MEMASUKI usia 35 tahun, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga dan mengatur pola makan. Tubuh juga membutuhkan asupan mineral yang seimbang untuk mendukung berbagai fungsi penting. Salah satu mineral yang sering luput dari perhatian adalah magnesium. Padahal, nutrisi ini berperan dalam menjaga fungsi otot, saraf, tulang, hingga membantu mengatur kadar gula darah.
Magnesium dibutuhkan oleh tubuh pada setiap tahap kehidupan, termasuk ketika seseorang memasuki usia dewasa. Memenuhi kebutuhan mineral ini melalui makanan sehari-hari dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Biji Selasih Ini Manfaatnya untuk Pencernaan hingga Kesehatan Tubuh
Beragam Manfaat Magnesium untuk Usia 35 Tahun ke Atas
1. Membantu Menjaga Fungsi Otot dan Saraf
Setelah berusia 35 tahun, sebagian orang mulai lebih sering merasakan tubuh kaku atau mengalami kram otot setelah beraktivitas. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aktivitas fisik, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit.
Magnesium berperan dalam proses kontraksi dan relaksasi otot serta membantu saraf mengirimkan sinyal dengan baik. Asupan yang cukup mendukung fungsi otot dan saraf agar tetap bekerja secara normal.
Meski demikian, kram otot tidak selalu menandakan kekurangan magnesium. Apabila keluhan terjadi berulang atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
2. Mendukung Kesehatan Tulang
Kesehatan tulang menjadi hal penting untuk diperhatikan seiring bertambahnya usia. Magnesium berperan dalam pembentukan tulang dan membantu mendukung pemeliharaan kepadatan mineral tulang.
Kecukupan magnesium juga berkaitan dengan kesehatan tulang bersama nutrisi lain, seperti kalsium dan vitamin D. Karena itu, orang berusia 35 tahun ke atas sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu jenis mineral, tetapi menerapkan pola makan beragam dan seimbang.
Sumber magnesium bisa diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, serta gandum utuh.
3. Membantu Mengatur Tekanan Darah
Tekanan darah perlu dipantau secara berkala, terutama ketika usia bertambah dan risiko penyakit kardiovaskular meningkat.
Magnesium berperan dalam pengaturan tekanan darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen magnesium dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam jumlah kecil pada kondisi tertentu. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang.
Magnesium bukan pengganti obat hipertensi. Untuk menjaga tekanan darah, imbangi asupan mineral dengan membatasi garam, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, dan memeriksakan kesehatan secara teratur.
4. Mendukung Pengaturan Gula Darah
Selain berperan dalam fungsi otot dan saraf, magnesium membantu tubuh menjalankan proses metabolisme glukosa. Mineral ini juga terlibat dalam kerja insulin yang membantu mengatur kadar gula darah.
Beberapa penelitian menemukan bahwa pola makan dengan asupan magnesium lebih tinggi berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Namun, hubungan tersebut tidak berarti suplemen magnesium pasti dapat mencegah atau menyembuhkan diabetes.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan pemeriksaan gula darah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolisme.
5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian
Magnesium turut mendukung proses produksi energi, pembentukan protein, serta berbagai reaksi biokimia yang dibutuhkan tubuh. Kekurangan magnesium dapat menimbulkan keluhan seperti kelelahan, kelemahan, mual, dan pada kondisi berat gangguan irama jantung.
Untuk orang dewasa berusia 31–50 tahun, kebutuhan magnesium yang direkomendasikan menurut National Institutes of Health Amerika Serikat adalah sekitar 420 mg per hari untuk laki-laki dan 320 mg per hari untuk perempuan.
Kebutuhan tersebut sebaiknya dipenuhi terutama melalui makanan, seperti bayam, kacang almond, kacang merah, biji labu, dan biji-bijian utuh.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mengonsumsi magnesium tidak harus selalu melalui suplemen. Jika kebutuhan harian dapat dipenuhi dari makanan, suplemen tambahan belum tentu diperlukan.
Bagi orang dewasa, batas atas magnesium dari suplemen dan obat-obatan adalah 350 mg per hari, kecuali atas anjuran tenaga kesehatan. Batas ini tidak mencakup magnesium alami dari makanan. Konsumsi suplemen berlebihan dapat menyebabkan diare, mual, dan kram perut.
Orang dengan gangguan ginjal atau yang rutin mengonsumsi obat tertentu perlu berkonsultasi sebelum menggunakan suplemen magnesium karena berisiko mengalami efek samping atau interaksi obat. [DW]





