BAJU berbahan brokat selalu identik dengan kesan anggun dan mewah. Tak heran jika kebaya, gamis, blouse, hingga dress pesta banyak menggunakan kain ini sebagai pilihan utama. Namun, di balik keindahannya, brokat memiliki tekstur tenun dan motif timbul yang cukup sensitif terhadap panas. Kesalahan saat menyetrika bisa membuat benang mudah melar, payet lepas, bahkan permukaan kain menjadi mengilap dan rusak.
Karena itu, brokat memerlukan teknik menyetrika yang berbeda dari bahan katun atau linen. Dengan cara yang tepat, pakaian akan tetap rapi tanpa mengurangi keindahan motifnya. Berikut lima tips yang bisa diterapkan di rumah.
Baca Juga: Inspirasi Fashion Style Hijab untuk Berkunjung ke Perpustakaan
Tips Menyetrika Baju Berbahan Brokat
1. Balik Baju sebelum Disetrika
Langkah paling penting adalah membalik pakaian sehingga bagian dalam berada di luar. Cara ini membantu melindungi motif timbul, renda, maupun benang dekoratif agar tidak terkena panas secara langsung.
Jika brokat memiliki payet atau bordir, hindari menyetrika tepat di atas hiasan tersebut. Panas yang berlebihan dapat membuat lem payet melemah atau benang hias berubah bentuk.
2. Gunakan Kain Katun sebagai Pelapis
Jangan pernah menempelkan setrika langsung ke permukaan brokat. Letakkan kain katun tipis, sapu tangan bersih, atau kain muslin di atas pakaian sebagai pelindung.
Lapisan ini akan menyebarkan panas secara lebih merata sehingga tekstur brokat tetap terjaga. Selain itu, kain pelapis juga membantu mencegah munculnya bekas mengilap pada bahan yang berwarna gelap.
3. Pilih Suhu Rendah
Brokat tidak menyukai suhu tinggi. Gunakan pengaturan low heat atau mode khusus kain halus jika tersedia pada setrika. Sebelum menyetrika seluruh pakaian, coba terlebih dahulu pada bagian dalam yang tidak terlihat untuk memastikan suhu sudah aman.
Menyetrika dengan panas berlebihan justru membuat serat kain menjadi rapuh dan motif timbul kehilangan bentuk aslinya. Lebih baik menyetrika perlahan daripada terburu-buru dengan suhu tinggi.
4. Manfaatkan Uap untuk Kerutan Ringan
Jika pakaian hanya sedikit kusut, steamer bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan setrika biasa. Uap membantu mengurangi lipatan tanpa memberikan tekanan langsung pada kain.
Namun, tetap jaga jarak beberapa sentimeter antara steamer dan permukaan brokat. Hindari mengarahkan uap terlalu lama pada satu titik agar kelembapan tidak berlebihan. Untuk brokat yang sangat mewah atau berbahan sutra, steamer sering menjadi metode yang lebih direkomendasikan.
5. Setrika Hanya saat Benar-benar Diperlukan
Tidak semua brokat harus disetrika setiap selesai dicuci. Banyak jenis brokat akan kembali rapi jika diangin-anginkan dan digantung dengan benar setelah kering. Semakin jarang terkena panas, semakin lama pula tekstur dan warna kain dapat bertahan.
Setelah disetrika, biarkan pakaian dingin beberapa menit sebelum dilipat atau dikenakan. Langkah sederhana ini membantu serat kain kembali stabil sehingga hasil setrikaan lebih tahan lama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Merawat brokat memang membutuhkan sedikit ketelatenan, tetapi hasilnya sepadan. Dengan teknik menyetrika yang lembut, kebaya atau dress brokat kesayangan dapat tetap rapi, elegan, dan siap dikenakan berulang kali tanpa kehilangan pesonanya. [DW]





