• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Surat Terbuka untuk Mas Menteri Nadiem Makarim

16/05/2020
in Berita
74
SHARES
566
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Widianingsih, M.Ag

ChanelMuslim.com – Mas Menteri yang terhormat, perkenalkan saya Widianingsih seorang ibu 3 anak serta pemilik PAUD Inklusi Bukit Pelangi dan SD Inklusi Azaddy Al-Ghozali di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, juga mengelola Sekolah Inklusi Salsabila di Purwakarta Jawa Barat.

Mas Menteri yang baik hati…
Kekhawatiran saya hari ini bukan lagi soal makanan sederhana seadanya yang setiap hari kami makan, juga bukan perkara kami para guru sepertinya tak akan bisa membeli baju lebaran.

Mas Menteri, kekhawatiran kami juga kegalauan kami adalah jika wabah covid 19 ini tak kunjung berlalu, sekolah di rumah diperpanjang sampai batas waktu yang tak tentu. Maka bagaimana nasib murid kami, orangtuanya serta kami para gurunya yang harus melakukan pembelajaran daring.

Mas Menteri, mungkin bagi siswa SMP, SMA atau Mahasiswa pembelajaran daring tak terlalu membuat gundah, namun bagi murid kami yang masih usia dini tentu ini sangat menyayat hati.

Mas Menteri, tak jarang guru yang kebingungan karena target kurikulum dan penilaian harus dilakukan seperti biasa padahal keadaan ini sungguh tak biasa. Akhirnya karena anak usia dini tak mungkin mengaktifkan berbagai aplikasi daring sendiri tentu orang tua yang direpotkan oleh kebijakan ini.

Belum lagi tugas segambreng dari para guru yang harus dituntaskan pada saat itu, karena guru pun harus laporan kepada Kepala Sekolah juga Dinas Pendidikan bahwa program pembelajaran daring terus berjalan. Tak jarang, RPPH dari guru dibagikan kepada para orangtua yang bertugas menuntaskan itu semua di rumah.

Tak terbayang tugas-tugas yang banyak dari guru lain untuk kakak-kakaknya yang sama-sama belajar daring di jam dan hari yang berbarengan.

Mas Menteri, guru-guru sekolah swasta kini galau sekali, tak tega menagih uang SPP kepada orangtua karena mereka sendiri yang mengajari anandanya di rumah. Namun, jika tidak, guru pun perlu honor itu untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Mas Menteri, guru sudah merasa malu menyuruh orangtua melakukan ini itu, memindahkan jadwal sekolah ke rumah dengan berbagai tutorial dan penjelasan via grup WA, meminta laporan berupa foto juga video bahwa muridnya melaksanakan semua tugas itu di rumah demi penilaian di dalam buku laporan perkembangan. Namun apalah daya, tuntutan dari atasan, guru harus melakukan pelaporan.

Mas Menteri, bukankah di tengah wabah, target kurikulum tak harus dituntaskan seperti biasanya, agar guru tak melulu menuntut orangtua dan muridnya di rumah sekadar menggugurkan kewajiban dengan mengirim berbagai laporan?

Mas Menteri, bukankah belajar banyak cara dan pendekatannya? Banyak media dan sistem penilaiannya? Bagaimana dengan orangtua yang tidak mampu? Jangankan untuk membeli kuota internet, untuk makan saja mereka mesti mengencangkan ikat pinggang apalagi saat ini bahan kebutuhan pangan tak semurah biasanya. Bagaimana dengan orangtua yang harus menjadi garda terdepan mengatasi wabah ini? Mereka bahkan rela meninggalkan keluarga demi mengabdi kepada Bangsa dan Negara? Sedangkan jika tak tuntas melaporkan tugas yang dikirim guru untuk anaknya mereka akan mendapat label “tak mendokumentasikan kegiatan”, “kegiatan tak sesuai RPPH”.

Mas Menteri yang baik hati, saya sebagai praktisi pendidikan anak memohon kebijakan dan kemurahan hati Mas Menteri agar proses kegiatan belajar di rumah dikembalikan pada kurikulum setiap keluarga, bukan kurikulum nasional. Sehingga guru bisa melakukan penelitian serta akan banyak berdiskusi dengan para orangtua bagaimana proses belajar di setiap rumah menjadi modal kuat bagi masing-masing keluarga untuk semakin saling mencintai dan menyayangi, bersama-sama saling menguatkan melalui ujian wabah covid 19 ini.

Mas Menteri, dengan begitu orangtua dan guru adalah tim yang saling bahu membahu membantu anak cinta belajar, senang belajar, belajar sepanjang hayat, belajar dari buaian hingga liang lahat, membangun anak-anak yang mencintai ilmu agar bermanfaat di dunia dan di akhirat.

Salam hormat
Tanjungsari, 14 Mei 2020.
[ind]

Sumber:
https://www.facebook.com/100000390191829/posts/3047757685247208/

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Israel Bubarkan Aksi Protes Hari Nakba, 5 Warga Palestina Terluka

Next Post

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Next Post
Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Tiga Jenis Mengantuk Saat Baca Alquran

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Bangun Ya Akhi, Ya Ukhti, Ramadan Akan Pergi

Pesona Dunia yang Hanya Sementara

Akhir Ramadan

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1972 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Tetap Shalih Setelah Ramadan

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8087 shares
    Share 3235 Tweet 2022
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3587 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2393 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1950 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Berpuasa bersama Mayoritas Manusia

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Momen Lebaran, Perempuan Berperan Krusial dalam Menjaga Keseimbangan Rumah Tangga

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga