• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 28 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Sapaan Tuhan

13/01/2022
in Nasihat
Sapaan Tuhan

Foto: Pixabay

82
SHARES
628
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sapaan Tuhan

Seorang anak tinggal nan jauh dari keluarganya. Hari-harinya begitu padat dengan kegiatan pendidikan. Meski tak bisa jumpa secara fisik, ia masih bisa bercurah hati kepada ayah ibunya melalui alat telekomunikasi.

Ia tergolong beruntung karena orang tuanya kaya. Secara teori, anak dari orang tua yang kaya akan selalu tercukupi kebutuhannya. Apa pun dan berapa pun yang ia inginkan.

Namun, tak begitu yang ia alami. Justru, ia merasa ada yang lain dari ayah ibunya. Kiriman uang tak pernah sisa. Hanya pas untuk kebutuhan pokok: makan sekadarnya, kebutuhan sekolah, dan sandang pangan secukupnya.

Baca Juga: Taubat sebagai Kebutuhan Manusia

Sapaan Tuhan

Ia pun hanya tinggal di rumah kos sangat sederhana. Tak seorang siswa pun yang kos di situ pernah menyangka kalau si anak itu berasal dari orang tua yang kaya. Karena sudah umum, kalau semua yang kos di situ, berasal dari keluarga sederhana.

“Apa ayah ibumu tak cukup uang untuk membiayai kos yang lebih memadai?” ucap seorang temannya suatu kali. Sang teman itu terheran bagaimana mungkin ada anak orang kaya bisa tinggal di kos seperti itu.

Yang ditanya hanya terdiam. Ia pun larut dalam emosi ketika sang teman menambahkan, “Atau jangan-jangan, ayah ibumu memang tak begitu sayang denganmu.”

“Nak jangan pedulikan apa kata orang lain. Kalau kamu kurang uang, bilang! Kalau kamu ada masalah, cerita!” ucap orang tuanya suatu kali.

Sedemikian seringnya sang anak bilang dan cerita, ia seperti bosan dalam bayang-bayang ketidakadilan. Buat apa uang banyak yang dimiliki orang tuanya, sementara dirinya hidup serba prihatin. Padahal, ia jauh dari ayah ibu bukan untuk wisata dan senang-senang. Tapi untuk belajar demi masa depan keluarga.

Menariknya, ketika sang anak bosan untuk menyapa ayah ibunya melalui sambungan telepon, orang tua itulah yang aktif menyapa. “Gimana Nak, apa sudah makan? Gimana Nak, apa sudah belajar?” Dan seterusnya.

Tapi, nyaris tak terlontar sapaan: gimana Nak, apa sudah cukup uangmu? Ini ayah ibu kirimkan yang banyak ya, supaya kamu bahagia.

Terbersit juga di lintasan pikiran sang anak kalau ayah ibunya itu pelit. Padahal, ia sedang berjuang di negeri orang untuk menuntut ilmu. Buat apa uang yang bertumpuk di bank itu kalau untuk anaknya tidak diberikan secara “cukup”. Rasanya, untuk seribu anak pun, uang sebanyak itu tak akan habis jika dibagikan setiap hari.

Seperti itulah waktu berlalu dalam serba kekurangan. Seperti itu pula seribu satu prasangka ia alamatkan untuk orang tuanya nan jauh di sana. Tapi, kadang hal itu cair sendiri manakala ayah ibunya menelepon, menyapanya dengan penuh kasih dan sayang.

Waktu pun bergulir menelusuri pergantian momen. Tanpa terasa, masa pendidikannya tuntas. Ia bahagia. Tapi, sempat terlintas juga apakah kebahagian itu juga dimiliki ayah ibunya yang ia anggap pelit.

Ketika tiba di rumah, sang anak terperanjat kalau ayah ibunya sudah beberapa pekan meninggal dunia. Ia protes ke semua orang di keluarga itu. Hanya sepucuk surat yang diberikan manakala ketidakpuasan itu sudah tak lagi tertahankan.

“Ini surat dari ayah ibu, khusus untukmu,” ucap seorang anggota keluarga kepadanya.

Panjang lebar isi surat itu bertutur. Kadang membuatnya tersenyum, tak jarang menjadikkan air matanya berlinang. Di antaranya surat itu mengatakan, “Anakku, kalau kamu merasa benci karena kami memberikanmu uang yang sedikit. Terus terang, kami jauh lebih benci lagi karena menahan diri untuk tidak memberimu uang banyak yang kami miliki.

“Anakku, semua ini kami lakukan agar kamu selamat dalam misi utamamu di sana. Agar kamu tidak banyak menoleh ke kiri dan kanan, depan dan belakang; karena sibuk dengan imajinasi di balik uang banyak yang kami berikan itu.

“Anakku, kami hanya ingin kamu berkomunikasi dalam rentang jarak nan jauh itu bukan karena dorongan uang. Bukan karena kebutuhan yang seringnya melalaikan. Tapi lebih karena hubungan cinta dan sayang antara kami dan anak tercinta.”

Anak itu menangis sejadi-jadinya. Rasanya, uang ayah ibu yang kini di hadapannya, sedikit pun tak berarti di banding cinta mereka. Tak berarti, di banding keberhasilannya di misi pendidikannya.

**

Akan tiba masanya, hamba-hamba Allah yang saat ini merasa tersiksa karena kurangnya rezeki. Hamba-hamba Allah yang menderita karena kehidupan yang pas-pasan, bahkan serba kekurangan. Padahal, Tuhan mereka Maha Kaya, yang kekayaannya tak pernah terkira.

Akan tiba masanya, hamba-hamba Allah itu memahami kenapa cinta Tuhan jauh lebih utama dari gemerlap apa pun yang ada di dunia ini. Karena boleh jadi, siksa dan derita karena ketiadaan itu, justru membimbingnya dalam sukses misi hidup ini. Sukses dalam kebersamaan abadi, antara ridha hamba dengan ridha Tuhannya. (Mh)

Tags: Sapaan Tuhan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Membangun Kolaborasi Strategis untuk Pengungsi

Next Post

Rumah Karpet, Produsen Karpet Karakter di Bogor

Next Post

Rumah Karpet, Produsen Karpet Karakter di Bogor

Maknai Hari Pahlawan dengan Bekerja untuk Bangsa dan Negara

Resep Pizza Roti Tawar Saus Putih, Ide Sajian Pagi Mudah

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Leshia Tivana Billar Rayakan Ulang Tahun Pertamanya dengan Outfit Serba Putih

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7897 shares
    Share 3159 Tweet 1974
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    478 shares
    Share 191 Tweet 120
  • Victory Waterpark Soreang, Referensi Liburan Keluarga di Bandung

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4093 shares
    Share 1637 Tweet 1023
  • Ayo Less Waste Bersama PNH Menyalurkan Bibit Pohon di Yogyakarta dalam Upaya Cegah Bencana Ekologis Berulang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3430 shares
    Share 1372 Tweet 858
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5266 shares
    Share 2106 Tweet 1317
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1678 shares
    Share 671 Tweet 420
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga