnya.

Oleh karena itu, Rita mengatakan, seharusnya RUU TPKS perlu di-review kembali dan melakukan sinkronisasi dengan RUU KUHP agar kekosongan ini dapat terjawab untuk mencegah, bukan hanya kekerasan seksual, namun juga kebebasan seksual dan penyimpangan seksual.

AILA Indonesia mengimbau, jangan sampai atas nama pencegahan kekerasan seksual, pembentukan undang-undang mengabaikan masukan dan “penolakan” dari berbagai pihak terkait terkait draft RUU TPKS di tingkat Badan Legislatif.

“Padahal masukan dan penolakan tersebut justru merupakan cerminan sekaligus itikad baik untuk mendorong lahirnya undang-undang yang mengakomodasi seluruh kepentingan bangsa Indonesia,” tutup Rita.[ind]

 

Tags: Catatan AILA terhadap RUU TPKS
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aksi Bungkam Mahasiswa atas Usulan RUU TPKS

Next Post

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahan Petama Ke Tiga Desa Terdampak Erupsi Semeru

Next Post
ARM HA-IPB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahan Petama Ke Tiga Desa Terdampak Erupsi Semeru

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahan Petama Ke Tiga Desa Terdampak Erupsi Semeru

Program Tebar Sarung dan Mukena: Menjawab Keperluan Jiwa para Korban Semeru

Program Tebar Sarung dan Mukena: Menjawab Keperluan Jiwa para Korban Semeru

Posko Kemanusiaan ACT Dampingi Pengungsi Semeru, Berikut Alamatnya

Posko Kemanusiaan ACT Dampingi Pengungsi Semeru, Berikut Alamatnya

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1898 shares
    Share 759 Tweet 475
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1180 shares
    Share 472 Tweet 295
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8061 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • Program Pemberdayaan Ayam petelur Arab Dompet Dhuafa di Parung Bogor Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3563 shares
    Share 1425 Tweet 891
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1707 shares
    Share 683 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga