MELALUI koleksi terbarunya bertajuk Rhythm untuk tahun 2026, desainer Novia Sukijo mengeksplorasi kekayaan tekstil Kepulauan Riau dengan sentuhan mode kontemporer. Mengangkat Tenun Melayu sebagai salah satu inspirasi utama, koleksi ini mempertemukan warisan budaya dengan ekspresi desain modern melalui permainan siluet, tekstur, warna, dan konstruksi busana yang berkarakter.
Mengusung konsep keseimbangan dan pergerakan, Rhythm menghadirkan perpaduan antara bentuk busana yang terstruktur dan siluet yang mengalir. Karakter tersebut terlihat melalui rancangan blazer serta atasan berpotongan tegas dan terukur yang membentuk garis bahu dan pinggang secara jelas. Sementara itu, rok berdraperi dan bawahan dengan potongan lebih leluasa memberikan kesan lembut serta dinamis pada keseluruhan tampilan.
Kontras antara struktur bagian atas dan kelembutan bagian bawah menciptakan ritme visual yang alami. Setiap rancangan memiliki karakter tersendiri, tetapi tetap terhubung dalam komposisi yang harmonis. Pendekatan ini menghasilkan tampilan yang elegan, berkarakter, sekaligus relevan dengan perkembangan mode masa kini.
Kekuatan koleksi Rhythm juga terletak pada eksplorasi detail tekstil berlapis yang memberikan kedalaman dan karakter pada setiap busana. Permainan lapisan tersebut menonjolkan kekayaan material sekaligus memperlihatkan ketelitian dalam menyusun dan memadukan setiap elemen desain.
Dari sisi warna, Novia Sukijo memilih palet yang terdiri atas hitam pekat, cokelat hangat, beige, dan emas lembut. Perpaduan warna tersebut menghadirkan kesan membumi, terkendali, sekaligus berkelas. Alih-alih mengandalkan ornamen berlebihan, koleksi ini justru menempatkan tekstur, proporsi, konstruksi, dan siluet sebagai daya tarik utama.
baca juga: Novia Sukijo Ungkap Sosok Bunda
Rhythm, Koleksi Novia Sukijo yang Memadukan Keindahan Tenun Melayu dan Gaya Kontemporer
Salah satu aspek menarik dari koleksi Rhythm adalah penggunaan Tenun Melayu sebagai rujukan penting dalam membangun identitas desain. Berakar pada tradisi tekstil masyarakat Melayu yang diwariskan dari generasi ke generasi, Tenun Melayu merepresentasikan kekayaan keterampilan kriya, karakter material, serta kekhasan visual yang terbentuk melalui proses penenunan.
Dalam interpretasi Novia Sukijo, warisan tekstil tersebut tidak sekadar dihadirkan sebagai elemen tradisional, tetapi diolah menjadi bagian dari bahasa desain modern. Karakter Tenun Melayu diterjemahkan melalui penerapan siluet yang terukur, detail tekstil berlapis, serta permainan struktur dan pergerakan.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya dapat terus menemukan relevansinya dalam perkembangan industri mode kontemporer. Tradisi tidak harus ditampilkan semata-mata dalam bentuk aslinya, tetapi dapat dieksplorasi dan dikembangkan menjadi karya yang sesuai dengan kebutuhan serta selera masa kini tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi sumber keunikannya.
Melalui Rhythm, Novia Sukijo menghadirkan eksplorasi yang mempertemukan karakter tekstil Kepulauan Riau, ketelitian konstruksi busana, dan siluet dinamis dalam satu kesatuan desain. Keseimbangan antara bentuk yang tegas dan gerak yang lembut menjadi karakter utama koleksi ini.
Lebih dari sekadar menghadirkan busana dengan tampilan elegan, Rhythm menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya Melayu dan kreativitas desain modern. Sebuah interpretasi yang menunjukkan bahwa kekayaan tekstil tradisional dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi dalam perjalanan mode kontemporer.[ind]



