• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 6 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mengasah Habit menjadi Hebat

12/04/2026
in Parenting, Unggulan
Mengasah Habit menjadi Hebat

Mengasah Habit menjadi Hebat (foto: pixabay)

116
SHARES
893
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENGASAH habit menjadi hebat, saat ini, bukan nanti. Ah… nanti sajalah fokus mendidik anak. Toh, anak masih kecil juga.

Bunda pernah membaca kata mutiara ini “kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan hari Ini adalah hadiah”.

Iya, kemarin adalah sejarah, yang tidak mungkin kita ubah alur ceritanya. Masa depan adalah misteri, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

Kita hanya bisa berharap dan berusaha untuk mencapai mimpi-mimpi yang telah kita susun.

Hari ini adalah hadiah, iya karena yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan mimpi, memberi manfaat kepada orang lain, membahagiakan keluarga, menjadikan diri kita diridhoi Sang Maha Pencipta itu adalah hari ini, adalah saat ini.

Ada juga kata mutiara yang hampir mirip “kemarin itu masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan esok adalah harapan”.

Baca Juga: Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa

Mengasah Habit menjadi Hebat

Kita pasti memiliki harapan, pasti memiliki impian. Impian keluarga, impian dalam pekerjaan, impian dalam pengasuhan anak dan mimpi-mimpi lainnya.

Namun terkadang, banyak orang gamang untuk meraihnya. Apakah Bunda juga mengalaminya?

Saat kita memiliki mimpi bahwa anak kelak akan menjadi seperti ini dan itu. Misalnya kita memiliki mimpi anak kita kelak akan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz.

Namun sering kali kita gamang dengan mimpi kita sendiri.

Kita tidak tahu kapan saat yang tepat untuk memulai. Tidak tahu kapan langkah pertama itu dilangkahkan.

Kita sering menunda untuk memulai. Dalam diri kita sering berapologi yang membenarkan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk memulai, tapi nanti.

Nanti ketika sudah memiliki ini, itu, nanti kalau sudah waktunya ini, itu, nanti ketika anak sudah berumur sekian dan sekian, dan nanti bla…bla…bla…, nanti dan nanti dulu bukan saat ini.

Hati-hati dengan kata nanti, Bunda. Ketika kata nanti sudah Bunda yakini maka otak dan seluruh organ tubuh akan merespon seperti apa yang diyakini.

Kata nanti bisa berubah menjadi sirna ketika komitmennya rendah. Jika begitu selamanyalah Bunda tidak akan pernah bisa mencapai apa yang diimpikan, selamanya tidak akan pernah bisa meraih harapan.

Semua hanya tinggal kenangan, tinggal cerita bahwa Bunda pernah bermimpi ananda yang hafidz Quran.

Dan Bunda hanya bisa bercerita getir kepada ananda bahwa itu hanya sekadar mimpi yang tak pernah terjadi, maafkan Bunda ya Nak….

Baca Juga: Membiasakan Kebiasaan Baik pada Anak

Buang Kata Nanti menjadi Saat Ini

Buang kata nanti ganti dengan kata saat ini. Ketika Bunda menetapkan keyakinan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai maka semua organ tubuh dan hormon akan bekerja dan bersinergi untuk membuktikan apa yang telah Bunda yakini.

Ada keajaiban-keajaiban yang akan muncul ketika Bunda telah menentapkan keyakinan untuk memulai saat ini.

Kelak keajaiban itu akan Bunda alami dan bisa diceritakan keajaiban tersebut kepada orang lain sebagai inspirasi.

Saat inilah saat yang tepat untuk memulai langkah pertama. Jangan menunda lagi.

Cobalah untuk memulai dari sekarang, dalam prosesnya Bunda akan sadar bahwa Bunda telah memulai pada saat yang tepat.

Kelak waktu akan membuktikan bahwa langkah pertama yang telah Bunda lakukan itu adalah langkah yang benar.

Lalu Bunda mengalami sebuah peristiwa yang luar biasa.

Bunda duduk di sebelah ananda yang sedikit lagi mampu menyetorkan hafalannya yang terakhir.

Bunda tersenyum dan memeluk ananda dengan erat sampai-sampai tak terasa ada tetesan air mata mengalir di kedua kelopak mata Bunda.

Nanti akan meledak kegembiraan Bunda saat ananda memakaikan mahkota kemuliaan yang bercahaya dan menjadi keinginan semua orang tua kelak di akhirat.

Bunda, apa yang saya ceritakan yaitu bermimpi memiliki anak yang hafidz Quran ini adalah salah satu contoh.

Bunda, ayo bermimpilah untuk dirimu dan anak-anakmu. Mulailah saat ini, kita kejar mimpi-mimpi itu.

Mulailah ayunkan langkah pertama untuk mewujudkan mimpimu terhadap anak-anakmu. Saat ini Bunda, sekarang juga bukan nanti, jangan ditunda lagi.

Jika terus ditunda mimpi itu akan sirna, mimpi itu tidak lagi membekas, mimpi itu hanya akan menjadi cerita getir yang kelu untuk diceritakan.[ind]

sumber: Kulwap Tumbuh Yuk! Rumah Inspirasi Aisha, Juli 2021.

Tags: dyah lestyarinimengasah habit menjadi hebatrandy ariyantorumah inspirasi aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keutamaan Istigfar untuk Orang Tua

Next Post

Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Next Post
Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Gegar Pulang Kampung

Tergantung Apa yang Kita Lihat

Apakah Pacaran Membatalkan Puasa

13 Tips Harmonis dalam Rumah Tangga

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8587 shares
    Share 3435 Tweet 2147
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11410 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3862 shares
    Share 1545 Tweet 966
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • SMP JIBS–JIGSc Raih Prestasi Gemilang, Cetak Top Achievers TKA 2025–2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3396 shares
    Share 1358 Tweet 849
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2196 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4624 shares
    Share 1850 Tweet 1156
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2292 shares
    Share 917 Tweet 573
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga