AIR fryer kini menjadi salah satu peralatan dapur yang banyak digunakan untuk membuat makanan lebih praktis. Mulai dari kentang, ayam, ikan, sampai camilan bisa dimasak menggunakan alat ini. Karena cukup sering dipakai, air fryer juga perlu dirawat dengan benar. Bukan hanya supaya tampilannya tetap bersih, tetapi juga agar lapisan antilengket, elemen pemanas, dan bagian lainnya tidak cepat rusak.
Baca Juga: 5 Cara Menyetrika Pakaian agar Hemat Listrik yang Jarang Orang Tahu
Tips Merawat Air Fryer yang Benar agar Awet dan Tetap Bersih
Perawatan air fryer sebenarnya tidak sulit. Justru beberapa kebiasaan sederhana setelah memasak bisa membuat alat ini lebih awet.
1. Jangan langsung mencuci setelah selesai digunakan
Air fryer dalam kondisi baru selesai memasak masih sangat panas. Jangan terburu-buru menarik keranjang dan mencucinya dengan air dingin. Selain berisiko membuat tangan terkena panas, perubahan suhu yang mendadak juga tidak baik untuk komponen tertentu.
Philips menyarankan menunggu sekitar 30 menit hingga air fryer benar-benar dingin sebelum dibersihkan. Setelah itu, cabut steker dari stopkontak dan lepaskan keranjang serta pan.
2. Bersihkan keranjang setiap selesai digunakan
Sisa minyak, remah makanan, dan bumbu yang dibiarkan menempel dapat menjadi kerak. Karena itu, biasakan membersihkan keranjang dan pan setelah digunakan.
Gunakan air hangat, cairan pencuci piring, dan spons lembut. Jika ada makanan yang menempel cukup kuat, tidak perlu langsung menggosoknya dengan tenaga besar. Rendam pan dan keranjang menggunakan air hangat serta detergen selama sekitar 5–10 menit agar sisa makanan lebih mudah terangkat.
3. Hindari spons kasar dan alat berbahan logam
Bagian keranjang dan pan pada banyak air fryer memiliki lapisan antilengket. Sayangnya, lapisan ini bisa tergores jika dibersihkan menggunakan kawat, pisau, atau spons abrasif.
Gunakan spons lembut ketika mencuci. Begitu juga saat memasukkan atau mengambil makanan, hindari menggunakan alat masak berbahan logam jika petunjuk produknya tidak mengizinkan. Lapisan yang rusak bukan hanya membuat makanan lebih mudah menempel, tetapi juga dapat mengurangi kenyamanan saat memasak. Philips secara khusus memperingatkan agar alat logam dan bahan pembersih abrasif tidak digunakan pada permukaan berlapis antilengket.
4. Jangan lupa membersihkan bagian dalam dan elemen pemanas
Banyak orang hanya mencuci keranjang, kemudian lupa bahwa percikan minyak dan sisa makanan juga bisa menempel di bagian dalam air fryer. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap ketika alat dipanaskan kembali.
Sebelum membersihkan bagian ini, pastikan alat sudah dicabut dan benar-benar dingin. Gunakan spons lembut atau sikat berbulu lembut hingga sedang untuk mengangkat sisa makanan. Jangan menggunakan sikat kawat atau sikat yang terlalu keras karena dapat merusak permukaan elemen pemanas.
5. Jangan membasahi bodi utama
Ini hal penting yang sering dilupakan. Bagian elektronik atau bodi utama air fryer tidak boleh diperlakukan seperti keranjang yang bisa dicuci di bawah keran. Untuk bagian luar, cukup gunakan kain lembap kemudian lap kembali sampai kering.
Pastikan air tidak masuk melalui lubang ventilasi atau bagian elektronik. Sebelum membersihkan, selalu cabut kabel dari sumber listrik.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Jangan memenuhi keranjang secara berlebihan
Merawat air fryer bukan hanya soal membersihkan alat. Cara menggunakannya juga berpengaruh terhadap kinerjanya. Hindari memasukkan makanan terlalu banyak sekaligus.
USDA menjelaskan bahwa keranjang yang terlalu penuh dapat menghambat sirkulasi udara sehingga makanan tidak matang secara merata. Jika porsinya banyak, lebih baik memasaknya dalam beberapa tahap.
7. Berikan ruang untuk ventilasi
Air fryer membutuhkan sirkulasi udara saat bekerja. Karena itu, jangan meletakkannya terlalu mepet dengan dinding atau menutup lubang keluarnya udara. Philips, misalnya, menyarankan jarak sekitar 20 cm dari dinding pada kondisi tertentu untuk mengurangi pengembunan.
Setelah selesai dibersihkan, pastikan seluruh bagian sudah kering sebelum air fryer disimpan. Jangan menyimpan keranjang dalam keadaan masih basah karena kelembapan yang terperangkap dapat menimbulkan bau dan masalah kebersihan.
Pada akhirnya, air fryer bisa tetap awet jika dirawat secara rutin. Tidak perlu menunggu sampai muncul kerak tebal atau bau gosong untuk membersihkannya. Bersihkan setelah digunakan, perlakukan lapisan antilengket dengan lembut, periksa bagian pemanas, dan jangan mengabaikan ventilasi.
Satu hal lagi yang tidak kalah penting: selalu ikuti buku petunjuk sesuai merek dan model air fryer yang dimiliki. Setiap perangkat bisa memiliki aturan perawatan yang berbeda. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, air fryer bukan hanya lebih bersih, tetapi juga tetap nyaman digunakan untuk waktu yang lebih lama. [DW]





