HOBI berbagi gunting kuku di banyak kalangan keluarga merupakan kebiasaan yang dianggap wajar. Benda berukuran kecil ini biasanya disimpan di satu tempat dan digunakan oleh siapa saja yang membutuhkannya. Karena digunakan bersama anggota keluarga sendiri, kebiasaan tersebut sering kali tidak dianggap berisiko.
Padahal, berbagi gunting kuku dapat menjadi salah satu jalur perpindahan mikroorganisme penyebab infeksi. Gunting kuku bersentuhan langsung dengan permukaan kuku dan kulit di sekitarnya. Apabila alat tersebut digunakan oleh seseorang yang memiliki infeksi, sisa mikroorganisme dapat tertinggal dan berpindah kepada pengguna berikutnya.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), alat perawatan kuku yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi media penyebaran jamur kuku. Bahkan, organisasi dermatologi tersebut secara tegas menyarankan agar masyarakat tidak berbagi alat perawatan kuku, termasuk gunting kuku.
Risiko Berbagi Gunting Kuku bagi Kesehatan Kulit dan Kuku
Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah onikomikosis atau infeksi jamur kuku. Kondisi ini dapat menyebabkan kuku berubah warna menjadi kekuningan atau keputihan, menebal, rapuh, bahkan mengalami perubahan bentuk.
American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa jamur penyebab infeksi kuku dapat berpindah melalui benda yang terkontaminasi, termasuk gunting kuku yang tidak didisinfeksi. Mikroorganisme tersebut dapat masuk melalui celah kecil pada kuku maupun luka mikroskopis di kulit sekitarnya.
Selain jamur kuku, penggunaan alat pemotong kuku secara bergantian juga berpotensi memindahkan mikroorganisme penyebab infeksi kulit, terutama apabila terdapat luka kecil atau perdarahan saat proses pemotongan.
Dermatolog Mona Gohara, MD, profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, turut menjelaskan risiko penggunaan alat kuku bersama dalam wawancara yang dimuat Yahoo Health pada 22 Oktober 2026. Ia menyebutkan bahwa virus penyebab kutil serta bakteri seperti Staphylococcus dapat ikut berpindah melalui alat yang terkontaminasi.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa hubungan keluarga tidak serta-merta menghilangkan risiko penularan. Seseorang bisa saja terlihat sehat, tetapi alat perawatan pribadinya tetap berpotensi menjadi perantara perpindahan mikroorganisme.
Luka Kecil di Sekitar Kuku Dapat Mempermudah Infeksi
Risiko berbagi gunting kuku semakin perlu diperhatikan ketika seseorang memiliki luka di sekitar kuku. Luka tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri maupun jamur untuk menginfeksi jaringan kulit.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa kuman dapat berada di bawah kuku dan berkontribusi terhadap penyebaran infeksi. Karena itu, kebersihan kuku dan peralatan perawatannya merupakan bagian penting dari kebersihan diri.
Infeksi di sekitar kuku dapat ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri, hingga munculnya nanah. Sementara itu, infeksi jamur biasanya berkembang lebih lambat dan membutuhkan waktu cukup panjang untuk ditangani.
Baca Juga: Tips Menggunting Kuku yang Benar Agar Tetap Sehat dan Bersih
Hobi Berbagi Gunting Kuku dengan Keluarga? Dokter Kulit Ungkap Risiko di Baliknya!
Menjaga Kebersihan sebagai Bagian dari Ajaran Islam
Dalam Islam, menjaga kebersihan merupakan bagian dari perhatian terhadap kesehatan dan kemaslahatan diri. Meskipun tidak terdapat dalil khusus yang secara langsung membahas larangan berbagi gunting kuku, prinsip menghindari bahaya telah dijelaskan dalam ajaran Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah No. 2340).
Hadis tersebut dikenal sebagai kaidah la dharar wa la dhirar, yang menjadi landasan penting dalam menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kerugian atau bahaya bagi orang lain.
Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:
“Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri.”
Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya. Dalam konteks kesehatan sehari-hari, menjaga kebersihan peralatan pribadi merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengurangi risiko penyakit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kebiasaan Sederhana yang Berkaitan dengan Kesehatan Keluarga
Berbagi gunting kuku mungkin terlihat sebagai kebiasaan sederhana yang tidak perlu dipermasalahkan. Namun, risiko perpindahan jamur dan mikroorganisme melalui alat yang terkontaminasi menunjukkan bahwa kebersihan benda pribadi tetap perlu diperhatikan, termasuk di lingkungan keluarga.
Memiliki gunting kuku masing-masing merupakan bentuk perhatian terhadap kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit ketika sudah muncul, melainkan juga memahami bahwa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi tubuh. [Ssh]





