• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

India Usir Mahasiswa Jerman yang Ikut Protes Menolak UU Kewarganegaraan

25/12/2019
in Berita
72
SHARES
552
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – India mengusir seorang mahasiswa Jerman berusia 24 tahun pada hari Selasa kemarin etelah ia bergabung dengan protes menentang undang-undang kewarganegaraan baru, yang diyakini diskriminatif terhadap Muslim.

Dalam foto yang diedarkan oleh media India, mahasiswa Jerman bernama Jakob Lindenthal ditunjukkan memegang plakat yang menyamakan praktik pemerintah India dengan yang dilakukan Nazi Jerman. Bunyinya: "1933 hingga 1945 – kita telah ada di sana."

Mengkonfirmasi bahwa Lindenthal disuruh meninggalkan negara itu, seorang pejabat pemerintah India mengatakan kepada media bahwa pelajar Jerman – yang terdaftar di Institut Teknologi India di kota selatan Chennai – telah melanggar persyaratan visa pelajar.

Para mahasiswa di seluruh India telah memprotes undang-undang baru yang memberikan kewarganegaraan kepada umat Hindu, Parsis, Sikh, Budha, Jain, dan Kristen – tetapi tidak untuk Muslim – yang bermigrasi dari Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan.

Para aktivis menyebut undang-undang itu diskriminatif, karena khawatir undang-undang itu bertujuan mencabut hak pilih Muslim India. Namun, Perdana Menteri Narendra Modi telah menolak klaim tersebut.

Lindenthal mengatakan kepada The Indian Express, sebuah surat kabar berbahasa Inggris bahwa ia menerima "petunjuk lisan" dari Kantor Registrasi Regional Asing (FRRO) untuk meninggalkan India.

"Saya merasakan rasa terima kasih banyak orang dalam protes atas solidaritas dari orang asing. Jadi, saya ingin memberi mereka setidaknya dukungan moral saya lagi setelah menghadiri pawai protes di kampus IIT Madras," kata Lindenthal kepada penyiar Jerman Deutsche Welle.

"Setelah era Nazi, banyak orang mengaku tidak tahu apa-apa tentang genosida atau kekejaman atau menyatakan bahwa mereka hanya pasif," katanya.

"Karena itu, saya melihatnya sebagai kewajiban untuk belajar dari pelajaran ini dan tidak hanya menonton ketika terjadi sesuatu yang diyakini sebagai batu loncatan menuju perkembangan yang mungkin sangat berbahaya," katanya kepada surat kabar India sebelum berangkat ke Jerman.

Mahasiswa itu mengatakan dia dipanggil ke kantor FRRO di mana dia mendapat perintah untuk segera meninggalkan India..

“Kami membahas budaya demonstrasi. Ada tiga petugas termasuk satu yang menanyakan semua pertanyaan kepada saya. Mereka semua tidak disebutkan namanya. Menjelang akhir pembicaraan, mereka berkata saya mungkin harus segera meninggalkan negara itu karena melanggar peraturan visa pelajar saya, ”katanya kepada Indian Express.[ah/anadolu]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tantangan Hijrah Warga Muslim Indonesia di AS Jadi Tema Muktamar IMSA 2019

Next Post

Anggota Parlemen Kuwait Desak Bantuan untuk Warga Uighur dan Muslim India

Next Post

Anggota Parlemen Kuwait Desak Bantuan untuk Warga Uighur dan Muslim India

Yuk Cobain Menu Masak Nasi Campur Ayam KFC yang Viral di Jepang

Yuk Cobain Menu Masak Nasi Campur Ayam KFC yang Viral di Jepang

Hari Ini (Kamis, 26/12) akan Terjadi Gerhana Matahari di Seluruh Aceh, Ini Detail Visualisasinya

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    534 shares
    Share 214 Tweet 134
  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7915 shares
    Share 3166 Tweet 1979
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3447 shares
    Share 1379 Tweet 862
  • Funwalk An Nahl Islamic School Jadi Simbol Sinergi Orang Tua dan Sekolah Dampingi Anak

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Bolehkah Puasa Daud dan Puasa Ayamul Bidh Digabung

    635 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Sejumlah Tokoh Luncurkan Petisi Serukan Indonesia Tarik Diri dari Dewan Perdamaian BOP

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2120 shares
    Share 848 Tweet 530
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga