SEKJEN Kemenhaj dorong percepatan konsolidasi kelembagaan hingga penguatan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umroh.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI, Teguh Dwi Nugroho, mendorong percepatan konsolidasi kelembagaan, penyerapan anggaran, serta penguatan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umroh di wilayah Kalimantan.
Pesan tersebut ditegaskan Teguh saat membuka agenda Akselerasi Konsolidasi Kelembagaan dan Layanan Kesekretariatan Kemenhaj Zona Kalimantan di Balikpapan, Kamis (20/8/2026).
Forum ini digelar untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengeksekusi kebijakan strategis lembaga.
Teguh menyoroti capaian realisasi anggaran yang harus diakselerasi hingga melampaui target 55 persen pada Semester II 2026. Meski demikian, ia mengingatkan agar efisiensi dan transparansi tetap menjadi prioritas utama.
“Jangan sekadar mengejar angka realisasi. Pastikan setiap kegiatan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta dilaksanakan secara akuntabel, efektif, dan efisien,” tegas Teguh melalui sambungan Zoom.
Baca juga: Kemenhaj Fasilitasi Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah
Buka Agenda Konsolidasi Zona Kalimantan, Sekjen Kemenhaj Dorong Akselerasi Layanan Jemaah
Ia menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhaj di daerah khususnya Kepala Kanwil hingga Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota untuk memperkuat komunikasi publik dan sinergi lintas instansi.
Hal ini dinilai krusial, terutama dalam mengedukasi masyarakat terkait regulasi umroh guna menghapus praktik penipuan travel yang kerap merugikan calon jemaah.
Terkait pelaksanaan ibadah haji, Teguh kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap aspek kesehatan jemaah.
“Istithaah kesehatan adalah harga mati yang wajib dipenuhi. Sinergi dengan pemangku kepentingan terkait harus diperketat untuk memastikan jemaah benar-benar memenuhi syarat fisik dan medis sebelum diberangkatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Teguh menekankan pentingnya penerapan standar service excellence di seluruh tingkatan kantor pelayanan.
Petugas diminta lebih proaktif dan responsif dalam mendampingi isu-isu teknis jemaah, seperti penggabungan mahram, pelimpahan porsi, pendampingan lansia, hingga proses mutasi sesuai aturan yang berlaku.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dari sisi transformasi organisasi, Kemenhaj tengah merancang pembentukan Kantor Kemenhaj Percontohan, perluasan jejaring kemitraan, serta digitalisasi tata kelola layanan.
Semua langkah ini diimbangi dengan imbauan tegas agar seluruh jajaran menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan.
Teguh berharap forum konsolidasi Zona Kalimantan ini tidak berhenti pada wacana, namun juga dapat melahirkan poin-poin konkret demi perbaikan penyelenggaraan haji dan umroh di masa mendatang.
“Setiap evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata. Forum ini harus merumuskan rekomendasi solutif untuk menjawab berbagai tantangan penyelenggaraan haji dan umroh ke depan,” tutupnya. [Din]





