CINTA merupakan perasaan yang indah. Kehadirannya bisa membuat seseorang merasa dihargai dan memiliki tempat untuk berbagi cerita. Namun cinta tidak cukup hanya diukur dari seberapa bahagia kita saat bersama seseorang. Ada tanggung jawab yang harus dijaga. Ada penghormatan yang perlu diberikan. Ada pula prinsip hidup yang tidak seharusnya dikorbankan hanya demi mempertahankan sebuah hubungan.
Terkadang seseorang begitu takut kehilangan orang yang dicintainya hingga rela mengabaikan batasan yang selama ini diyakini. Ia mulai memaklumi hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama. Bahkan ia bisa saja mengorbankan ketenangan hati demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari seseorang. Padahal cinta yang baik tidak seharusnya membuat kita menjauh dari Allah.
Baca Juga: Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan
Cinta yang Baik Adalah Cinta yang Mendekatkan Diri kepada Allah
Dalam Islam cinta bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Perasaan itu merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun perasaan perlu diarahkan agar tidak membawa seseorang pada tindakan yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Cinta yang sehat tumbuh bersama rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk menjaga kehormatan satu sama lain.
Seseorang yang benar-benar menghargai kita tidak akan sengaja merendahkan harga diri kita. Ia tidak akan menjadikan perasaan sebagai alasan untuk memaksa kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan. Sebaliknya ia akan berusaha menjaga hubungan dengan cara yang baik serta menghormati batasan yang telah disepakati.
Cinta juga membutuhkan kedewasaan. Tidak semua keinginan harus dituruti dan tidak semua perbedaan harus berakhir dengan pertengkaran. Ada kalanya kita perlu belajar mendengarkan. Ada saatnya kita harus mengalah demi kebaikan bersama. Namun mengalah bukan berarti membiarkan diri terus-menerus disakiti atau kehilangan jati diri.
Karena itu jangan sampai keinginan untuk dicintai membuat kita melupakan nilai-nilai yang selama ini menjadi pegangan hidup. Jangan pula menjadikan seseorang sebagai pusat kebahagiaan hingga kita lupa bahwa hati manusia berada dalam kekuasaan Allah. Hubungan dengan manusia bisa berubah sewaktu-waktu. Sementara Allah selalu menjadi tempat terbaik untuk mengadu dan memohon pertolongan.
Ketika mencintai seseorang sertakanlah Allah dalam setiap doa. Mintalah agar hubungan tersebut membawa kebaikan. Jika memang dia adalah orang yang tepat semoga Allah memudahkan jalan menuju hubungan yang halal dan penuh keberkahan. Namun jika hubungan itu justru menjauhkan kita dari kebaikan semoga Allah memberikan kekuatan untuk menerima ketetapan-Nya.
Pada akhirnya cinta yang baik bukan sekadar tentang siapa yang membuat kita tersenyum hari ini. Cinta yang baik juga tentang siapa yang bersedia bertanggung jawab dan menghormati kita dalam keadaan apa pun. Jadikan agama sebagai kompas agar perasaan tidak membawa kita kehilangan arah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebab cinta yang layak diperjuangkan bukanlah cinta yang meminta kita meninggalkan Allah. Melainkan cinta yang membuat kita semakin dekat kepada-Nya dan berharap dapat bersama dalam kebaikan hingga dunia dan akhirat. [DW]
Sumber: Ustdzah Halimah Alaydrus




