• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 16 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Berteriak pada Anak, Apakah Benar-Benar Berbahaya?

06/04/2022
in Parenting
75
SHARES
576
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Orangtua sangat mencintai dan peduli pada anak-anaknya dan menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mendisiplinkan, mendidik dan mengembangkan anak-anak menjadi manusia yang baik dan berprestasi dalam hidupnya. Terkadang untuk membuat anak-anak belajar disiplin atau berperilaku baik, orangtua membentak anak-anak. Beberapa kali anak menjadi nakal dan tidak mendengarkan orangtua, sehingga orangtua yang frustrasi akhirnya membentak mereka. Tetapi teriakan ini mungkin mempengaruhi (bukan dengan cara yang baik) perkembangan, kepribadian, dan kesehatan anak tersebut. Jadi, orangtua harus memperhatikan teriakan mereka untuk memastikan anaknya mendapatkan lingkungan pertumbuhan terbaik.

Mengapa Orangtua Meneriaki Anak Mereka?

Orangtua terkadang merasa frustrasi dengan anak-anak mereka jika anak-anak tidak mendengarkan mereka, berperilaku buruk, tidak belajar, atau membolos. Anak-anak yang sedang tumbuh berpikir bahwa mereka tahu semuanya dan tidak mengikuti instruksi orangtua mereka. Hal ini menyebabkan orangtua meneriaki anak dan mencoba membuat mereka memahami pentingnya pelajaran, disiplin dan aturan.

Ada beberapa alasan umum orangtua membentak anak-anak mereka.

1. Perlindungan

Para orangtua ingin melindungi anak-anak mereka dari segala bahaya dan ancaman. Jadi mereka berteriak ketika anak-anak itu nakal atau tidak memahami bahaya akan sesuatu atau situasi seperti bermain di jalan, bermain dengan benda tajam atau berlari di jalan.

2. Ketidakcukupan

Terkadang orangtua merasa mereka tidak memadai untuk anak-anak. Jadi untuk menunjukkan kepercayaan diri mereka, para orangtua meneriaki anak-anak agar mereka mengikuti perintah mereka.

3. Tidak memahami anak-anak

Beberapa orangtua menganggap anak-anak sama seperti mereka, harus mengerti segalanya. Mereka tidak memahami bahwa anak-anak memiliki pikiran yang masih berkembang dan anak-anak tersebut masih perlu mempelajari perilaku sosial. Orangtua menjadi marah dan meneriaki anak itu karena tidak menaati mereka.

4. Pola asuh

Beberapa orangtua dimarahi oleh orang tua mereka di masa kecil, sehingga mereka percaya bahwa membentak anak adalah cara yang benar untuk mendisiplinkan anak. Mereka menganggap berteriak sebagai pola asuh yang normal dan karenanya mengikuti metode yang sama untuk anak-anak mereka.

Bagaimana Berteriak pada Anak Dapat Mempengaruhi Kesehatan Emosional dan Fisik Mereka

Anak-anak tidak bersalah dan tidak dewasa. Mereka tidak memahami rasa frustrasi atau kesal orangtua mereka ketika mereka tidak mendengarkan. Tapi mereka takut kalau orangtua mereka meneriaki mereka. Berteriak berdampak tidak hanya pada perilaku jangka pendek tetapi juga memiliki efek jangka panjang pada perkembangan mental dan kepribadian mereka.

Beberapa dampak berteriak pada kesehatan emosional dan fisik anak adalah:

1. Berteriak memperburuk masalah perilaku mereka

Beberapa anak memiliki masalah perilaku dan teriakan orangtua dapat menyebabkan anak berperilaku baik pada saat itu. Namun dalam jangka panjang, masalah perilaku akan meningkat dengan teriakan yang terus menerus. Anak-anak akan terbiasa berteriak dan seiring berjalannya waktu dia mungkin mengembangkan lebih banyak masalah lain.

2. Berteriak mengubah perkembangan otak mereka

Otak anak-anak masih berkembang, jadi setiap kejadian atau peristiwa negatif mengubah cara otak mereka berkembang. Berteriak membuat mereka takut dan itu mengubah perkembangan otak mereka.

3. Berteriak menyebabkan depresi atau kecemasan pada anak-anak

Anak-anak pada dasarnya nakal dan cenderung melakukan banyak hal yang membuat orangtua frustrasi. Jadi berteriak pada balita membuat mereka sakit hati dan takut pada orangtuanya. Hal ini menyebabkan depresi atau kecemasan.

4. Berteriak mempengaruhi kesehatan fisik anak

Peristiwa masa kecil membentuk seluruh hidup kita, sehingga teriakan yang tidak menyenangkan menyebabkan stres pada anak-anak. Stres berdampak pada kesehatan fisik anak dan dapat mengakibatkan masalah kesehatan fisik.

5. Berteriak menyebabkan sakit kronis pada anak-anak

Peristiwa atau pengalaman masa kecil yang negatif menghasilkan perkembangan rasa sakit kronis pada anak. Anak itu mungkin mengalami nyeri kronis seperti nyeri punggung atau leher, artritis, dan sakit kepala.

6. Berteriak menyebabkan kepercayaan diri yang rendah pada anak

Diteriaki oleh orangtua bahkan pada hal-hal terkecil membuat anak itu percaya bahwa mereka tidak cukup baik. Teriakan berulang-ulang oleh orangtua mengakibatkan kepercayaan diri mereka menurun dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan mereka merasa tidak mampu atau tidak cukup baik.

7. Berteriak menyebabkan agresi pada anak-anak

Beberapa anak berperilaku memberontak karena terus menerus diteriaki oleh orangtua mereka. Setelah beberapa waktu, kebutuhan untuk menentang orangtua berubah menjadi agresi dan menjadi bagian dari kepribadian mereka.

[My]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Trump: Ada 9 Negara Islam akan Normalisasi dengan Israel Termasuk Arab Saudi

Next Post

Sajian Siang Praktis dengan Tumis Sarden Lezat

Next Post

Sajian Siang Praktis dengan Tumis Sarden Lezat

Selain Sebagai Dai, Syekh Ali Jaber Juga Jago Masak

Meyda Safira Komitmen Tak Mau Bersentuhan dengan yang Bukan Mahram, Meskipun saat Berakting

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8415 shares
    Share 3366 Tweet 2104
  • Arti Rupiah Terus Anjlok terhadap Dolar

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3794 shares
    Share 1518 Tweet 949
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4307 shares
    Share 1723 Tweet 1077
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2128 shares
    Share 851 Tweet 532
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    394 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2252 shares
    Share 901 Tweet 563
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3357 shares
    Share 1343 Tweet 839
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11335 shares
    Share 4534 Tweet 2834
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga