CELURUT atau curut hampir selalu ada di setiap rumah. Hewan malam ini sabar ketika difitnah terus-menerus sebagai tikus.
Curut wujudnya seperti tikus. Tampak sama, tapi sebenarnya banyak berbedanya.
Dari segi detil fisik, curut punya moncong. Tidak seperti tikus. Curut juga tidak bisa melihat jelas. Kebanyakan mereka mengalami rabun sejak kecil. Ia bergerak berdasarkan penciuman atau menelusuri dinding agar gerakannya tetap lurus.
Difitnah sebagai Tikus
Selama ini, hampir semua manusia memfitnahnya sebagai tikus. Tikus itu hewan hama: mencuri makanan, merusak perabot termasuk menggigit kabel hingga putus, bahkan juga menggigit manusia.
Semua hal buruk itu tidak pernah dilakukan curut. Yang dimakan curut adalah serangga perusak seperti kecoa, kelabang, laba-laba, aneka kutu, larva, cacing, katak, bahkan ular kecil.
Jadi, curut tidak memakan makanan yang dimakan manusia. Tidak merusak perabot. Kalau pun ia ditemukan di dapur, tujuannya mulia: memburu kecoa atau serangga perusak lainnya.
Nah, ketika manusia memburunya karena dianggap sebagai tikus, posisi pertahanannya sangat lemah: tidak bisa melihat, tidak bisa naik ke atas, dan gerakannya mudah ditebak. Dan curut pun menjadi mudah dibasmi daripada tikus.
Apa yang terjadi jika curut tak lagi ada di lingkungan rumah kita? Jika itu terjadi, maka serangga yang merugikan akan berkembang biak dengan cepat. Ujung-ujungnya, manusia juga yang repot dan dirugikan.
**
Tentang hal baik dan buruk, manusia pun bisa menjadi korban. Betapa banyak orang yang baik menjadi korban fitnah dan stigma jahat, hanya karena penampilan, isu negatif, dan lainnya.
Namun begitu, jangan pernah terpengaruh ketika sebenarnya kita berada pada jalan yang benar. Tetaplah memberikan yang terbaik untuk orang banyak, meskipun mereka membalasnya dengan hal buruk. [Mh]


