• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 6 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Belanda, Keju dan Penjajahan

26/07/2021
in Jendela Hati
76
SHARES
586
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Belanda, Keju dan Penjajahan Oleh: Fifi P. Jubilea

Chanelmuslim.com – Menurutku, Belanda itu mestinya  mereka membantu negara kita misalnya pinjam dana tanpa bunga. Karena dulu mereka ambil semua rempah, emas, nikel dan lain-lain. Jadi wajarlah kalau mereka kaya dan lebih maju dari negara kita 100 tahun lebih dulu. Menurutku seharusnya gak cuma minta maaf aja. Lucu juga rasanya kalau ada maling tiba-tiba kerumah kita pakai jas dan sepatu mengkilat yang kayaknya itu milik kita dan bilang, “maaf  ya bu, saya waktu itu ngerampok rumah ibu. Maafkan ya…”
Lalu kita bilang, “muhun, yaa gak papa kok, hati-hati yaa di jalan…” Terus kayak gak ada apa-apa gitu, sementara dia kita liat makin kaya dan kita makin miskin, seperti sinetron ya hehe…

Kita semua tentu mahfum bagaimana sejarah yang diajarkan disekolah dari SD hingga SMA, berapa ratus tahun Belanda menjajah bangsa Indonesia dan mengambil kekayaan bangsa Indonesia. Jangan sampai dijajah lagi untuk kesekian kalinya oleh yang lain atau sudah?! Atau kita lagi dijajah kali ya cuma bentuknya lain.

Baca Juga: Mengenal Pengasuhan Anak di Belanda

Belanda, Keju dan Penjajahan

Kadang maling itu bentuknya gak kayak maling, bisa macam-macam.

Kemudian negeri Belanda ini karena letaknya di bawah permukaan laut banget, maka mengandalkan dam/bendungan yang sangat tinggi dan kuat. Kebayang gak laut di bendung dibuat pagar kayak tembok china gitu sepanjang pantai. Jadi sebenernya reklamasi pantai bisa juga kali dibuat bendungan gitu seingga Jakarta bisa gak banjir lagi, tapi gak tahu deh namanya juga pikiran emak-emak.

Aku berkunjung ke Amsterdam di Belanda. Bentuk rumahnya lucu-lucu tapi sebagian besar sih hidup di apartemen, walikotanya Yahudi, kalau di Rotterdam walikotanya muslim. Disini kebebasan agama cukup dihargai tinggi, cuma biasa deh ada aja orang-orang yang cukup rasial. Tambah lagi berita di-TV banyaknya hal-hal yang sensitif, disiarkan berjam-jam, kayak penembakan di Istanbul, Syria imigrants dan lain-lain.

Tapi kalau kita mau sholat, bisa sholat dimana saja asalkan ada sajadahm kalau dulu berapa tahun lalu gak bisa (seingatku sih). Sekarang musim dingin, lebih dingin dari kulkas, sekitar minus dua. Jadi jam 4 toko sudah tutup, langit dah mulai gelap dan memang siang terasa pendek, tahu-tahu hari itu sudah selesai gitu dan tahu-tahu dah mesti tidur. Baru kali ini aku tidur pukul 8 malam,  dah kayak nenekku di Cirebon yang habis sholat Isya langsung bobo setelah nyopotin gigi palsunya. Gak ada hubungannya dengan Belanda ya? Tapi nenekku tuh pinter bahasa Belanda dan bahasa Sunda loh. Sekarang setelah tahu Bahasa Belanda  itu susah, aku jadi mikir, ternyata nenekku tuh keren ya… dulu kayaknya biasa aja.

Di Belanda banyak kata-kata yang kita dah kenal seperti; WC, toko, tas, kelar, ubin, om, tante, korting dan lainnya,  tapi kalimat secara overall emang  susah dimengerti dan aku tak mencoba  untuk mengerti.

Waktu di Rotterdam, aku sempat kulineran dengan makanan traditional Belanda. Alhamdulillah yang jual keluarga Turkye. Lucu deh, mereka bersaudara yang iparnya jualan kue, yang adiknya jualan kacang dan manisan, dan neneknya jualan keju dari farm sendiri. Mereka udah lama tinggal di Belanda dan punya farm keluarga.

Ada pofertjess -kue cubit dari Belanda-, ada kue kelapa -ini di Jakarta kayaknya gak ada-, aneka waffle sayangnya aku gak suka. Macam-macam deh, nyobain semua kue dan cheese kayak tikus kata Ben.

Keju disini lucu-lucu,  warna-warni dan di proses dengan cara yang halal. Seharusnya bisa didaftarkan ke MUI…hehe..

Kenapa Indonesia tidak menghasilkan keju ya? Padahal banyak sapi.
Kenapa Belanda gak mengajarkan kita bikin keju ya?!
Apakah karena budaya? Atau sejenis pengkastaan yang terbentuk dari zaman Belanda. Orang Belanda dan noni-noni makan keju, sementara pribumi asli makan tempe. (w)

Tags: BelandaKeju dan Penjajahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aroma Parfum yang Akan Menjadi Tren di 2017

Next Post

Inspirasi dari Ibunda Para Ulama

Next Post
Inspirasi dari Ibunda Para Ulama

Inspirasi dari Ibunda Para Ulama

Wisata Halal Sumatera Barat Dipasarkan di Norwegia

5,6 Juta Kucing Sudah 'Menjajah' Benua Australia

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4156 shares
    Share 1662 Tweet 1039
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    250 shares
    Share 100 Tweet 63
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9047 shares
    Share 3619 Tweet 2262
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4094 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Shobrun Jamil, Bersabar Seperti Aisyah

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4733 shares
    Share 1893 Tweet 1183
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2405 shares
    Share 962 Tweet 601
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga