DESAINER modest fashion asal Batam, Lina Sukijo, kembali menunjukkan kreativitasnya melalui koleksi terbaru bertajuk Shangri-La dalam perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Mengusung tema An Inner Journey to Serenity and Light, koleksi ini memadukan keindahan busana tradisional Tiongkok dengan sentuhan modest fashion modern yang elegan dan berkarakter.
Koleksi Shangri-La terinspirasi dari sebuah tempat yang dikenal sebagai simbol keindahan dan kedamaian. Melalui rancangan terbarunya, Lina Sukijo ingin menggambarkan perjalanan seorang perempuan dalam menemukan jati diri, menghadapi ketidakpastian, hingga mencapai ketenangan dari dalam dirinya sendiri.
Bukan sekadar menghadirkan busana yang indah secara visual, koleksi ini membawa pesan bahwa keindahan dan ketenangan sejatinya tidak selalu harus dicari jauh ke luar. Keduanya dapat ditemukan melalui proses memahami diri, menerima perubahan, dan berdamai dengan perjalanan hidup.
Dari sisi desain, Lina Sukijo mengeksplorasi elemen khas busana tradisional Tiongkok yang dipadukan dengan karakter modest fashion masa kini. Detail mandarin collar, Chinese knot, konstruksi tumpuk atau overlapping construction, siluet panjang, panel berlapis, hingga aksen tassel menjadi elemen yang memperkuat identitas koleksi.
Ornamen floral yang terinspirasi dari alam turut memberikan sentuhan feminin pada setiap rancangan. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan yang anggun tanpa menghilangkan karakter kuat yang selama ini menjadi ciri khas desain Lina Sukijo.
baca juga: Novia Sukijo Ungkap Sosok Bunda
Eksplorasi Material dan Warna yang Elegan
Keunikan koleksi Shangri-La juga terlihat dari eksplorasi material yang digunakan. Lina memadukan brocade, silk, tulle, dan velvet untuk menghadirkan variasi tekstur serta volume pada busana.
Detail brocade dan aplikasi kristal memberikan kilau mewah, sementara permainan lapisan serta konstruksi busana menciptakan dimensi tersendiri pada setiap tampilan.
Palet warna yang dipilih terinspirasi dari suasana pegunungan berkabut dan ketenangan alam. Warna ice blue menghadirkan kesan sejuk, olive memberikan nuansa alami, sedangkan butter yellow, pink, silver, dan gold menambahkan sentuhan hangat sekaligus mewah.
Dalam presentasi koleksi ini, Lina Sukijo menampilkan 10 looks dari koleksi utama dan enam looks khusus muse. Setiap rancangan memperlihatkan interpretasi berbeda terhadap inspirasi Shangri-La, baik melalui detail ornamen, pilihan material, maupun permainan siluet.
Sejumlah figur publik turut hadir sebagai muse, di antaranya Ashanty, Dewi Perssik, Arumi Bachsin, Wardatina Mawa, Dian Zara, dan Maya Erina Santy. Selain itu, Dines Sukijo, cucu Lina Sukijo, juga tampil sebagai muse. Kehadirannya menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Dines ke industri modeling melalui panggung fashion bergengsi tersebut.
Lina Sukijo Hadirkan Koleksi Shangri-La, Perpaduan Modest Fashion dan Keindahan Budaya Tiongkok di JFW 2027
Lina Sukijo dikenal sebagai desainer busana muslim asal Batam, Kepulauan Riau, yang mengembangkan rancangan busana syar’i premium dengan pendekatan haute couture. Melalui label Lina Sukijo dan lini Madinah Syar’i, ia menghadirkan alternatif busana muslim dengan karakter glamor, edgy, kaya ornamen, dan tetap memperhatikan prinsip kesantunan dalam berpakaian.
Ciri khas desainnya terlihat melalui eksplorasi teknik pleats atau lipit, pemotongan bahan yang berani, monogram print, serta sentuhan sporty-glam. Karakter tersebut membuat rancangan Lina memiliki identitas tersendiri di tengah perkembangan industri modest fashion.
Kreativitas dalam dunia fashion juga menjadi bagian dari perjalanan keluarga. Bakat desain yang dimiliki Lina turut diteruskan kepada putrinya, Novia Sukijo, yang dikenal melalui label NVSKJ dan kini ikut memperkuat lini desain brand keluarga.
Sepanjang 2026, Lina Sukijo aktif memperkenalkan karya-karyanya di berbagai ajang fashion nasional maupun internasional. Di antaranya Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) pada Februari 2026, TKLMEN’S Fashion Week, IN2MF x JMFW, serta Gebyar Melayu Pesisir.
Langkah internasionalnya juga terlihat melalui kunjungan dan peragaan busana di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperkenalkan estetika dan kesantunan busana syar’i Indonesia di lingkungan internasional.
Konsistensinya dalam mengembangkan modest fashion turut memperoleh sejumlah apresiasi. Pada 2020, Lina Sukijo tercatat sebagai UMKM binaan unggulan Bank Indonesia dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI), atas kontribusinya dalam memajukan industri kreatif lokal dan mengembangkan produk syar’i berpotensi ekspor.
Ia juga memperoleh apresiasi atas partisipasinya dalam TKLMEN’S Fashion Week 2026 di Malaysia serta apresiasi budaya dari Universitas Al-Azhar Mesir pada 2026. Sebelumnya, karya Lina melalui label Madinah Syar’i Premium juga pernah tampil di Dubai Modest Fashion Week pada 2017 dan Amsterdam Fashion Modest di Belanda pada 2019.
Melalui koleksi Shangri-La di Jakarta Fashion Week 2027, Lina Sukijo kembali memperlihatkan bahwa modest fashion memiliki ruang eksplorasi yang luas. Inspirasi lintas budaya dapat diterjemahkan menjadi rancangan kontemporer tanpa meninggalkan karakter kesantunan dan keanggunan busana muslim.
Pada akhirnya, Shangri-La bukan hanya tentang perpaduan estetika oriental dan modest fashion. Koleksi ini juga menjadi refleksi perjalanan perempuan dalam mengenali dirinya sendiri, menerima perubahan, dan menemukan cahaya ketenangan dari dalam hati.[ind]





