DI ERA sekarang, begadang sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Ada yang menghabiskan malam untuk menonton serial, bermain media sosial, bermain gim, atau sekadar menikmati hiburan hingga larut. Anehnya, tubuh terasa kuat terjaga berjam-jam demi kesenangan. Namun ketika azan Subuh berkumandang atau alarm berbunyi untuk shalat malam, rasa kantuk tiba-tiba menjadi alasan yang paling sulit dikalahkan.
Inilah momen yang layak menjadi bahan muhasabah. Jangan sampai kita mengaku mencintai Allah, tetapi lebih mengutamakan rasa nyaman daripada memenuhi panggilan-Nya. Cinta sejati bukan hanya diucapkan dengan lisan, melainkan dibuktikan melalui ketaatan, terutama ketika hati harus memilih antara hawa nafsu dan perintah Allah.
Baca Juga: Sayangi Dirimu dengan Memperbaiki Hubungan kepada Allah
Jangan Tukar Panggilan Allah dengan Kenyamanan
Shalat bukan sekadar rutinitas harian. Ia adalah undangan langsung dari Rabb yang telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan begitu banyak nikmat yang sering luput kita syukuri. Bayangkan jika seseorang yang kita hormati memanggil kita, tentu kita akan berusaha datang tepat waktu. Lalu mengapa panggilan Allah terkadang justru kita tunda karena selimut terasa lebih hangat atau kasur terasa lebih nyaman?
Bukan berarti Islam melarang hiburan. Manusia memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menikmati hal-hal yang menyenangkan. Namun, semuanya harus berada pada porsi yang benar. Hiburan seharusnya menjadi pelengkap kehidupan, bukan sampai membuat kita lalai dari kewajiban. Ketika sebuah tontonan membuat kita melewatkan shalat atau begadang hingga sulit bangun Subuh, saat itulah kita perlu mengevaluasi kembali prioritas hidup.
Mulailah dengan langkah kecil. Kurangi waktu menatap layar sebelum tidur, pasang alarm lebih awal, dan niatkan bangun karena ingin memenuhi panggilan Allah. Mintalah pertolongan kepada-Nya dalam doa, karena hati dan kekuatan untuk taat juga berasal dari Allah. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk memperbaiki shalat, tetapi perbaikilah shalat agar Allah menyempurnakan diri kita sedikit demi sedikit.
Sesungguhnya, beberapa menit yang kita korbankan untuk berdiri menghadap Allah jauh lebih berharga daripada berjam-jam hiburan yang hanya memberikan kesenangan sementara. Dunia menawarkan kenyamanan yang cepat berlalu, sedangkan kedekatan dengan Allah menghadirkan ketenangan yang menetap di dalam hati.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga kita termasuk hamba yang lebih ringan melangkah menuju sajadah daripada mengejar kesenangan yang melalaikan, dan semoga setiap panggilan shalat menjadi panggilan yang selalu kita jawab dengan penuh cinta dan keikhlasan. [DW]
Sumber: Ustadz Hanan Attaki





