• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 14 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Ketika Komunitas Milenial Youth Saldado Ajak Berbagi Untuk Negeri

16/12/2018
in Berita
87
SHARES
669
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Youth Saldado bersama Ikatan Remaja Masjid Fathullah menyelenggarakan gelar wicara One Day For Caring for Lombok & Sulteng. Kegiatan tersebut mengundang pembicara dari kaum milenial yang sukses di bidang masing-masing. M Rizky Rizaldy seorang praktisi ekonomi Islam yang lulus dari Durham University,  Muhammad Syahrimal Ishak seorang dokter muda yang berkarir sebagai relawan kemanusiaan. Terakhir, Hardy Agusman, seorang ustaz muda yang waktu kecilnya menjadi pemulung. Kini, beliau aktif di Dompet Dhuafa.

Menurut Irnawati, pendiri komunitas Youth Saldado ini diadakan acara ini untuk memberikan semangat berbagi pada sesama. Apalagi saat ini masih tahap rehabilitasi bencana. 

"Lombok dan Sulteng masih memerlukan bantuan kita semua. Semoga dengan hadirnya ketiga pembicara ini bisa memberikan semangat berbagi pada diri kita semua,"katanya di depan peserta gelar wicara One Day For Caring for Lombok & Sulteng di Masjid Fathullah, Ahad (16/12/2018).

Untuk mempunyai semangat berbagi menurut Aldy, salah satu pembicara adalah menjadi muslim yang ideal di hadapan Alloh. Untuk menjadi muslim yang ideal, kata dia, maka orang itu harus berbuat kebaikan pada orang lain. 

"Untuk berbuat berani diperlukan keberanian. Contohnya ketika melihat seorang nenek tua yang mau menyeberang jalan. Maka, jika kita mempunyai jiwa menolong maka kita harus berani menyeberangkan nenek tersebut. Jangan takut ketabrak kendaraan, tentu saja harus hati-hati,"katanya.

Begitu juga ketika melihat ada orang yang tergeletak di jalan karena tertabrak kendaraan. Ketika kita melihat orang itu, tentu saja harus berani menolong. 

"Jangan takut nanti dipanggil polisi, suruh membayar biaya rumah sakit. Orang baik harus berani berbuat kebaikan,"katanya.

Kedua adalah mempunyai Goals. "Kita harus punya goals dalam hidup kita. Apa itu goals? Cita-cita yang besar,"katanya.

Ia berpesan seorang muslim harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Menjadi pribadi seperti Ibnu Sina, Khawarizmi, mempunyai sepuluh perusahaan dan sebagainya.

"Jangan kalau ditanya cita-cita lalu
menjawab ingin memberangkatkan orangtua haji. Itu kewajiban kita sebagai anak, bukan cita-cita,"katanya.

Karena kalau cita-cita seorang muslim harus bermanfaat untuk kebaikan Islam. Bukan untuk diri sendiri.

Ketiga, kata Aldy, adalah melakukan amalan melebihi kebiasaan orang lain.

"Ketika seseorang biasa belajar atau menuntut ilmu selama sepuluh menit, maka kita harus melebihi itu. Dua puluh menit, sejam, tiga jam,"katanya.

Alloh SWT, kata Aldy, pastinya akan memilih seseorang yang amalannya melebihi dari saudaranya.

"Makanya kalau mengerjakan ibadah jangan yang wajib saja. Tetapi kerjakan yang sunnah. Orang yang sholat tahajud mengapa mulia dihadapan Alloh, karena ia bangun ketika orang-orang sedang tidur,"tambahnya. 

Ini berarti, kata Aldy, orang yang sholat tahajud adalah yang mempunyai goals dalam hidupnya.

"Jika tidak ada, pastinya ia tidak akan bangun malam untuk meminta doa kepada Alloh,"katanya.

Sedangkan dr Muhammad Syahrimal menceritakan mengenai profil dirinya. Ia merupakan lulusan dokter dari Universitas Hasanudin. Saat semester pertama, ia mengaku sudah ikut berbagai relawan kedokteran. Sehingga saat semester kedua, ia bisa menyunat anak kecil ketika saat itu diminta oleh warga.

"Sehingga di semester ketiga, saya sudah bisa mengajar anak baru,"kata pria yang masih bujang ini.

Setelah lulus kuliah, ia sempat melamar di pemda DKI sebagai dokter puskesmas. Namun, karena ia terbiasa di lapangan. Pekerjaan dokter dengan gaji tinggi itu ia tinggalkan.

"Padahal saat itu saya sedang masa kontrak,"ujarnya mengakui.

Kini, ia mengaku lebih 'plong' sebagai dokter karena bisa membantu orang banyak, apalagi saat ada yang menyampaikan terima kasih kepadanya.

"Sebetulnya seorang dokter tidak terlalu peduli apakah orang itu akan menyampaikan terima kasih atau tidak. Begitu juga dengan saya. Namun, ini berbeda ketika bekerja di lapangan. Sebuah perasaan bahagia itu selalu muncul ketika banyak orang yang sembuh,"katanya.

Berbeda dengan Aldy dan Muhammad Syahrimal, Hardy Agusman menceritakan bagaimana dulunya ia seorang pemulung dan bisa sampai sekarang. Ia harus berjuang, sekolah dan kini menjadi Koordinator Cordofa Dompet Dhuafa.

Ia berpesan kepada peserta untuk selalu berprasangka baik pada Alloh. Karena ketika kita sudah berprasangka baik maka pastinya Alloh SWT mewujudkan apa yang kita inginkan.

"Saya selalu berprasangka baik pada Alloh. Hal ini saya lakukan ketika ingin mempunyai keinginan. Yang paling terdekat ketika saya ingin menikah di tahun 2018. Keinginan saya itu sudah ada sejak tahun 2015. Selama tiga tahun itu saya persiapkan. Hingga bisa menikahi perempuan yang diinginkan,"katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada peserta agar selalu beprasangka baik kepada Alloh. 

"Selain mempunyai goals, keberanian dalam berbuat kebaikan. Kita harus juga berprasangka baik pada Alloh,"pungkasnya (Ilham)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Diskusi Buku dan Karya Seni Nasirun Wirid on Canvas

Next Post

Training The Amazing You Siapkan Manusia Berkarakter

Next Post

Training The Amazing You Siapkan Manusia Berkarakter

Sarapan Pagi dengan Omelet Ala Thailand

Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Kepulauan Meranti, BAZNAS Kembangkan Zakat Community Development

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9099 shares
    Share 3640 Tweet 2275
  • Hari Guru Nasional, Ini Peraih Anugerah Guru Madrasah Berprestasi 2018

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • HOKA Ungkap Keunggulan Sepatu dengan Maksimum Cushioning dan Pilihan untuk Beragam Aktivitas

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4397 shares
    Share 1759 Tweet 1099
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1189 shares
    Share 476 Tweet 297
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2346 shares
    Share 938 Tweet 587
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4120 shares
    Share 1648 Tweet 1030
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga