DALAM hidup, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang sejak usia muda sudah menemukan keberhasilan, memiliki pekerjaan yang diinginkan, membangun usaha, atau mencapai cita-cita yang selama ini diperjuangkan. Namun, ada pula yang harus menunggu lebih lama. Berkali-kali mencoba, mengalami kegagalan, berpindah arah, hingga akhirnya menemukan jalan yang sesuai dengan dirinya.
Perbedaan waktu tersebut terkadang membuat kita membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain. Ketika melihat teman sebaya sudah mencapai banyak hal, sementara diri kita masih berjuang, muncul perasaan tertinggal. Kita mulai bertanya, mengapa keberhasilan belum datang? Mengapa jalan hidup terasa lebih panjang? Bahkan, tidak jarang kita menganggap diri sendiri gagal hanya karena belum mendapatkan apa yang diinginkan.
Baca Juga: Jangan Menjauh dari Allah Hanya Karena Merasa Banyak Dosa
Tidak Ada yang Terlalu Cepat dan Tidak Ada yang Terlambat
Padahal, tidak ada yang terlalu cepat dan tidak ada pula yang terlalu terlambat dalam ketetapan Allah. Semua memiliki waktunya masing-masing. Apa yang datang kepada seseorang pada usia muda belum tentu menjadi ukuran bahwa hidupnya lebih baik. Begitu juga dengan seseorang yang baru menemukan kesuksesan ketika usianya tidak lagi muda. Keduanya memiliki cerita dan perjalanan yang berbeda.
Allah mengetahui kapan waktu yang paling tepat untuk memberikan sesuatu kepada hamba-Nya. Kita mungkin menginginkan sesuatu segera terwujud, tetapi Allah bisa saja menundanya karena ada banyak hal yang perlu kita pelajari terlebih dahulu. Bisa jadi, penundaan tersebut sedang mempersiapkan diri agar kita lebih kuat ketika menerima apa yang selama ini diharapkan.
Ada orang yang mendapatkan kesuksesan di usia muda. Ia mungkin telah menemukan kesempatan yang tepat setelah bekerja keras sejak awal. Sementara itu, ada orang lain yang baru menemukan jalan kesuksesannya setelah melewati berbagai kegagalan. Tidak ada yang perlu merasa lebih tinggi dan tidak ada pula yang harus merasa rendah diri.
Yang terpenting bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi bagaimana kita menjalani perjalanan tersebut. Selama masih berusaha, belajar, berdoa, dan memperbaiki diri, berarti perjalanan kita belum selesai. Jangan biarkan pencapaian orang lain membuat kita kehilangan rasa syukur terhadap kehidupan sendiri.
Jika hari ini impian belum terwujud, bukan berarti Allah tidak mendengar doa kita. Mungkin waktunya memang belum tiba. Tetaplah berusaha tanpa melupakan doa. Teruslah berjalan meskipun langkah terasa lambat. Sebab, setiap orang memiliki zona waktunya masing-masing.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Percayalah bahwa Allah Maha Baik dan takdir-Nya pasti baik bagi hamba-Nya. Apa yang menurut kita terlambat bisa jadi justru datang pada waktu yang paling tepat. Maka, berhentilah terlalu sering membandingkan perjalanan. Nikmati proses, syukuri apa yang sudah dimiliki, dan percayakan hasil akhirnya kepada Allah.
Karena pada akhirnya, setiap orang akan sampai pada waktunya. Tidak ada yang terlalu cepat dan tidak ada yang terlambat. Semua tepat sesuai waktu yang Allah kehendaki. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





