• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 24 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Bola, Palestina, dan Islam

12/07/2026
in Berita
Setelah Iran, Giliran Mesir Tersingkir Bukan karena Bola

Ilustrasi, foto: msn.com

68
SHARES
524
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PIALA Dunia Sepak Bola 2026 akan memasuki babak akhir: semi final. Namun, di babak akhir ini, rasanya tak ada lagi isu tentang Palestina dan Islam seperti di babak sebelumnya.

Sepak bola itu hanya olah raga. Di situ ada nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, dan perdamaian antar bangsa. Dan dari situlah FIFA didirikan.

Namun belakangan, laga terbesar sepak bola yang berlangsung di AS tahun ini menyuguhkan banyak drama. Drama itu tentang bola, Palestina, dan Islam.

Standar Ganda FIFA

Pasca serangan brutal Israel ke Gaza, Palestina, banyak negara anggota FIFA yang meminta agar Israel diberikan hukuman. Hal ini sejalan dengan hukum di FIFA yang memberikan sanksi kepada negara yang melakukan kejahatan perang.

Salah satu negara yang sudah menjadi korban sanksi itu adalah Rusia. Hal ini karena negara yang dipimpin Putin itu dinilai telah melakukan kejahatan perang terhadap Ukraina.

Anehnya, tidak begitu terhadap Israel. Meskipun banyak negara yang meminta agar Israel mendapatkan hukuman yang sama seperti Rusia, bos FIFA saat ini: Gianni Infantino, menolak. Bahkan, ia menyatakan akan mengubah hukum di FIFA agar federasi sepak bola itu ‘bersih’ dari urusan politik negara.

Standar ganda itu bukan hanya tentang hukuman terhadap Israel. Bahkan, FIFA juga tidak malu-malu menghukum anggotanya yang dinilai anti Israel.

Salah satu korbannya adalah Indonesia. Tiga tahun lalu, Indonesia dibatalkan sebagai tuan rumah piala dunia U-20. Pasalnya, ada gelombang penolakan dari tuan rumah terhadap Timnas Israel.

Namun kini, di piala dunia 2026, tuan rumah AS tetap sebagai tuan rumah meskipun negara itu menolak keikutsertaan Iran.

Diskriminasi untuk Timnas Iran

Sepanjang sejarah laga internasional sepak bola, rasanya belum pernah ada satu timnas yang bertanding di sebuah negara tapi bermalam dan latihannya harus di negara lain.

Hal itulah yang dialami Timnas Iran di piala dunia kali ini. Timnas Iran memang akhirnya diizinkan ikut bertanding di AS, tapi harus bermalam dan latihan di Meksiko. Setelah pertandingan usai, Iran harus balik ke Meksiko. Esok atau lusa kalau ada jadwal pertandingan, datang lagi ke AS.

Puncaknya, di putaran menuju 16 besar, Timnas Iran harus menelan pil pahit ‘aroma’ ketidakadilan wasit di pertandingan melawan Mesir. Akhirnya, lanjut atau tidaknya Timnas Iran digantung dari hasil pertandingan antara Aljazair dengan Austria.

Jika keduanya seri, Timnas Iran gagal lanjut. Sebaliknya, hasil seri itu akan membawa kedua tim yang bertanding itu lanjut ke putaran berikutnya. Dan hasil itulah yang menjadi kenyataan.

Mesir pun Berakhir karena Palestina

Mesir yang pernah ‘diuntungkan’ ketika melawan Iran, akhirnya ikut merasakan kegetiran wasit karena tersingkir dari Argentina. Sebelumnya ketika lolos ke putaran 16 besar, pelatih Mesir: Hossam Hassan sempat mengibarkan bendera Palestina dengan tubuhnya.

Bisa dibilang, inilah ungkapan paling hebat dari seorang pelatih muslim yang menunjukkan keberpihakan dan dukungannya terhadap rakyat Palestina. Seluruh dunia menyaksikan konsistensi itu.

Namun, Hossam harus mendapatkan kekecewaan berat ketika wasit culas FIFA menjadikan Mesir kalah dari Argentina. Padahal, posisi Mesir sudah di atas angin dengan menang 2 gol terlebih dahulu.

Berkali-kali ia mengajukan protes, di saat pertandingan dan di luar pertandingan, tapi bukan apresiasi dari wasit yang ia dapatkan. Justru pelatih usia 56 tahun ini mendapatkan kartu kuning. Mesir pun akhirnya tersingkir.

Hossam menyatakan kekecewaannya di konpres. “Pertandingan ini memang dirancang untuk Argentina,” begitu kira-kira yang ia tegaskan.

Kenapa Argentina? Sejumlah pihak menilai karena sosok Messi bisa menarik cuan lebih banyak ke penyelenggara melalui penjualan tiket dan lainnya.

Bola, Palestina, dan Islam

Bisa dibilang, momen piala dunia kali ini terasa begitu berbeda. Mulai dari drama ketegangan tuan rumah dengan Timnas Iran, berkibarnya bendera Palestina dalam jumlah massif, hingga tergambarnya sosok pemain-pemain muslim yang begitu mengundang simpati.

Pemain-pemain muslim ini bukan hanya dari negara muslim seperti Mesir dan Maroko, tapi juga dari negara-negara Eropa. Antara lain, dari Prancis yang begitu banyak pemain muslimnya hingga sosok Erling Haaland dari Norwegia yang mensiarkan kalimat-kalimat Islami: insya Allah, alhamdulillah, dan lainnya.

Pendek kata, wujud Islam dan Palestina begitu positif di mata penggemar sepak bola dunia. Piala Dunia kali ini seolah seperti media dakwah baru untuk percepatan Islamisasi di Eropa dan AS. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Boladan Islampalestina
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Batasan Kunjungan Wisata ke Taman Nasional Komodo NTT

Next Post

Kisah Cinta Abu dan Ummu Dar

Next Post
Kejadian dan Pengalaman Merupakan Sumber Motivasi Keharmonisan Keluarga

Kisah Cinta Abu dan Ummu Dar

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru jadi Taman Nasional Terindah di Dunia

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru jadi Taman Nasional Terindah di Dunia

Memahami Shalat Hajat: Keutamaan, Jumlah Rakaat, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Memahami Shalat Hajat: Keutamaan, Jumlah Rakaat, dan Tata Cara Pelaksanaannya

  • Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh dan Dinkes Aceh Tamiang Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Pascabencana

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9169 shares
    Share 3668 Tweet 2292
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Tokoh Muda Kemanusiaan Itu Telah ‘Pergi’

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4149 shares
    Share 1660 Tweet 1037
  • Heboh Duit Palsu Grade A

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga