KOALISI Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2027 yang dirangkai dengan Rapat Konsolidasi bersama Mitra pada Sabtu hingga Ahad (31/10 – 1/11). Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat.
Raker ini diikuti oleh seluruh struktur inti KPIPA yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta 8 bidang: Bidang Edukasi, Bidang Luar Negeri, Bidang Media, Bidang Jaringan, Bidang Al-Quds for Kids, Bidang Social Enterprise, Bidang Operasional dan Dinamisasi, serta Bidang Keamanan dan Perlengkapan.
Konsolidasi dihadiri oleh 3 mitra KPIPA, yaitu: Koalisi Daiyah Indonesia untuk Al-Quds dan Palestina, Koalisi Perempuan Muda Indonesia untuk Palestina (KPMIP), dan Perempuan Seni Indonesia untuk Palestina (PUSPA). Selain itu, hadir pula 4 perwakilan daerah, yaitu Koalisi Perempuan Sumut Peduli Palestina (KPSP), Perempuan Depok Peduli Palestina (PELITA), Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat (ALMA), dan Jejaring Edukasi dan Jalinan Aksi Kepedulian Al-Quds (JEJAKQU).
Arahan Ketua KPIPA: 5 Kunci Perjuangan
Ketua KPIPA, Dr. Nurjanah Hulwani, menegaskan bahwa di usia keenam, KPIPA bersyukur mampu terus berkembang dengan dukungan 10 Ormas pendiri yang berpengalaman dan berkontribusi dalam dakwah di Indonesia. Dalam raker ini, KPIPA merumuskan program rutin dan program unggulan. Di antaranya ada program yang akan disinergikan dengan Ormas pendiri.
Dr. Nurjanah menyampaikan 5 kunci untuk pengurus. Pertama, bersyukur dan menjaga amanah. “Kita jaga amanah ini dengan lillahi ta’ala. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menceritakan bahwa orang yang berniat beribadah tetapi terhalang karena suatu kondisi, ia tetap mendapat pahala seperti melakukannya,” ujarnya.
Kedua, menjaga keikhlasan dan kesabaran menghadapi tantangan dari luar dan dalam.
Ketiga, memulai dari yang mudah. Ia mengingatkan agar pengurus fokus pada bidang sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mempersiapkan sejak dini.
Keempat, membuat program sesuai kemampuan. Mempertimbangkan keterbatasan sumber daya, pengurus perlu mengukur mana yang mampu dilaksanakan, lalu lakukan dengan konsisten.
Terakhir, rutin berbuat. “Yang diinginkan Allah adalah berbuat. Pastikan program yang direncanakan terealisasi. Hindari merencanakan program yang menyulitkan kita sendiri,” pesannya.
Ia juga menegaskan, dalam perjuangan Palestina tidak boleh ada ego sentral. Sebab, kaum muslimin adalah rahmatan lil ‘alamin.
Program Unggulan 2027 dan Target 36 Provinsi
Dalam Raker ini, masing-masing bidang memaparkan program kerja tahun 2027 dan menentukan program unggulan. Program unggulan KPIPA tahun 2027 di antaranya perjalanan religi ke Malaysia, bedah buku, tabligh akbar, konser amal, produksi merchandise, persiapan basecamp KPIPA, dan pentas seni anak Indonesia cinta Palestina.
Sesi konsolidasi diakhiri dengan pemaparan program kerja 2027 dari seluruh mitra dan perwakilan daerah.
“Target kita punya cabang di 38 provinsi. Ini adalah obat rindu membersamai ibu dan anak Palestina dari rumah sendiri melalui organisasi kita,” tutup Dr. Nurjanah. [Mh/KPIPA]


