DALAM sejarah Islam, ada perempuan-perempuan yang dikenal karena keimanan, kecerdasan, dan kebijaksanaannya dalam menjalani kehidupan. Salah satunya adalah Fathimah binti Al Walid bin Al Mughirah, seorang sahabiyah yang memiliki hubungan keluarga dengan panglima besar Islam, Khalid bin Walid.
Kisah hidupnya mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh keturunan atau kedudukan, tetapi juga oleh pilihan hidup, ketaatan kepada Allah, dan kesungguhannya mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Baca Juga: Kisah Teladan Tumadir binti Amr bin As-Syarid As-Sulamiyah dalam Sejarah Islam
Fathimah binti Al Walid Sosok Perempuan Cerdas yang Menjadi Teladan Muslimah
Memilih Islam pada Peristiwa Fathu Makkah
Fathimah binti Al Walid berasal dari Bani Makhzum, salah satu kabilah Quraisy di Makkah. Ia merupakan saudara perempuan Khalid bin Walid yang kemudian dikenal sebagai salah seorang panglima besar kaum Muslimin.
Menurut catatan para ahli biografi sahabat, Fathimah memeluk Islam ketika peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan Kota Makkah pada tahun 8 Hijriah. Ia kemudian berbaiat kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk kesetiaan dan komitmennya terhadap Islam.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Fathul Makkah merupakan peristiwa bersejarah yang membuka kesempatan bagi banyak penduduk Makkah untuk menerima Islam. Fathimah termasuk perempuan yang mengambil kesempatan itu untuk menyatakan keimanannya.
Dari kisah ini, kaum Muslimah dapat mengambil pelajaran bahwa pintu untuk memperbaiki diri selalu terbuka. Latar belakang keluarga maupun masa lalu tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk mendekat kepada Allah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Perempuan Cerdas yang Menjadi Tempat Bertukar Pikiran
Salah satu sisi menarik dari kehidupan Fathimah adalah kecerdasannya dalam memberikan nasihat. Dalam catatan yang dinukil melalui biografi sahabat, Khalid bin Walid diketahui pernah meminta pendapat saudarinya ketika menghadapi persoalan penting.
Bahkan, ketika Khalid diberhentikan dari jabatannya sebagai panglima oleh Khalifah Umar bin Khattab, ia mendatangi Fathimah untuk meminta pandangan. Setelah mendengar nasihat saudarinya, Khalid menerima bahwa Umar lebih mengetahui urusan yang sedang dihadapinya. Kisah ini menggambarkan hubungan persaudaraan yang dilandasi kepercayaan dan kesediaan untuk saling menasihati.
Dari sini, kita belajar bahwa perempuan memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan yang bijaksana. Nasihat yang baik tidak harus datang dari orang yang memiliki jabatan tinggi. Ketulusan, pemahaman, dan kejernihan dalam melihat persoalan juga menjadi bekal untuk membantu orang lain mengambil keputusan.
Menjaga Ketaatan terhadap Ajaran Rasulullah
Fathimah juga dikenal meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW. Salah satu riwayat yang dinisbatkan kepadanya berkaitan dengan penggunaan kain izar atau kain penutup tubuh. Dalam catatan biografinya, ia tetap memperhatikan ajaran yang pernah didengarnya dari Rasulullah SAW dalam hal berpakaian.
Keteladanan ini mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui kesungguhan mempelajari dan menjalankan ajarannya. Seorang Muslimah dapat memulainya dengan memperbaiki ibadah, menjaga adab, serta berusaha menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajaran Berharga bagi Muslimah Masa Kini
Kisah Fathimah binti Al Walid memberikan sejumlah pelajaran penting. Pertama, keberanian mengambil keputusan untuk beriman merupakan langkah besar dalam perjalanan hidup. Kedua, kecerdasan dan kebijaksanaan perempuan dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Ketiga, hubungan persaudaraan seharusnya menjadi ruang untuk saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
Fathimah juga mengajarkan bahwa kemuliaan tidak selalu ditunjukkan melalui popularitas. Terkadang, pengaruh seseorang terlihat dari nasihat yang menenangkan, sikap yang bijaksana, dan komitmen untuk menjalankan ajaran agama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai Muslimah, kita dapat meneladani semangatnya dengan terus belajar, menjaga keimanan, dan berani menyampaikan nasihat yang baik. Jadilah perempuan yang tidak hanya berusaha memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. [DW]





