BAITUL Maal Hidayatullah (BMH) menyiapkan program “Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana” sebagai bagian dari rangkaian Ramadhan 1447 H.
Program ini diluncurkan menyusul tingginya angka kebencanaan pada awal 2026 di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026, tercatat 1.546.246 orang terdampak bencana alam dengan 154 korban meninggal dunia.
Di wilayah Sumatera, sekitar 75.000 orang dilaporkan masih mengungsi, terutama di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Gayo Lues.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kerusakan hunian mencapai puluhan ribu unit rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, 4.546 fasilitas pendidikan turut terdampak.
Merespons kondisi tersebut, BMH menyatakan program Ramadhan tahun ini akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas selama bulan suci.
Selain menyasar wilayah terdampak bencana di Sumatera, bantuan juga diarahkan kepada korban konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.
BMH Siapkan Program “Bahagia Berbagi” untuk Respons Bencana dan Krisis Kemanusiaan 2026
Baca juga: Ramadhan 1447 H, BMH Luncurkan Tema “Ramadhan Bahagia dengan Berzakat”
Public Relations BMH Pusat, Imam Nawawi, menyatakan bahwa zakat diupayakan hadir di titik-titik krisis guna memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi sekaligus membangun kembali harapan masyarakat terdampak.
Program Ramadhan 1447 H dirancang dengan pendekatan jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan dan dukungan selama Ramadhan.
Sementara dalam jangka panjang, program diarahkan pada penguatan modal sosial komunitas, peningkatan ketahanan masyarakat terhadap krisis, serta pengurangan beban pengeluaran dasar mustahik agar memiliki ruang untuk kebutuhan produktif.
BMH juga menekankan aspek psikologis dan spiritual melalui dukungan sosial, pembangunan fasilitas ibadah, serta program dakwah yang berkelanjutan.[Sdz]





