SHALAT Dhuha bukan sekadar ibadah sunah yang dilakukan pada pagi hari. Ia merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, ungkapan syukur atas nikmat, sekaligus kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan.
Meski hanya membutuhkan beberapa menit, shalat Dhuha memiliki keutamaan yang sayang jika dilewatkan.
Berikut lima keistimewaan shalat Dhuha yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah ﷺ.
1- Menjadi Sedekah bagi Seluruh Persendian
Setiap manusia memiliki banyak persendian yang membutuhkan ungkapan syukur kepada Allah. Salah satu bentuk syukur tersebut dapat diwujudkan melalui shalat Dhuha.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap persendian manusia wajib disedekahi setiap hari. Tasbih, tahmid, tahlil, takbir, amar makruf, dan nahi mungkar termasuk sedekah. Beliau kemudian bersabda: “Semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha.” (HR. Muslim, no. 720).
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat Dhuha. Dengan dua rakaat saja, seorang Muslim dapat menunaikan bentuk sedekah bagi persendian tubuhnya sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah.
BACA JUGA: Cara Shalat Dhuha 4 Rakaat
2- Mendapatkan Kecukupan dari Allah
Di antara keutamaan shalat Dhuha terdapat hadis qudsi yang menjelaskan keutamaan empat rakaat pada awal siang.
Allah berfirman dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat pada awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu pada akhir siang.” (HR. Abu Dawud, no. 1289; dinilai sahih oleh sejumlah ulama).
Hadis ini menjadi motivasi untuk menjaga shalat Dhuha, terutama dengan melaksanakan empat rakaat. Kecukupan dari Allah tidak harus dimaknai sebagai kekayaan materi semata, tetapi dapat mencakup pertolongan, kemudahan, dan perlindungan sesuai kehendak-Nya.
Karena itu, jangan hanya sibuk mengejar kebutuhan dunia sejak pagi, tetapi luangkan waktu untuk beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah.
3- Mendapatkan Pahala Besar dengan Amalan Ringan
Shalat Dhuha dapat menjadi amalan yang mendatangkan pahala besar meskipun hanya dikerjakan dua rakaat.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap pagi setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah. Beliau menjelaskan berbagai bentuk kebaikan yang dapat dilakukan, kemudian menyebutkan bahwa dua rakaat Dhuha mencukupi semuanya. (HR. Muslim, no. 720).
Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah tidak selalu harus diwujudkan melalui harta. Shalat Dhuha menjadi kesempatan bagi siapa pun untuk memperbanyak amal saleh, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan materi.
Dua rakaat yang dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan dapat menjadi amalan berharga di sisi Allah.
4- Menjadi Amalan Orang yang Kembali kepada Allah
Shalat Dhuha termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim, no. 748).
Hadis ini menjelaskan keutamaan shalat pada waktu ketika matahari mulai meninggi dan panasnya terasa. Waktu tersebut dikenal sebagai waktu shalat al-awwabin dalam hadis ini.
Waktu ini berada pada bagian pagi menjelang pertengahan siang, ketika matahari sudah meninggi. Bagi seorang Muslim, menjaga shalat Dhuha menjadi salah satu cara membiasakan diri kembali kepada Allah di tengah kesibukan dunia.
5- Membiasakan Syukur dan Menjaga Kedekatan dengan Allah
Keistimewaan lain dari shalat Dhuha adalah menjadi sarana membiasakan diri bersyukur atas nikmat Allah.
Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
BACA JUGA: Jangan Remehkan Shalat Dhuha
Ayat ini menjelaskan pentingnya syukur dalam kehidupan seorang Muslim. Shalat Dhuha dapat menjadi salah satu bentuk syukur tersebut, meskipun ayat ini tidak secara khusus berbicara tentang shalat Dhuha.
Dengan menjaga ibadah pada pagi hari, kita belajar untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri. Kita mengawali aktivitas dengan mengingat Allah dan menyadari bahwa setiap nikmat merupakan karunia-Nya.
Jangan Biarkan Pagi Berlalu Tanpa Ibadah
Saudaraku, shalat Dhuha memang sunah, tetapi keutamaannya sangat besar. Jangan sampai kesibukan mencari rezeki membuat kita lupa meluangkan waktu untuk beribadah kepada Allah.
Mulailah dengan dua rakaat jika belum terbiasa. Jika mampu, kerjakan empat rakaat atau lebih sesuai tuntunan dan kemampuan.
Lakukan dengan ikhlas, bukan semata-mata berharap mendapatkan keuntungan duniawi. Semoga Allah menerima amal kita, melapangkan urusan, memberkahi rezeki, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Aamiin. []



