JODOH itu seperti buah dalam dakwah. Allah mudahkan mendapatkannya meski tak dicari dan ditunggu.
Ada penggalan kisah Nabi Musa alaihissalam yang unik dan romantis. Yaitu, momen di mana Nabi Musa yang biasa hidup dalam suasana keras dan perang bertemu dengan wanita yang menjadi jodohnya.
Saat itu Nabi Musa dalam pelarian dari Mesir ke negeri Madyan. Perjalanannya sekitar delapan hari, delapan malam.
Saat istirahat di negeri Madyan itu, Nabi Musa melihat dua penggembala wanita menunggu antrean air dari sekumpulan penggembala laki-laki.
Para penggembala laki-laki itu sepertinya tak mau berbagi. Sebagian sumur ditutup dengan batu besar yang hanya bisa diangkat sepuluh orang. Itulah kenapa dua wanita penggembala itu harus menunggu giliran yang begitu lama.
Nabi Musa menolong dua wanita penggembala itu. Ia mengangkat batu besar yang menutupi sumur hanya seorang diri. Dan, dua wanita itu pun akhirnya bisa memberikan minum kepada gembalaannya.
Dua wanita itu bernama Layya dan Shafura. Ternyata, keduanya putri dari Nabi Syuaib alaihissalam. Keduanya menggembala ternak karena ayahnya sudah tua dan mengalami gangguan penglihatan.
Sosok Nabi Musa yang kuat dan baik ini diceritakan dua wanita itu kepada ayahnya. Keduanya memberikan saran ke ayahnya untuk mempekerjakannya di peternakan mereka.
Nabi Syuaib pun setuju dan penasaran dengan sosok pria kuat dan baik ini. Ia meminta putrinya untuk memanggil Nabi Musa.
Akhirnya, Nabi Syuaib dan Nabi Musa pun bertemu. Nabi Musa menceritakan kenapa ia yang dari Mesir bisa tiba di Madyan.
Setelah menilai kebaikan dari sosok Nabi Musa, Nabi Syuaib akan menikahkan salah satu putrinya: Shafura, kepada Nabi Musa.
Bagaimana dengan maharnya? Maharnya dalam bentuk tenaga, yaitu Nabi Musa bekerja selama sekitar sepuluh tahun. Nabi Musa pun setuju.
Setelah masa kontrak kerja selesai, Nabi Musa mengajak istrinya kembali ke Mesir untuk meneruskan misi dakwah yang sempat tertinggal.
**
Siapa pun yang beramal soleh dengan ikhlas karena Allah, akan Allah mudahkan urusannya. Termasuk dalam masalah pekerjaan dan jodoh.
Teruslah dalam kesibukan amal soleh termasuk kegiatan dakwah, segala kekurangannya insya Allah akan Allah cukupkan. [Mh]


