• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 7 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Rumitnya Pengurusan Jenazah Muslim di Jepang

24/11/2025
in Khazanah, Unggulan
Hoaks Batu Nisan Akan Dipikul Orang yang Meninggal

(foto: stunecity)

135
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Rumitnya pengurusan jenazah muslim di Jepang. Orang-orang Jepang terbiasa melaksanakan prosesi perpisahan dengan orang yang meninggal dengan mewah.

Biasanya bahkan dilakukan di sebuah tempat yang bagus dihiasi dengan bunga-bunga. Jenazah pun dirias dan dipakaikan baju yang bagus, serta ditaburi dengan bunga-bunga sampai di sekujur tubuhnya, kecuali muka.

Baca Juga: Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

Rumitnya Pengurusan Jenazah Muslim di Jepang

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed., (Ketua Hikari Parenting School)

“Kyou wa, janazah ga kuru” “Hari ini ada jenazah muslimah yang akan datang”, begitu kata Fatimah san. Beberapa orang sister diperlukan untuk memandikan dan mengurusi segala keperluan jenazah itu.

Saya memandang mereka dengan wajah bertanya. Ingin sekali membantu, tetapi dua anak balita saya tidak mungkin ditinggal sendirian.

Akhirnya alhamdulillah ada juga tenaga yang bisa membantu pengurusan jenazah itu. Tujuh orang sister ditambah satu orang yang bertugas menggunting kain kafan.

Proses pemandian dan pengkafanan jenazah pun dimulai.

Bukan sekali ini saja para sister di Masjid Otsuka diminta untuk mengurusi jenazah. Sudah beberapa kali saya hitung, sejak kedatangan saya ke Tokyo empat tahun lalu.

Hanya, baru sekali saja saya memiliki kesempatan membantu pengurusan jenazah.

Ada sedikit keributan, setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafankan. Pihak masjid menyarankan agar jenazah diletakkan di luar (teras masjid) untuk prosesi penghormatan terakhir dari pihak keluarga,

karena ruangan masjid tidak cukup luas untuk menampung hadirin. Namun pihak keluarga marah, mereka menganggap perlakuan seperti itu berarti penghinaan terhadap jenazah.

Baca Juga: Kenapa Jemput Paksa Jenazah Covid Masih Terus Terjadi

Ruangan yang Lebih Luas

Akhirnya diputuskan oleh pengurus mesjid, jenazah akan dibawa ke lantai tiga, di ruangan yang lebih luas.

Semua sister diharapkan hadir ke atas untuk mengurangi rasa kecewa dari keluarga jenazah. Di sana suasana duka menyelimuti kami semua.

“Pergilah Ayumi chan…pelan-pelan ya..kami sayang kamu Ayumi Chan..” terdengar kata-kata perpisahan di sela isak tangis keluarga itu.

Saya mencoba menyelami perasaan orang-orang Jepang yang anaknya meninggal hari itu. Tentu berat sekali bagi mereka untuk menerima keadaan puterinya yang beralih menjadi seorang muslim.

Saya tidak mengenalnya, dan tidak tahu permasalahan yang menyelimuti keluarga itu.

Saya hanya tahu, muslimah itu bersuamikan orang Pakistan, dan meninggal karena sakit kanker di usia yang relatif masih muda. Itu saja.

Tapi gurat kekecewaan melihat anggota keluarga yang mereka sayangi diperlakukan sekedarnya, terlihat jelas dari setiap gerak-gerik dan kata-kata mereka.

Baca Juga: MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Prosesi Perpisahan yang Mewah

Meskipun sebenarnya tidak ada yang salah dari perlakuan para sister dan brother terhadap jenazah tersebut. Tapi bagi kebanyakan orang Jepang, prosesinya ‘sangat sederhana’.

Ya, orang-orang jepang terbiasa melaksanakan prosesi perpisahan dengan orang yang meninggal dengan mewah.

Biasanya dilakukan di sebuah tempat yang bagus dihiasi dengan bunga-bunga. Jenazah pun dirias dan dipakaikan baju yang bagus, serta ditaburi dengan bunga-bunga sampai di sekujur tubuhnya, kecuali muka.

Saat itu juga dilaksanakan semacam “pesta perpisahan”, lengkap dengan sake (minuman beralkohol khas Jepang) dan kue-kue yang disediakan kepada tamu yang hadir.

Dan kalau perlu, untuk terakhir kalinya, seluruh keluarga tidur di satu ruangan dengan mayat sebagai tanda perpisahan.

Bagi mereka, ini lah saat-saat terakhir perjumpaannya dengan sang jenazah, sebelum dibakar menjadi abu. Seluruh proses tersebut bisa menghabiskan dana ratusan ribu, bahkan mungkin sampai jutaan yen.

Betapa berbedanya dengan proses yang dilakukan oleh brother dan sister di Mesjid Otsuka, yang tanpa mengeluarkan uang sepersen pun.

Baca Juga: Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

Tradisi yang Terkait dengan Aqidah dan Keyakinan

Saya sadar, ini terkait erat dengan perbedaan antara tradisi setempat dengan tradisi orang muslim, dalam hal menghantarkan seseorang ke dunia yang lain. Terkait erat dengan aqidah dan keyakinan.

Setiap muslim, yang memutuskan untuk menikah dengan orang jepang pasti akan mengalaminya.

Menghadapi semua benturan-benturan perbedaan yang akan terus berlangsung sejak mulai menikah sampai pada prosesi kematian.

Sering pula saya mendengar terjadi perebutan antara pihak keluarga si mayit dengan suami atau isteri muslim, yang berasal dari negara lain.

Kalau posisi sang muslim kurang kuat, maka ia harus merelakan proses pengurusan jenazah suami atau isterinya

dilakukan dengan tata cara Jepang, lengkap dengan pembakaran dan menempatkan abunya di pemakaman Jepang.

Sesuatu yang sangat menyakitkan bagi yang mengalaminya. Sampai seorang teman yang menikah dengan orang jepang, memutuskan untuk meminta suaminya menuliskan surat wasiat.

Isinya adalah, bila ia meninggal, jenazahnya harus diproses dengan tata cara Islam.

Bahkan seorang teman lain, berharap agar bila meninggal, suaminya sudah berada di Indonesia agar tidak mengalami hal-hal yang rumit seperti di Jepang ini.

Hmm.., menjalani pilihan-pilihan hidup ternyata tidaklah sederhana. Ada banyak pertimbangan dan juga perjuangan yang menanti ke depan.

Menjadi pasangan bagi seorang muslim muallaf juga memerlukan konsekuensi yang besar. apalagi bila memutuskan untuk tinggal di negara pasangannya.

Perlu modal keteguhan hati untuk beradaptasi dan membimbing pasangannya melawan arus budaya masyarakat yang sudah di jalaninya sepanjang hidupnya, sebelum menjadi muslim.

Selalu berusaha mengkomunikasikan perbedaan-perbedaan dengan keluarganya yang non muslim,

ternyata menjadi hal yang penting, terutama untuk persiapan ketika menghadapi musibah, menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja.

Semoga Allah selalu meneguhkan diri kita dalam menghadapai semua perbedaan yang kita temui dalam hidup ini. Semoga kita bisa istiqomah menempuh jalan-Nya, di mana pun kita berada..amiin.[ind]

Tags: Rumitnya Pengurusan Jenazah Muslim di Jepang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Panitia Reuni 212 Tekankan Pesan Ketertiban dan Persatuan

Next Post

Kemenangan Yarmuk yang Terulang Kembali

Next Post
Mengikuti Generasi Awal

Kemenangan Yarmuk yang Terulang Kembali

Tampil Stylish Geng Selebritis Berhijab saat Liburan ke Korea Selatan

Tampil Stylish Geng Selebritis Berhijab saat Liburan ke Korea Selatan

Proyek Gerbang Raja Salman Tambah 900 Ribu Ruang Shalat Baru di Sekitar Masjidil Haram

Proyek Gerbang Raja Salman Tambah 900 Ribu Ruang Shalat Baru di Sekitar Masjidil Haram

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Waspada terhadap Bahaya Syaitan, Dapat Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7804 shares
    Share 3122 Tweet 1951
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    527 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Grand Launching LAZNAS NPC: Komitmen Transparansi dan Perluas Jangkauan Kemanusiaan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga