MENYIAPKAN bekal anak sekolah bukan sekadar memastikan perutnya kenyang hingga jam pulang. Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan gizinya agar anak memperoleh energi yang cukup untuk belajar, bermain, dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Salah satu caranya adalah mengombinasikan makanan sumber karbohidrat dengan protein dalam satu kotak bekal.
Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh, sedangkan protein dibutuhkan untuk pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh. Keduanya dapat diperoleh dari bahan makanan sederhana yang mudah ditemukan di pasar maupun supermarket. Dengan sedikit kreativitas, bekal anak bisa dibuat lebih bervariasi, lezat, dan tetap bergizi.
Baca Juga: Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya
5 Ide Bekal Anak Kaya Karbohidrat dan Protein agar Semangat Belajar
Berikut beberapa rekomendasi bekal anak yang kaya karbohidrat dan protein untuk dicoba di rumah.
1. Nasi Ayam Teriyaki dan Sayuran
Nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang mudah diolah dan praktis dijadikan bekal. Untuk melengkapinya, tambahkan ayam teriyaki sebagai sumber protein hewani. Ayam juga mengandung zat gizi lain yang mendukung pertumbuhan anak.
Potong ayam menjadi bagian kecil agar mudah dimakan. Masak dengan sedikit minyak, bawang putih, dan saus teriyaki secukupnya. Lengkapi dengan wortel atau brokoli yang dikukus agar bekal mengandung serat, vitamin, dan mineral.
Jika anak kurang menyukai sayuran, orang tua dapat memotongnya menjadi bentuk menarik atau mencampurkannya dengan nasi.
2. Roti Isi Telur dan Keju
Roti gandum atau roti tawar dapat menjadi alternatif nasi untuk bekal sekolah. Kandungan karbohidratnya membantu memenuhi kebutuhan energi anak selama beraktivitas.
Isi roti dengan telur dadar dan keju untuk menambahkan protein. Telur juga mengandung kolin yang berperan dalam fungsi otak, sedangkan keju menyediakan protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.
Agar lebih lengkap, tambahkan irisan tomat atau selada yang sudah dicuci bersih. Potong roti menjadi dua bagian supaya lebih mudah dipegang oleh anak.
3. Nasi Kepal Isi Tuna
Nasi kepal cocok untuk anak yang menyukai bekal praktis dan mudah dimakan. Gunakan nasi hangat yang dibentuk menjadi bulatan atau segitiga, kemudian isi dengan tuna yang telah dimasak matang.
Nasi menyediakan karbohidrat, sedangkan tuna merupakan sumber protein dan dapat mengandung asam lemak omega-3. Zat gizi tersebut mendukung pertumbuhan serta kesehatan tubuh anak.
Pilih tuna yang diolah dengan sedikit minyak dan tidak terlalu banyak garam. Bentuk nasi kepal dalam ukuran kecil agar anak dapat menghabiskannya dengan nyaman.
4. Mi Goreng Telur dan Ayam
Mi dapat menjadi variasi sumber karbohidrat agar anak tidak bosan dengan nasi. Supaya kandungan gizinya lebih seimbang, buat mi goreng rumahan dengan tambahan telur, suwiran ayam, dan sayuran.
Gunakan bumbu racikan sendiri agar jumlah garam dan minyak lebih mudah dikendalikan. Tambahkan sawi, wortel, atau buncis yang dipotong kecil.
Kombinasi mi, telur, dan ayam memberikan karbohidrat serta protein dalam satu hidangan. Namun, sebaiknya jangan menjadikan mi instan sebagai menu utama bekal setiap hari.
5. Kentang Panggang dan Bola Daging
Kentang bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat selain nasi dan roti. Sajikan kentang panggang bersama bola daging sapi atau ayam yang dimasak hingga matang sempurna.
Daging menyediakan protein, zat besi, dan vitamin B12 yang penting untuk pertumbuhan serta pembentukan sel darah merah. Tambahkan potongan buah seperti jeruk atau pepaya sebagai pelengkap bekal.
Agar lebih menarik, bentuk bola daging dalam ukuran kecil dan gunakan wadah dengan beberapa kompartemen supaya makanan tidak tercampur.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tips Menyiapkan Bekal Anak yang Bergizi
Selain memilih menu, orang tua perlu memperhatikan variasi makanan, porsi sesuai usia dan kebutuhan anak, serta kebersihan pengolahan. Lengkapi bekal dengan sayuran atau buah agar asupan serat, vitamin, dan mineral turut terpenuhi.
Perhatikan juga keamanan makanan. Gunakan kotak bekal bersih dan wadah berinsulasi atau kantong pendingin untuk makanan yang mudah rusak, seperti telur, ayam, ikan, dan produk susu.
Bekal yang baik tidak harus mahal atau rumit. Dengan memadukan sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah secara bergantian, orang tua dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. [DW]





